LOMBOK TIMUR, Halontb.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mataram (UNRAM) yang melaksanakan pengabdian di Desa Tirtanadi, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur, menghadirkan terobosan pengelolaan limbah ternak melalui pembuatan pupuk kompos berbahan dasar kotoran sapi.
Sebagai langkah awal, mahasiswa KKN menyiapkan sampel pupuk kompos yang akan digunakan dalam kegiatan pelatihan bagi masyarakat desa. Program ini dirancang untuk mendorong pemanfaatan limbah ternak secara lebih produktif sekaligus mengurangi potensi pencemaran lingkungan.
Kelompok KKN UNRAM Desa Tirtanadi berjumlah 10 orang mahasiswa dengan latar belakang keilmuan yang beragam. Mereka berasal dari Fakultas Peternakan, Pertanian, Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Teknik, serta Hukum. Kolaborasi lintas disiplin tersebut menjadi kekuatan utama dalam pelaksanaan program berbasis kebutuhan masyarakat desa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan pengolahan pupuk kompos ini merupakan bagian dari agenda pengabdian masyarakat yang dijalankan mahasiswa KKN UNRAM dengan menitikberatkan pada pengembangan potensi lokal. Program ini juga dilaksanakan melalui sinergi bersama Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tirtanadi serta mendapat dukungan dari Pemerintah Desa setempat.
Kepala Desa Tirtanadi, Ruspan, S.E., menyambut positif inisiatif mahasiswa KKN yang dinilai relevan dengan kondisi desa. Pasalnya, sebagian besar warga Desa Tirtanadi menggantungkan hidup pada sektor pertanian dan peternakan, khususnya ternak sapi, sehingga ketersediaan bahan baku kompos relatif melimpah.
Ketua Kelompok KKN UNRAM Desa Tirtanadi, Hotamal Wananda Saputra, mengungkapkan bahwa selama ini pemanfaatan kotoran sapi belum dilakukan secara maksimal.
“Masih banyak limbah ternak yang tidak terkelola dengan baik. Warga yang tidak memiliki lahan pertanian cenderung membuang kotoran sapi ke sungai atau tempat sampah,” ujarnya, Kamis (29/1/2026).
Melalui kerja sama dengan BUMDes, mahasiswa KKN mendorong skema pengelolaan terpadu, di mana kotoran sapi dibeli dari warga untuk kemudian diolah menjadi pupuk kompos. Produk pupuk tersebut selanjutnya dapat dimanfaatkan kembali oleh para petani desa, sehingga tercipta perputaran ekonomi berbasis potensi lokal.
Program ini diharapkan tidak hanya memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pengelolaan limbah ternak yang ramah lingkungan, tetapi juga membuka peluang usaha baru di tingkat desa. Mahasiswa KKN UNRAM berharap inisiatif tersebut dapat berlanjut dan dikembangkan secara berkesinambungan melalui peran aktif pemerintah desa, BUMDes, dan masyarakat.







