KPK Dalami Aliran Uang dan Cawe-Cawe Proyek, Semua Kadis di Lombok Barat Berpotensi Diperiksa

- Wartawan

Minggu, 26 Juli 2026 - 23:53 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas KPK menunjukkan barang bukti uang dalam konferensi pers Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (21/7).

Petugas KPK menunjukkan barang bukti uang dalam konferensi pers Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (21/7).

Halontb.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan penyidikan kasus operasi tangkap tangan (OTT) yang melibatkan Bupati Lombok Barat periode 2025–2030 Lalu Ahmad Zaini (LAZ). Selain fokus pada tiga tersangka utama, penyidik kini mulai menelusuri dugaan aliran uang ke berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.

Baca juga: Profil dan Harta Kekayaan Bupati Nonaktif Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini, yang Terjaring OTT KPK

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Penindakan KPK, Achmad Taufik Husein, mengungkapkan bahwa isu aliran dana ke OPD telah menjadi pembahasan internal tim penyidik. Namun, keterbatasan waktu dalam penanganan OTT selama 24 jam membuat fokus awal masih tertuju pada konstruksi perkara utama, yakni dugaan benturan kepentingan dalam proses pengadaan barang dan jasa sebagaimana diatur dalam Pasal 12 huruf i UU Tipikor.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Penyidik memiliki keterbatasan waktu dalam OTT untuk membuka fakta lain di luar peristiwa tertangkap tangan. Fokus utama kami saat ini adalah dugaan benturan kepentingan dalam proses pengadaan barang dan jasa,” ujar Achmad melalui keterangan persnya, Selasa (21/7).

Baca juga: KPK Geledah Kantor Bupati, Rumah Dinas, hingga Dinas PUPRPKP Lombok Barat

Dalam pengembangan kasus, KPK menemukan adanya praktik intervensi atau “cawe-cawe” dalam proses pengadaan barang dan jasa (PBJ). Pihak yang seharusnya berfungsi sebagai pengawas justru diduga terlibat dalam menentukan proyek, baik secara langsung maupun tidak langsung. Temuan lain mengarah pada dugaan suap proyek di lingkungan PT Air Minum Giri Menang (AMGM), di mana pengelolaan proyek diduga masih dikendalikan oleh orang-orang kepercayaan bupati.

Achmad membeberkan adanya indikasi kuat bahwa kepala daerah menggunakan kewenangannya untuk mengondisikan proyek-proyek di lingkup Pemkab Lombok Barat. Salah satu pola yang terungkap adalah perintah kepada kepala OPD, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), agar seluruh proyek dikomunikasikan dengan pihak tertentu, dalam hal ini tersangka Sudirman (SUD), Direktur Utama PT AMGM.

Baca juga: KPK Geledah Dua Rumah Pribadi Bupati Nonaktif Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini

“Fakta sementara menunjukkan kepala dinas hanya menjalankan perintah dari atasannya. Tapi kami tentu tidak serta merta mempercayai hal itu sepenuhnya. Ini akan kami dalami lebih lanjut,” tegas Achmad.

KPK memberi sinyal bahwa lingkaran perkara ini berpotensi melebar. Tidak hanya terbatas pada Dinas PUPR, seluruh OPD di Lombok Barat berpeluang diperiksa untuk mengungkap keterlibatan masing-masing pihak. Apabila dalam proses penyidikan ditemukan adanya peran aktif OPD lain—tidak sekadar menjalankan perintah, tetapi turut membantu terjadinya tindak pidana—maka dapat dikenakan pasal penyertaan.

“Dalam hal ini, KPK membuka kemungkinan penerapan Pasal 55 KUHP lama maupun Pasal 20 KUHP baru terkait penyertaan dalam tindak pidana,” jelasnya.

Baca juga: Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK Usai Nobar Final Piala Dunia, Ruang Kerja Disegel

Dengan perkembangan tersebut, penyidik memastikan akan memanggil seluruh kepala OPD di Lombok Barat guna menelusuri alur perintah, komunikasi proyek, hingga potensi aliran dana yang berkaitan dengan perkara.

“Tidak menutup kemungkinan semua kepala OPD akan diperiksa. Penyidikan ini masih berjalan dan akan terus dikembangkan,” pungkas Achmad.

Baca juga: KPK Segel Dua Mobil di Rumah Dinas Bupati Lombok Barat

Sebelumnya, KPK telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus ini, yaitu Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini, Direktur Utama PT AMGM Sudirman, dan Direktur PT Meconel Sistim Instrument Alvonsus Gani. Ketiganya diduga terlibat dalam praktik korupsi pengadaan barang dan jasa di wilayah tersebut.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Geger! Jenazah Tanpa Identitas Ditemukan di Bukit Lendang Luar, Basarnas Evakuasi Korban
Polisi Tetapkan Pimpinan Ponpes di Lombok Barat sebagai Tersangka Dugaan Pencabulan Santriwati
Dua Pria Diduga Pengedar Sabu Ditangkap di Gerung, 72,42 Gram Disita
Jelang MotoGP Mandalika, Polisi Patroli Jalur Logistik di Pelabuhan Lembar
LPA Mataram Ungkap Dugaan Modus Kekerasan Seksual di Ponpes Lombok Tengah, Korban Diduga Bertambah
Polda NTB Naikkan Kasus Dugaan Penyimpangan Anggaran PT Energi Selaparang ke Tahap Penyidikan
Lapas Lombok Barat Gandeng TNI-Polri dan BNN, Gelar Razia Gabungan dan Tes Urine
Polisi Buru Penyebar Video Hoaks Pembakaran Dapur MBG di Lombok Tengah

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:23 WITA

PLN UP3 Bima Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor, Kelistrikan Diarahkan Dukung Ketahanan Pangan NTB

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:26 WITA

Dari Layanan Kelistrikan hingga Kepedulian Sosial, PLN Perkuat Kontribusi bagi Masyarakat Sumbawa

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:25 WITA

PLN Perluas Makna Pengabdian, Hadirkan Energi Inspirasi bagi Pendidikan Anak-anak Lombok Utara

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:29 WITA

Dari NTB ke Jepang, Bank NTB Syariah Gandeng Lembaga Pelatihan untuk Perkuat Pembiayaan Pemagangan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:36 WITA

Danantara Dorong BUMN Utamakan Pelanggan, PLN Masuk Dua Besar Layanan Terbaik

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:25 WITA

Efek MotoGP Mandalika, Pelindo Catat Lonjakan Penumpang 40 Persen dan Kendaraan 32 Persen

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:57 WITA

Bukan Hanya Balapan, Keandalan Listrik PLN Jadi Penopang Citra Mandalika di Panggung Dunia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:51 WITA

Mandalika Menuju Destinasi Wisata Berkelanjutan, PLN Hadirkan SPKLU Fast Charging Saat MotoGP 2026

Berita Terbaru