LOMBOK BARAT, Halontb.com — Operasi pencarian korban kecelakaan Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Putri Yasmin memasuki hari ketiga, Jumat, tanpa membuahkan hasil signifikan. Tim gabungan SAR menyisir area seluas lebih dari 200 mil laut di perairan selatan Bali menggunakan satu unit helikopter dan dua kapal negara, namun belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun bangkai kapal.
Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, mengatakan pencarian hari ketiga dimulai pukul 07.00 WITA dengan mengerahkan satu helikopter milik PT SGI dari Benoa untuk menyisir area seluas 100 mil persegi di selatan Pulau Bali. Namun setelah sekitar dua jam pencarian udara, tidak ditemukan indikasi apa pun.
“Melakukan pencarian kurang lebih selama 2 jam, tidak menemukan tanda-tanda ditemukannya korban maupun kapal KMP Yasmin di sekitar lokasi selatan Pulau Bali,” kata Hariyadi dalam konferensi pers.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Petugas SAR mengamati laut lepas di perairan selatan Bali saat pencarian hari ketiga korban KMP Putri Yasmin. Sejauh ini, empat penumpang masih belum ditemukan.unsur udara, tim SAR juga mengerahkan dua kapal negara, yakni KN SAR 220 milik Kantor SAR Mataram dan KMP Blongas milik TNI Angkatan Laut. KN SAR 220 menyisir wilayah seluas 60 mil laut ke arah barat daya dari lokasi awal kebakaran kapal, sementara KMP Blongas menyisir area seluas 48 mil laut di sekitar titik kejadian. Kedua kapal kembali ke Pelabuhan Lembar pada pukul 15.00 WITA tanpa hasil.
Dalam perkembangan lain, tim SAR menerima konfirmasi bahwa salah satu nama dalam daftar pencarian, Ratu Agung Sekar Ayu, dinyatakan selamat dan telah kembali ke rumah.
Menurut Hariyadi, yang bersangkutan sempat memesan tiket KMP Putri Yasmin, namun kemudian mengubah jadwal keberangkatan lebih awal, yakni pada 9 Agustus, dengan menumpang kapal lain, KMP Surya 777.
“Ternyata Ratu Agung ini tidak menyeberang menggunakan KMP Putri Yasmin di tanggal 12. Yang bersangkutan berangkat lebih awal, meski namanya tercatat di manifest,” ujar Hariyadi.
Baca juga: Wabup UNA Bersama Menhub dan Gubernur NTB Jenguk Korban KMP Putri Yasmin di RSUD Tripat
Dengan adanya klarifikasi tersebut, jumlah korban yang masih dicari berkurang dari lima menjadi empat orang, sementara jumlah korban meninggal dunia tetap satu orang.
Hariyadi menegaskan bahwa proses pencarian tidak membedakan latar belakang korban, termasuk soal profesi. Dari empat orang yang masih dicari, ia memastikan tidak ada warga negara asing (WNA), seluruhnya merupakan warga lokal berdomisili di Mataram dan Bali.
Ia juga mengungkapkan bahwa satu di antara korban yang dicari ternyata tidak tercatat dalam manifest resmi kapal. Suami dari korban tersebut, menurut Hariyadi, telah berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat menggunakan KMP Prama Kaliana. Dua nama korban asal Mataram yang disebutkan dalam pencarian adalah Ratu Ayu dan Yaser Arafat, yang akrab disapa Bayu.
Untuk hari keempat, tim SAR berencana melanjutkan penyisiran di sekitar perairan Sekotong menggunakan unsur laut, sembari menyebarkan informasi kepada warga dan nelayan setempat serta membroadcast peringatan kepada kapal-kapal lain melalui Vessel Traffic Service (VTS) Lembar dan VTS Benoa.
Baca juga: Perkuat Toleransi di NTB, PMB LP2M UIN Mataram Gelar Moderation Connect Ke-3
Hariyadi menambahkan, unsur udara berupa helikopter akan kembali dikerahkan apabila dibutuhkan untuk merespons temuan insidental. Ia memastikan operasi pencarian akan terus berlangsung selama tujuh hari sesuai prosedur standar SAR.
“Apabila korban tidak ditemukan selama 7 hari dan tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, maka operasi SAR bisa kita nyatakan selesai,” katanya.
Ia menambahkan, prioritas utama tim tetap pada penyelamatan korban jiwa, bukan pencarian bangkai kapal, sekalipun kapal ditemukan setelah masa operasi berakhir. Berdasarkan pemaparan peta pencarian, area yang disisir helikopter berada di selatan Pulau Bali dan masih termasuk wilayah perairan Indonesia.
Hariyadi menyebut, berdasarkan analisis arah arus, kapal maupun korban diperkirakan terbawa arus ke arah barat daya dari lokasi kejadian awal, dengan kemungkinan turut terbawa hingga ke luar wilayah perairan Indonesia belum dapat dipastikan.
Hingga berita ini diturunkan, pencarian terhadap empat korban KMP Putri Yasmin masih terus dilakukan oleh tim gabungan SAR bersama unsur TNI Angkatan Laut.










