LOMBOK BARAT, HaloNTB.com – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Lombok Barat resmi memasuki babak baru di bawah kepemimpinan H. Kemas Burhan, M.Pd. Pendidik senior dengan rekam jejak panjang ini hadir membawa semangat penguatan kedisiplinan yang dipadukan dengan pendekatan humanis sebagai fondasi peningkatan mutu pendidikan madrasah.
Dalam pernyataan perdananya sebagai Kepala MAN Lombok Barat, H. Kemas menegaskan bahwa mutasi jabatan merupakan hal yang lumrah dalam birokrasi aparatur sipil negara. Ia memilih menyikapi dinamika tersebut secara bijak dan profesional, dengan menempatkan pengabdian serta peningkatan kualitas pendidikan sebagai fokus utama.
“Bagi saya, jabatan hanyalah amanah tambahan. Status utama saya tetap guru. Di mana pun ditugaskan, tugas saya adalah mendidik dan memberikan yang terbaik,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (24/1/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rekam Jejak Panjang Dunia Pendidikan
H. Kemas bukan figur baru di lingkungan pendidikan madrasah. Ia telah mengabdi sejak sebelum tahun 1996, menapaki karier dari pondok pesantren hingga berbagai madrasah di pelosok Nusa Tenggara Barat. Pengalamannya meliputi perintisan MTsN Jereweh di wilayah perbatasan, memimpin MTsN 1 Praya hingga meraih prestasi Lingkungan Sekolah Sehat tingkat nasional, serta pernah menjabat sebagai Kepala Seksi Pendidikan Madrasah.
Berbagai dinamika jabatan telah ia jalani, mulai dari pejabat struktural, kembali menjadi guru, hingga memimpin madrasah dengan jumlah siswa terbatas. Seluruhnya dijalani dengan konsistensi dan keikhlasan.
“Semua saya jalani dengan istiqomah. Mutasi adalah bagian dari proses pengabdian. Yang penting tetap fokus pada tugas dan tanggung jawab sebagai pendidik,” tegasnya.
Kedisiplinan Humanis Jadi Prioritas
Dalam program kerja awal atau 100 hari pertama, Kemas Burhan menetapkan penguatan kedisiplinan sebagai prioritas utama. Namun, ia menegaskan bahwa kedisiplinan yang dibangun bukan melalui pendekatan represif, melainkan dengan cara humanis dan persuasif.
“Kedisiplinan adalah kunci keteraturan hidup. Tapi kami tidak menekan dengan kekuasaan. Kami mengedepankan pendekatan sebagai sesama pendidik dan orang tua,” jelasnya.
Sejumlah langkah strategis mulai diterapkan, di antaranya memastikan kegiatan belajar mengajar dimulai tepat waktu tanpa menunggu kehadiran siswa secara penuh, melanjutkan apel silaturahmi guru setiap pagi sebagai sarana koordinasi dan penguatan komitmen kerja, serta memperkuat sinergi dengan wali murid untuk mengontrol kebiasaan siswa di rumah, terutama penggunaan gawai yang berdampak pada keterlambatan ke sekolah.
Dorong Prestasi Akademik dan Non-Akademik
Meski baru menjabat dalam waktu singkat, geliat prestasi mulai tampak. MAN Lombok Barat berhasil meraih juara dalam ajang Paskibra, yang disebut mendapat dukungan penuh dari kepala madrasah.
Ke depan, H. Kemas menargetkan peningkatan prestasi akademik melalui partisipasi aktif siswa dalam ajang bergengsi seperti Kompetisi Sains Madrasah (KSM) dan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI). Ia juga berkomitmen mempertahankan budaya publikasi positif yang selama ini menjadi kekuatan MAN Lombok Barat.
“Setiap prestasi, sekecil apa pun, harus diapresiasi dan dipublikasikan. Dukungan media sangat penting agar masyarakat mengetahui perkembangan dan inovasi madrasah,” ujarnya.
Pesan untuk Masyarakat dan Warga Madrasah
Menanggapi isu mutasi yang sempat menjadi sorotan, H. Kemas mengajak seluruh pihak untuk tetap berpikir positif dan fokus pada kemajuan pendidikan.
“Harapan saya, ketika kami sudah diamanahkan di suatu lembaga, mari kita fokus pada tugas dan tupoksi sebagai pendidik. Kepedulian masyarakat hendaknya diarahkan pada hal-hal positif agar kami bisa bekerja maksimal,” ungkapnya.
Ia juga membuka ruang kritik dan masukan konstruktif demi perbaikan berkelanjutan.
“Jika ada kekurangan, mohon diberi masukan dan doa. Jika ada kekeliruan, mari kita luruskan bersama agar tidak menjadi persoalan di kemudian hari,” pungkasnya.
Dengan kepemimpinan yang tenang, humanis, dan berorientasi pada disiplin, H. Kemas optimistis MAN Lombok Barat akan terus tumbuh sebagai madrasah unggulan yang berprestasi, berkarakter, dan adaptif terhadap tantangan zaman.







