SUMBAWA, HaloNTB.com— Di balik deru pekerjaan konstruksi di kawasan SPAM Semongkat, Kabupaten Sumbawa, terdapat pekerjaan yang menyimpan kepentingan jauh lebih besar: memastikan sistem penyediaan air minum mampu bekerja lebih baik untuk masyarakat.
Harapan itu kini bertumpu pada proyek Optimalisasi SPAM Semongkat yang dikerjakan PT Duta Abadi dengan nilai kontrak sekitar Rp19,3 miliar.
Baca juga: Dari Keandalan Listrik hingga Kepedulian Sosial, PLN UP3 Sumbawa Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Proyek yang dimulai pada Mei 2026 tersebut memiliki masa pelaksanaan 225 hari dan ditargetkan selesai pada Desember mendatang. Paket pekerjaan meliputi rehabilitasi instalasi pengolahan air, pembangunan berbagai fasilitas pendukung serta penggantian jaringan distribusi sepanjang enam kilometer.
Pekerjaan tersebut mendapatkan perhatian khusus karena SPAM Semongkat menjadi salah satu infrastruktur penting dalam sistem pelayanan air minum Kabupaten Sumbawa.
Monitoring dan evaluasi Tim Pengamanan Pembangunan Strategis (PPS) Kejaksaan Tinggi NTB bersama BPBPK NTB menjadi bagian dari pengawalan terhadap proses pembangunan. Dalam kegiatan tersebut, tim menekankan pentingnya percepatan, terutama pada pembangunan bangunan kimia dan unit instalasi pengolahan air.
Bagi penyedia jasa, pesan tersebut bukan sekadar dorongan untuk mengejar waktu. Lebih dari itu, percepatan harus tetap berjalan seiring dengan kualitas dan ketepatan pelaksanaan.
Ketika Infrastruktur Bertemu Kebutuhan Dasar
Air minum merupakan salah satu kebutuhan paling mendasar dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, pembangunan infrastruktur air minum memiliki konsekuensi pelayanan yang jauh lebih panjang dibanding masa pelaksanaan konstruksinya.
Kementerian PU mencatat SPAM Semongkat dirancang untuk melayani 29 desa di lima kecamatan, dengan total sekitar 12.510 sambungan rumah eksisting. Wilayah tersebut mencakup Kecamatan Sumbawa, Labuhan Badas, Unter Iwes, Moyo Utara dan Moyo Hilir.
Sistem tersebut memanfaatkan air baku dari Sungai Semongkat dengan kapasitas 165 liter per detik. Air dialirkan menuju IPA Pungka melalui sistem transmisi sebelum menjalani proses pengolahan dan selanjutnya masuk ke reservoir distribusi.
Karena itu, kualitas setiap komponen menjadi penting. Mulai dari instalasi pengolahan, bangunan kimia, sistem mekanikal elektrikal, reservoir hingga jaringan perpipaan harus mampu bekerja sebagai satu kesatuan.
Di sinilah pekerjaan PT Duta Abadi memiliki arti strategis.
Enam Kilometer Jaringan Sudah Tuntas
Perkembangan pekerjaan menunjukkan bahwa proyek terus bergerak. Hingga akhir Agustus 2026, progres fisik proyek dilaporkan mencapai sekitar 40 persen, sedangkan pekerjaan penggantian jaringan distribusi sepanjang enam kilometer telah selesai.
Setelah jaringan distribusi tersebut dituntaskan, pekerjaan diarahkan pada pembenahan fasilitas IPA.
Tahapan tersebut menjadi penting karena instalasi pengolahan merupakan titik sentral dalam sistem SPAM. Air baku yang tersedia harus melalui proses pengolahan sebelum kemudian didistribusikan kepada masyarakat.
Baca juga: Polda NTB Olah TKP Kematian 3 Penambang di Lantung Sumbawa, Penyebab Masih Diselidiki
Perumdam Batulanteh sebelumnya menyampaikan bahwa pekerjaan IPA pertama dikebut untuk dituntaskan pada September 2026, kemudian dilanjutkan pada dua IPA lainnya dengan target keseluruhan pekerjaan selesai pada Desember 2026.
PT Duta Abadi Didorong Jaga Mutu dan Waktu
Dalam pekerjaan bernilai Rp19,3 miliar tersebut, PT Duta Abadi menghadapi tuntutan yang tidak ringan.
Di satu sisi, penyedia jasa harus menjaga ritme pekerjaan agar target kontrak terpenuhi. Di sisi lain, setiap pekerjaan pada fasilitas pengolahan air membutuhkan ketelitian karena berkaitan dengan sistem yang nantinya digunakan untuk pelayanan publik.
Karena itu, percepatan tidak boleh dimaknai sekadar memperbanyak aktivitas di lapangan. Percepatan harus menghasilkan pekerjaan yang tetap sesuai spesifikasi, standar teknis dan ketentuan keselamatan.
Monitoring Tim PPS Kejati NTB menjadi salah satu bagian dari proses tersebut. Tim juga mendorong pelaksana memperkuat koordinasi dengan Perumdam Batulanteh, khususnya mengenai dukungan tenaga yang dapat diperbantukan selama pelaksanaan pekerjaan.
Baca juga: Kapolda NTB Terima Audiensi Dirut PT TCN Gili Trawangan
Koordinasi ini penting untuk mempertemukan kebutuhan konstruksi dengan kebutuhan operasional. Sebab, sejak awal proyek dibangun bukan hanya untuk menghasilkan bangunan, tetapi untuk memperkuat sistem pelayanan air minum.
Menjaga Kepercayaan dari Sebuah Pekerjaan Strategis
Optimalisasi SPAM Semongkat merupakan bagian dari dukungan pemerintah pusat terhadap penguatan layanan air minum di Sumbawa. Kementerian PU menyebut optimalisasi tersebut diharapkan membuat distribusi air lebih andal, tekanan air lebih stabil dan cakupan pelayanan dapat terus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat.
Karena itu, progres pekerjaan PT Duta Abadi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari target pelayanan tersebut.
Dengan kontrak sekitar Rp19,3 miliar dan waktu pelaksanaan hingga Desember 2026, penyelesaian proyek menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur dasar dapat dikerjakan dengan mengedepankan mutu, ketepatan waktu, keselamatan dan manfaat bagi masyarakat.
Baca juga: PPK UIN Mataram Tegaskan Proyek Laboratorium Kedokteran Tetap Berjalan, “Tidak Ada Subkon”
Apresiasi terhadap pekerjaan yang terus dikebut di lapangan tentu tidak berarti mengurangi pentingnya pengawasan. Justru sebaliknya, pengawasan dan monitoring menjadi bagian dari upaya menjaga agar pekerjaan yang dilakukan memiliki kualitas sesuai tujuan awal pembangunan.
Sebab pada akhirnya, masyarakat tidak membutuhkan sekadar proyek yang selesai di atas kertas.
Masyarakat membutuhkan air yang mengalir, layanan yang lebih stabil dan sistem yang mampu bekerja secara berkelanjutan.
Dan di titik itulah keberhasilan PT Duta Abadi dalam menuntaskan Optimalisasi SPAM Semongkat akan menemukan maknanya ketika pekerjaan konstruksi yang dikerjakan hari ini berubah menjadi pelayanan publik yang dirasakan masyarakat Sumbawa dalam jangka panjang.








