LOMBOK BARAT, Halontb.com — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Lombok Barat menggelar panen raya padi di lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Rabu (9/9/2026). Panen ini menjadi bagian dari program ketahanan pangan sekaligus pembinaan kemandirian bagi warga binaan.
Kegiatan panen raya tersebut dipimpin Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Nusa Tenggara Barat (NTB), Ketut Akbar Herry Achjar, didampingi Kepala Lapas Kelas IIA Lombok Barat, Dadang Rais Saputro, bersama jajaran pemasyarakatan.
Lahan yang dipanen memiliki luas sekitar 1,3 hektare. Dalam pengelolaannya, Lapas Lombok Barat melibatkan enam warga binaan yang mengikuti seluruh proses budidaya, mulai dari pembibitan, perawatan tanaman hingga panen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca juga: 3.170 Warga Binaan di NTB Terima Remisi HUT ke-81 RI, 26 Orang Langsung Bebas
Kakanwil Ditjenpas NTB, Ketut Akbar Herry Achjar mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kontribusi jajaran pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus menjalankan program pembinaan bagi warga binaan.
“Dalam rangka Asta Cita Bapak Presiden Prabowo untuk ketahanan pangan dan 15 Program Aksi Menteri Imipas, di Lapas Lombok Barat bisa dilaksanakan kegiatan ketahanan pangan dengan memberdayakan warga binaan,” katanya saat panen raya.
Dari lahan seluas 1,3 hektare tersebut, hasil panen diproyeksikan mencapai sekitar 7 ton padi. Menurut Ketut, capaian tersebut menunjukkan lahan SAE dapat dikelola secara produktif dan memberikan manfaat ganda, baik dari sisi ketahanan pangan maupun pembinaan.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Lombok Barat, Dadang Rais Saputro, mengatakan program ketahanan pangan di Lapas Lombok Barat akan terus dikembangkan secara berkelanjutan. Selain tanaman padi, pihaknya menyiapkan pengembangan komoditas hortikultura, termasuk sayuran, yang disesuaikan dengan kondisi lahan.
“Untuk kegiatan ketahanan pangan khususnya padi, kami rutin. Karena melihat kontur tanah yang cocok, sehingga lebih memungkinkan untuk ditanami padi,” ujar Dadang.
Baca juga: Hari Pelanggan Nasional, ASDP Lembar Sapa Penumpang Lewat Aksi Sosial dan Perkuat Layanan
Ia menjelaskan, enam warga binaan yang terlibat dalam program tersebut mendapatkan pengalaman langsung dalam mengelola lahan pertanian.
“Untuk kegiatan ketahanan pangan khususnya persawahan, kami memberdayakan sekitar enam orang warga binaan. Kami kawal untuk melaksanakan kegiatan dari pembibitan, kemudian perawatan, sampai dengan panen,” katanya.
Menurut Dadang, program tersebut tidak hanya berorientasi pada hasil pertanian. Keterlibatan warga binaan diharapkan dapat membentuk keterampilan, kedisiplinan, pengalaman kerja, dan kemandirian yang dapat menjadi bekal setelah mereka kembali ke tengah masyarakat.
Panen raya padi di lahan SAE Lapas Lombok Barat pun menjadi bagian dari upaya menjadikan pembinaan warga binaan lebih produktif, sekaligus memperkuat kontribusi pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan.








