Warga Labuapi Tolak Pembangunan Akses Jalan Perumahan, Petani Persoalkan Pemindahan Saluran Irigasi

- Wartawan

Rabu, 2 September 2026 - 17:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah warga pemilik kavling membentangkan spanduk bertuliskan penolakan terhadap penggunaan jalan kavlingan untuk akses proyek perumahan yang dikembangkan PT Lambang Sejati. (Foto: Istimewa)

Sejumlah warga pemilik kavling membentangkan spanduk bertuliskan penolakan terhadap penggunaan jalan kavlingan untuk akses proyek perumahan yang dikembangkan PT Lambang Sejati. (Foto: Istimewa)

LOMBOK BARAT, Halontb.com — Puluhan warga kavlingan di RT 09 Dusun Labuapi Selatan, Desa Labuapi, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat, menyatakan penolakan terhadap penggunaan jalan lingkungan mereka sebagai akses menuju proyek perumahan Kaliana Residence.

Selain persoalan akses jalan, petani setempat juga mengeluhkan pemindahan saluran irigasi yang mereka nilai mengganggu pengairan sawah.

Perwakilan warga, Lalu Tony Erlan, menuturkan penolakan ini sudah bergulir sejak Juni 2025, saat pengembang PT Lambang Sejati pertama kali menyampaikan rencana penggunaan jalan kavling sebagai akses perumahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca juga: KPK Periksa Direktur Operasional PT AMGM Terkait Dugaan Korupsi yang Menjerat Mantan Bupati Lombok Barat

Menurutnya, sekitar 22 kepala keluarga pemilik kavling kompak menolak dan menandatangani surat pernyataan penolakan yang diketahui Kepala Desa Labuapi.

“Kami menolak akses jalan kavlingan milik warga digunakan sebagai akses jalan ke perumahan, dengan pertimbangan dampak sosial dan lingkungan,” ujar Tony.

Ia menambahkan, meski sempat ada mediasi di kantor desa dan kantor camat, tidak ada titik temu. Bahkan, hasil penelusuran warga ke Dinas PUPR menunjukkan izin pembangunan (IPR) telah terbit sejak 27 Maret 2024, jauh sebelum pengembang menemui warga pada Juni 2025 kejanggalan yang menurut warga menunjukkan proses tidak transparan.

Ketegangan sempat memuncak sekitar dua pekan lalu ketika pengembang berupaya memaksa masuk ke lokasi, namun dihalangi warga yang menutup portal jalan. Warga mengaku sempat didatangi sekelompok orang dari luar desa yang disebut ikut menebang pohon di jalan fasilitas umum tersebut.

Baca juga: Jelang Pilkades 2026, Asisten I Lobar: Konsistensi Bekerja adalah Kampanye Terbaik Incumbent

Terpisah, Menyikapi potensi konflik horizontal, Kapolsek Labuapi Selamet Riadi membenarkan pihaknya telah turun ke lokasi menyikapi laporan masyarakat terkait persoalan akses jalan tersebut.

Menurut Selamet, kedatangan polisi dilakukan untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus membuka ruang mediasi antara warga dan pihak pengembang.

“Untuk menjaga-jaga yang tidak diinginkan, kita berusaha aktivitasnya dihentikan sambil sementara menunggu untuk dilakukan mediasi atau pertemuan,” ujar Selamet.

Ia mengatakan pihaknya telah melakukan langkah persuasif sebanyak dua kali. Dalam penanganan tersebut, polisi meminta seluruh pihak menahan diri dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu konflik.

Baca juga: Kasus Djembank Mataram Masuki Babak Baru, Berkas Tersangka Pendorong Korban Koma Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan

Selamet menegaskan, selama belum terdapat kesepakatan antara warga dan pihak perusahaan, aktivitas pembangunan diminta untuk dihentikan sementara.

“Kita lakukan langkah persuasif dulu, menjaga ketertiban. Jangan ada aktivitas dulu. Kalau belum ada kesepakatan, jangan ada aktivitas, baik dari warga maupun dari PT,” katanya.

Polisi selanjutnya akan memfasilitasi pertemuan antara kedua belah pihak guna mencari penyelesaian atas persoalan tersebut.

Selain soal akses jalan, Pekasih (petugas pengairan) Labuapi Selatan, Juarsah, mengungkapkan penolakan serupa terkait pemindahan saluran irigasi tersier di sisi timur kantor Camat Labuapi.

Baca juga: Ngaku Pejabat Polda NTB, Pria 29 Tahun Tipu Pengusaha Lewat Modus Donasi Korban Kebakaran Sade

Ia menyebut pemindahan dengan pembelokan saluran, yang dilakukan dengan dalih pelebaran jalan, membuat aliran air melemah dan tidak maksimal.

“Petani sih maunya irigasinya kembali seperti semula, supaya enak. Ini saja petani sudah terganggu, ada yang padinya sudah tua mau panen,” kata Juarsah.

Ia menyebut sekitar 7 hektare sawah milik 34 petani terdampak oleh perubahan aliran tersebut, dan hingga kini belum ada penyelesaian meski pihaknya sudah mengadu ke Dinas Pertanian Provinsi.

Baca juga: Skor Integritas Jatuh, Aktivis Lobar: Jangan Berlindung di Balik Perintah Atasan, Wabup Harus Evaluasi OPD

Warga menilai proses pembangunan berjalan tanpa keterlibatan mereka secara layak, bahkan menuding aparat desa cenderung tidak responsif terhadap keberatan yang disampaikan.

Warga berharap pemerintah daerah turun tangan memastikan hak mereka atas jalan dan saluran irigasi tetap terjaga, serta proses perizinan proyek ditinjau ulang secara transparan.

Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari pihak PT Lambang Sejati terkait tudingan warga tersebut.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

HUT ke-20 Laskar NTB, Miq Tuan Dar Tegaskan Komitmen Setia Mendampingi Masyarakat
Kaca Truk Pecah Diduga Dilempar Petugas Jembatan Timbang Bertais, Dishub Lobar: Bukan Anggota Kami
Khairunnisa Qariah Asal Bima Juara 1 MTQ Nasional XXXI, NTB Naik ke Peringkat 9
WNA Berhasil Dievakuasi Selamat oleh Tim SAR Gabungan Usai Alami Kecelakaan di Gunung Rinjani
Ribuan Jamaah Tumpah Ruah di Alun-Alun Giri Menang, Muhasabah Akbar Bersama UAS Getarkan Lobar
352 Siswa di Lombok Tengah Diduga Keracunan Massal Usai Santap MBG
Polda NTB Hadirkan Solusi Cepat Krisis Air Gili Trawangan, Distribusi Kembali Normal
Lapas Lobar Dorong Ketahanan Pangan Lewat Panen Raya Padi 1,3 Hektare, Libatkan Warga Binaan

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:25 WITA

Efek MotoGP Mandalika, Pelindo Catat Lonjakan Penumpang 40 Persen dan Kendaraan 32 Persen

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:57 WITA

Bukan Hanya Balapan, Keandalan Listrik PLN Jadi Penopang Citra Mandalika di Panggung Dunia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:51 WITA

Mandalika Menuju Destinasi Wisata Berkelanjutan, PLN Hadirkan SPKLU Fast Charging Saat MotoGP 2026

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:45 WITA

Di Balik Gemuruh MotoGP Mandalika, Keandalan Listrik Jadi Penopang Penting Suksesnya Balapan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:41 WITA

Raul Fernandez Tercepat di Free Practice MotoGP Mandalika, PLN Siaga Kawal Kelistrikan Sirkuit

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:22 WITA

Beasiswa Bank NTB Syariah untuk 15 Mahasiswa Unram Disiapkan Berkelanjutan, Seleksi dan Evaluasi Jadi Perhatian

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:15 WITA

Bank NTB Syariah dan PDAM Lombok Timur Buka Ruang Inovasi, Kemitraan Strategis Disiapkan untuk Jangka Panjang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:38 WITA

500 Personel PLN Dikerahkan, Mandalika Memasuki Jam-Jam Penentuan Jelang MotoGP

Berita Terbaru