Sehari Sebelum OTT KPK, NasDem Terima LKPJ APBD 2025: KNPI Lobar Desak Penjelasan Terbuka

- Wartawan

Jumat, 31 Juli 2026 - 06:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Lombok Barat, M. Taupik (kiri)

Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Lombok Barat, M. Taupik (kiri)


LOMBOK BARAT, Halontb.com
– Penetapan Bupati Lombok Barat nonaktif, Lalu Ahmad Zaini (LAZ), sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memunculkan berbagai respons dari sejumlah kalangan. Salah satu yang kembali menjadi sorotan adalah sikap fraksi-fraksi di DPRD Lombok Barat saat pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) APBD Tahun Anggaran 2025, sehari sebelum operasi tangkap tangan (OTT) KPK.

Dalam rapat paripurna tersebut, lima fraksi DPRD Lombok Barat menyatakan menolak LKPJ APBD 2025, sementara empat fraksi lainnya menerima atau menyetujui laporan pertanggungjawaban tersebut.

Baca juga: Akun Daily LAZ Menghilang Usai Bupati Lobar Jadi Tersangka KPK, KNPI NTB Minta Aliran Dana Kerja Sama Diusut

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menariknya, dua di antara fraksi yang menerima LKPJ berasal dari partai yang bukan merupakan pengusung LAZ pada Pilkada 2024, yakni Partai NasDem dan Partai Gerindra.

Sebagai informasi, pasangan LAZ pada Pilkada 2024 diusung oleh PAN, PKS, dan PKB. Namun, Fraksi PKB yang merupakan bagian dari koalisi pengusung justru memilih menolak LKPJ APBD 2025.

Baca juga: Klaim Diintimidasi Saat Rekaman HUT Gubernur, Kubu Daud Gerung Ancam Ambil Alih Gedung KNPI NTB dan Boikot Porprov

Kondisi tersebut kemudian memunculkan beragam pertanyaan di tengah masyarakat mengenai dasar pertimbangan sejumlah fraksi yang menyetujui LKPJ, khususnya dari partai yang berada di luar koalisi pengusung pemerintah daerah.

Ketua KNPI Lombok Barat, M. Taupik, menilai sikap Fraksi NasDem yang menerima LKPJ perlu dijelaskan secara terbuka kepada publik agar tidak menimbulkan berbagai spekulasi.

“NasDem ini bukan partai pengusung. Justru itu yang menjadi pertanyaan bagi kita semua, kenapa kemudian memberikan persetujuan terhadap LKPJ tersebut. Publik tentu berhak mengetahui alasan dan dasar pertimbangannya,” kata Taupik, Kamis (30/7/2026).

Baca juga: Usai KPK Tangkap Bupati LAZ, DPRD Soroti Kinerja Inspektorat: Kok Bisa Temuan Nihil Saat Dugaan Korupsi Besar Dibongkar?

Menurut Taupik, berkembangnya berbagai persepsi di masyarakat merupakan konsekuensi dari belum adanya penjelasan resmi dari pihak terkait mengenai alasan menerima LKPJ tersebut.

“Karena belum ada penjelasan, tentu muncul berbagai praduga di tengah masyarakat. Untuk itu kami meminta agar NasDem memberikan klarifikasi secara terbuka sehingga tidak berkembang asumsi atau spekulasi yang semakin luas,” ujarnya.

Baca juga: Usai KPK Tangkap Bupati, Izzul Islam Desak Audit PDAM, Evaluasi Total Birokrasi, dan Hentikan Praktik Jabatan Titipan

Taupik menegaskan bahwa dirinya tidak menyampaikan tuduhan ataupun kesimpulan terhadap pihak mana pun. Namun, menurutnya, klarifikasi diperlukan sebagai bentuk akuntabilitas politik kepada masyarakat.

“Kami meminta penjelasan secara terbuka. Dengan adanya klarifikasi, masyarakat dapat mengetahui apa sebenarnya dasar pertimbangan Fraksi NasDem menerima LKPJ tersebut,” katanya.

Baca juga: KPK Periksa 13 Saksi Kasus Dugaan Korupsi Bupati Lombok Barat Nonaktif

Ia juga mengungkapkan bahwa di kalangan pemuda berkembang berbagai pertanyaan yang menurutnya perlu dijawab secara langsung oleh pengurus maupun pimpinan Partai NasDem di Lombok Barat.

“Silakan nanti teman-teman media mengonfirmasi langsung kepada Ketua NasDem atau pihak fraksi. Biarkan mereka menjelaskan apakah keputusan itu murni berdasarkan pertimbangan politik atau ada alasan lain yang menjadi dasar sikap mereka,” ucap Taupik.

Baca juga: KPK Dalami Aliran Uang dan Cawe-Cawe Proyek, Semua Kadis di Lombok Barat Berpotensi Diperiksa

Lebih lanjut, Taupik mengatakan KNPI Lombok Barat hanya mendorong adanya keterbukaan informasi kepada publik, bukan menyimpulkan adanya pelanggaran tertentu.

“Kami hanya meminta klarifikasi agar masyarakat mendapatkan penjelasan yang utuh. Jangan sampai isu berkembang tanpa adanya penjelasan resmi dari pihak yang bersangkutan,” katanya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pengurus maupun Fraksi Partai NasDem DPRD Lombok Barat terkait pernyataan Ketua KNPI Lombok Barat tersebut maupun mengenai alasan menerima LKPJ APBD 2025.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Usai KPK Tangkap Bupati LAZ, DPRD Soroti Kinerja Inspektorat: Kok Bisa Temuan Nihil Saat Dugaan Korupsi Besar Dibongkar?
Legislator NTB H. Suharto Sosialisasikan Raperda Pencegahan Pinjol Ilegal dan Judi Online di Lombok Barat
Perangi Judol dan Pinjol Ilegal, Anggota DPRD NTB H. Suharto Gencarkan Sosialisasi Raperda
Jelang Kongres VII BM PAN, Ketua BM PAN Lombok Barat Resmi Dukung Mitra Fakhruddin
Peringati Bulan Bung Karno, PDI Perjuangan Lombok Barat Hijaukan Desa Lewat Aksi Tanam Pohon Alpukat
Ketuk Palu! Pemkab Lombok Barat Tetapkan Pilkades Serentak 77 Desa 9 Desember, Cek Aturan Mainnya
Gandeng HIPPI NTB, Senator Evi Apita Maya Gelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Lombok Barat
Turun ke 14 Dusun di Lombok Barat, Lalu Irwansyah Triadi Jemput Aspirasi Warga Sekotong dan Lembar

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 23:47 WITA

Warga Gerung Ditemukan Meninggal di Rumah, Polisi Lakukan Penyelidikan, Keluarga Tolak Autopsi

Kamis, 9 Juli 2026 - 16:13 WITA

Eksekusi Lahan Tanpa Juru Sita di Babussalam, Langkah Kades Kuripan Tuai Kecaman Ahli Waris

Sabtu, 30 Mei 2026 - 00:08 WITA

Dua Bocah Hilang Terseret Ombak di Ampenan, Polisi dan SAR Bergerak Melakukan Pencarian

Berita Terbaru