LOMBOK BARAT, Halontb.com — Proses pemberangkatan jemaah haji asal Lombok Barat kembali berlanjut. Sebanyak 388 jemaah yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 8 dijadwalkan bertolak menuju Tanah Suci pada Kamis pagi, (30/4), dengan total 393 orang termasuk petugas pendamping.
Plt Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Lombok Barat, H. Suparlan, memastikan seluruh tahapan persiapan telah dilakukan secara maksimal, mulai dari pengumpulan logistik hingga koordinasi lintas instansi.
“Alhamdulillah, seluruh koper jemaah sudah diterima dan akan segera dikirim ke tingkat provinsi. Persiapan teknis bersama pemerintah daerah juga sudah dimatangkan sejak pagi, sehingga diharapkan proses pemberangkatan berjalan lancar tanpa kendala,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Suparlan menjelaskan, mekanisme keberangkatan tahun ini mengalami perbaikan signifikan dibanding tahun sebelumnya. Penataan alur masuk jemaah ke lokasi pemberangkatan dibuat lebih tertib dan nyaman, sehingga menghindari penumpukan massa.
Menurutnya, sistem sterilisasi area dan pengaturan sesi kedatangan jemaah terbukti efektif dalam mengurangi antrean dan kepadatan, sekaligus meningkatkan kenyamanan calon haji sebelum diberangkatkan.
Kloter 8 terdiri dari 388 jemaah dengan tambahan lima petugas, meliputi ketua kloter, pembimbing ibadah, tenaga medis, dan petugas haji daerah. Rombongan ini dipimpin oleh TGH. Lalu Fahmi Husain sebagai ketua kloter, didampingi pembimbing ibadah TGH. M. Zainuddin Abdul Hafiz, dokter Nima DP Febrina Sari, tenaga kesehatan Hendri Purwadi, serta petugas haji daerah Rahmat Arif Sudarsana.
Dari sisi demografi, jemaah tertua tercatat atas nama Nurul Hikmah (91 tahun) asal Banyu Urip, Gerung, sementara jemaah termuda adalah Rizkia Rahmawati Putri (24 tahun) dari Banyumulek, Kediri, yang berangkat melalui mekanisme pelimpahan porsi keluarga.
Di tengah persiapan pemberangkatan, kabar duka datang dari salah satu calon jemaah. Seorang peserta atas nama Makbul Muhsinin Umar (70), warga Jembatan Kembar, dilaporkan meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit.
Suparlan menyebut, almarhum sebelumnya dalam kondisi sehat dan aktif sebelum akhirnya mengalami penurunan kondisi kesehatan.
“Ini tentu menjadi duka bagi kita semua. Namun, kami langsung melakukan koordinasi untuk memastikan kursi yang kosong dapat diisi oleh jemaah pengganti dari kloter berikutnya,” jelasnya.
Pengganti jemaah tersebut diambil dari daftar calon haji Lombok Barat yang berada di kloter 15 dan bersedia diberangkatkan lebih awal.
Sementara itu, jemaah Lombok Barat yang telah lebih dulu tiba di Madinah dilaporkan dalam kondisi sehat. Beberapa keluhan ringan seperti pusing akibat perjalanan udara selama kurang lebih 10 jam dapat ditangani oleh tim medis.
Suparlan juga memastikan situasi keamanan di Tanah Suci tetap kondusif. “Jemaah dapat beribadah dengan tenang dan khusyuk. Tidak ada gangguan keamanan yang berarti,” katanya.
Kabar baik juga datang dari salah satu jemaah kloter sebelumnya yang sempat tertunda keberangkatannya karena alasan kesehatan. Setelah menjalani perawatan dan dinyatakan laik terbang, jemaah tersebut kini siap diberangkatkan, menunggu ketersediaan kursi di kloter berikutnya.
Menjelang keberangkatan, Ia mengimbau seluruh jemaah untuk menjaga kondisi fisik dan mental. Istirahat cukup serta kesiapan mental dinilai penting agar proses pemberangkatan berjalan lancar.
“Fokus pada ibadah, jaga kesehatan, dan luruskan niat. Itu yang paling utama,” pesan Suparlan.
Dengan seluruh persiapan yang telah dimatangkan, pemberangkatan kloter 8 Lombok Barat diharapkan berlangsung aman, tertib, dan lancar hingga tiba di Tanah Suci.
Editor : Reza
Sumber Berita : Taufik Nagata











