Tuntutan kedua, Mahasiswa Loteng meminta Pemda Loteng memiliki regulasi dan kebijakan serta inovasi dalam upaya memberikan bantuan biaya pendidikan/beasiswa bagi mahasiswa berprestasi ataupun kurang mampu dari Loteng.
Sekda Loteng L. Firmansyah mengatakan akan meminta PUPR untuk melakukan survei terlebih dahulu pada bangunan asrama. Namun dia tidak dapat menjanjikan pembangunan asrama.
“Kami akan melakukan survei teknis, namun saya tidak akan menandatangani tuntutan Aliansi Mahasiswa Loteng karena kami belum bisa pastikan untuk dianggarkan pada tahun 2022,2023 atau 2024,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bahkan setelah negosiasi yang alot dengan mahasiswa, Sekda Loteng pergi meninggalkan masa aksi.
Korlap I Aliansi Mahasiswa Loteng, Jodi Setiawan sangat menyayangkan sikap Sekda Loteng yang pergi meninggalkan masa aksi begitu saja tanpa ada keputusan yang jelas.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya







