Aksi pertama berlangsung di DPRD Lombok Tengah. Mahasiswa ditemui Komisi IV DPRD. Anggota Komisi IV, Legewarman, membenarkan Pemda telah berjanji menganggarkan pembangunan ulang asrama pada 2021. Namun karena terkendala defisit anggaran, pembangunan batal.
“Kami (DPRD) sangat mendukung untuk dibangun kembali dan kami akan kawal. Sekarang tinggal bupati mau atau tidaknya menganggarkan, kalau bupati sudah katakan untuk dianggarkan maka tidak ada alasan bagi kami untuk menolaknya karena kami sudah tahu persis kondisi asrama mahasiswa Loteng ini yang sangat memperhatikan,” ujarnya.
Aksi di Kantor Bupati Lombok Tengah, mahasiswa harus menunggu sekitar satu jam untuk bertemu pihak Pemda Loteng. Massa nyaris saja memboikot kantor, beruntung Sekda Loteng mau menerima mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Kordum, Radian Hasan memimpin Pemda tidak menutup mata dengan kondisi asrama mahasiswa. Dia meminta segera dibangun ulang asrama tersebut.
“Kami meminta Pemda Loteng untuk sepakat dengan Aliansi Mahasiswa Loteng dan Pemda Loteng berkomitmen untuk memprioritaskan Asrama mahasiswa Loteng di mataram untuk dianggarkan pada APBD perubahan tahun 2022 atau paling telat pada APBD Murni tahun 2023,” ujarnya.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya







