Halontb.com – Peringatan Hari Ulang Tahun ke-55 SMKN 3 Mataram menjadi momentum refleksi sekaligus penegasan arah masa depan sekolah kejuruan tersebut. Di tengah tantangan global yang semakin kompleks, SMKN 3 Mataram memilih untuk bergerak maju dengan strategi penguatan kompetensi, sertifikasi, dan kolaborasi industri.
Kepala SMKN 3 Mataram, Sulman Haris, menilai bahwa sekolah kejuruan hari ini tidak cukup hanya mencetak lulusan yang siap kerja secara teknis, tetapi juga harus memiliki karakter kuat, mental tangguh, dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan global.
“Kita tidak boleh diam. Tantangan global menuntut sekolah untuk terus bergerak, memanfaatkan seluruh potensi dan media yang ada,” ujarnya saat ditemui di sela kegiatan HUT ke-55, Sabtu (17/1/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sulman menjelaskan bahwa arah pengembangan SMKN 3 Mataram kini sejalan dengan kebijakan nasional melalui program SMK Go Global. Salah satu fokus utama adalah penguasaan bahasa internasional sebagai bekal utama memasuki dunia kerja lintas negara.
“Bahasa adalah pintu utama. Kami terus mendorong siswa untuk menguasai bahasa Inggris, Jepang, dan bahasa lainnya agar tidak tertinggal,” katanya.
Selain bahasa, pembaruan fasilitas praktik juga menjadi perhatian serius. Menurut Sulman, sekolah dengan usia panjang harus mampu bertransformasi agar tetap relevan dengan kebutuhan industri.
“Peralatan pembelajaran harus mengikuti perkembangan industri. Jangan sampai anak-anak kita tertinggal hanya karena fasilitas yang tidak memadai,” tegasnya.
Dalam menghadapi era digital, Sulman juga menekankan pentingnya pemanfaatan media sosial secara cerdas dan proporsional.
“Media sosial bisa menjadi alat bantu, tapi jangan sampai menjadi beban. Tujuan utama tetap bagaimana siswa terlayani dengan baik dan maksimal,” ujarnya.
LSP dan UKK, Pilar Mutu Pendidikan SMK

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Khairil Anwar, menambahkan bahwa peningkatan kualitas lulusan SMK tidak bisa dilepaskan dari sistem sertifikasi kompetensi yang kuat.
“LSP hadir untuk memastikan kompetensi siswa diakui. Sertifikasi ini menjadi bukti bahwa mereka benar-benar memiliki keahlian sesuai standar profesi,” jelasnya.
Ia mengungkapkan bahwa SMKN 3 Mataram kini kembali aktif sebagai LSP P1 setelah memperoleh lisensi pada tahun 2025. Hal ini membuka peluang lebih luas bagi siswa kelas XII untuk memperoleh sertifikat kompetensi berlogo Garuda.
“Ini menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab kami untuk terus meningkatkan mutu pendidikan,” katanya.
Selain LSP P1, sekolah juga menggandeng LSP P2 dari berbagai sektor keahlian guna menguji kompetensi siswa secara lebih komprehensif.
Khairil menegaskan bahwa Uji Kompetensi Keahlian (UKK) merupakan identitas utama SMK.
“UKK adalah puncak pembelajaran. Dari sanalah terlihat apakah siswa benar-benar siap menjadi tenaga kerja kelas menengah,” tegasnya.
Sinergi dengan Dunia Usaha dan Industri
Upaya meningkatkan kualitas pembelajaran juga diperkuat melalui sinergi dengan dunia usaha dan industri. Salah satu bentuk nyata adalah bantuan CSR dari PT Mitsubishi berupa satu unit truk Fuso untuk mendukung praktik siswa.
“Kerja sama ini sangat penting, karena tidak semua kebutuhan peralatan praktik bisa dipenuhi oleh pemerintah. Dukungan industri menjadi solusi nyata,” ujar Khairil.
Dengan penguatan sertifikasi, pembaruan fasilitas, serta kolaborasi industri, SMKN 3 Mataram menegaskan diri sebagai sekolah kejuruan yang tidak hanya bertahan, tetapi juga siap melahirkan lulusan yang kompeten, profesional, dan mampu bersaing di tingkat global.







