DPRD KSB dalam Prahara: Badai Skandal atau Sekadar Drama Penegakan Hukum?

- Wartawan

Jumat, 6 Maret 2026 - 15:40 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Malikur Rahman Iken, SH.. (Foto istimewa)

Malikur Rahman Iken, SH.. (Foto istimewa)

Oleh: Malikur Rahman Iken, SH.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa Barat tengah berada dalam pusaran badai persoalan yang kian hari kian mengusik kepercayaan publik. Lembaga yang seharusnya menjadi representasi suara rakyat itu kini justru diselimuti rangkaian kasus yang terus bermunculan, mencoreng wibawa institusi sekaligus menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat.

Sorotan publik sebelumnya tertuju pada polemik pengadaan combine harvester (alat panen padi) yang diduga melibatkan sejumlah anggota DPRD Sumbawa Barat yang masih aktif. Kasus ini hingga kini masih berada pada tahap penyelidikan dan belum juga menetapkan tersangka. Lambannya proses penanganan oleh Kejaksaan Negeri Sumbawa Barat membuat masyarakat bertanya-tanya, apakah penegakan hukum benar-benar berjalan, atau justru berjalan di tempat?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Persoalan tersebut sejatinya bukan perkara sepele. Program pengadaan alat panen padi berkaitan langsung dengan upaya peningkatan produktivitas pertanian serta penggunaan anggaran publik yang bersumber dari uang rakyat. Ketika dugaan penyimpangan mencuat namun tak kunjung menemukan kepastian hukum, maka yang tergerus bukan hanya anggaran negara, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga penegak hukum.

Belum reda polemik combine harvester, publik kembali dikejutkan dengan munculnya kasus lain yang diduga melibatkan salah satu anggota DPRD Sumbawa Barat yang masih aktif, yakni dugaan pemerasan. Kasus ini kini dalam tahap penyelidikan dan bahkan yang bersangkutan diketahui telah memenuhi panggilan pemeriksaan di Mabes Polri. Situasi ini semakin mempertebal kesan bahwa DPRD KSB sedang berada dalam masa-masa paling rentan terhadap krisis integritas.

Gelombang persoalan belum berhenti di sana. Informasi terbaru mengungkap adanya dugaan penggunaan ijazah palsu oleh salah satu anggota DPRD Sumbawa Barat. Dugaan tersebut kini telah dilaporkan secara resmi oleh RD kepada pihak berwenang. Mengingat salah satu syarat utama untuk menduduki kursi legislatif adalah kelengkapan dan keabsahan dokumen pendidikan, maka isu ini berpotensi menjadi persoalan serius yang menyangkut legitimasi moral maupun administratif seorang wakil rakyat.

Lebih mengkhawatirkan lagi, sumber terpercaya menyebutkan bahwa tidak tertutup kemungkinan akan muncul kasus baru yang menyeret oknum anggota dewan dalam dugaan penipuan. Modus yang disebut-sebut digunakan adalah menjanjikan proyek pembangunan kepada sejumlah pihak dengan imbalan sejumlah uang. Ironisnya, proyek yang dijanjikan tersebut diduga tidak pernah ada dan bahkan tidak tercatat dalam rencana kerja Pemerintah Kabupaten. Jika dugaan ini terbukti, maka persoalan yang dihadapi bukan sekadar pelanggaran etik, melainkan potensi tindak pidana yang serius.

Rangkaian kasus yang terus bermunculan ini membuat publik bertanya: apakah DPRD KSB sedang diterpa badai besar persoalan integritas, ataukah ini hanya potongan-potongan drama penegakan hukum yang tak pernah benar-benar mencapai klimaks?

Hingga saat ini, Ketua DPRD Sumbawa Barat, Kahar Uddin Umar, belum memberikan klarifikasi resmi terkait berbagai isu yang menyeret nama lembaga yang dipimpinnya. Di tengah situasi yang semakin memanas, masyarakat Sumbawa Barat menuntut transparansi serta keberanian aparat penegak hukum untuk menuntaskan setiap kasus secara terbuka dan adil.

Sebab, pada akhirnya yang dipertaruhkan bukan hanya nama individu, melainkan marwah lembaga perwakilan rakyat serta kepercayaan publik terhadap sistem demokrasi di daerah. Jika kasus-kasus ini dibiarkan mengambang tanpa kepastian, maka yang tersisa hanyalah satu hal, keraguan publik terhadap integritas wakil-wakil yang seharusnya berdiri di garis depan memperjuangkan kepentingan rakyat.

Facebook Comments Box

Editor : reza

Berita Terkait

E-Katalog dan Ilusi Transparansi Digital
Revitalisasi Bank Sampah: Kunci Keberhasilan Pengelolaan Sampah di Lombok
Hijau Bernilai: Ketika Pohon Sengon Menjadi Penyelamat Sumbawa
Menakar Peran Lembaga Nilai dalam Legislasi Daerah: Refleksi atas Perda Penyakit Masyarakat di KSB
TGB Pilih Saudara atau Sahabat?
Dukungan Penuh Rusmin Abdul Gani kepada Anindya Bakrie Sebagai Ketum Kadin Baru
Relativitas Bahasa dan Budaya
PENTINGNYA PENDIDIKAN DI ERA DIGITAL

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 08:37 WITA

Kabar Bahagia! 1.149 Napi di Lombok Barat Diusulkan Dapat Remisi Idul Fitri, 6 Orang Langsung Bebas

Jumat, 27 Februari 2026 - 19:31 WITA

Polda NTB Tetapkan Kabid PTK Dikbudpora Bima Sebagai Tersangka Pungli Tunjangan Guru

Jumat, 27 Februari 2026 - 05:04 WITA

Dari Bima ke Tanjung Balai: Jejak Pelarian Koko Erwin Terhenti, Skandal Narkoba dan Dugaan “Setoran” Aparat Kian Terbuka

Jumat, 27 Februari 2026 - 02:51 WITA

Breaking News: Buronan Interpol WNA Kazakhstan Ditangkap di Lombok!

Kamis, 26 Februari 2026 - 13:19 WITA

Fantastis! Polda NTB Sita Uang Tunai Rp3 Miliar Lebih dan 2,5 Kg Sabu dari Hasil Pengungkapan Kasus Narkoba

Kamis, 26 Februari 2026 - 09:48 WITA

Dari Sawah ke Halaman Pribadi? Skandal Pokir Combine Harvester KSB Dibongkar, Rp11,25 Miliar Dipertaruhkan

Kamis, 26 Februari 2026 - 09:38 WITA

Polemik Penonaktifan BUMDes Leseng, Ada Apa di Balik Kebijakan Kades?

Jumat, 20 Februari 2026 - 02:52 WITA

Grebek Mafia Beras di Kediri! Satgas Pangan NTB Amankan Terduga Pelaku Pengoplos Beras Subsidi

Berita Terbaru