Usai KPK Tangkap Bupati LAZ, DPRD Soroti Kinerja Inspektorat: Kok Bisa Temuan Nihil Saat Dugaan Korupsi Besar Dibongkar?

- Wartawan

Rabu, 29 Juli 2026 - 23:51 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Personel Brimob Polda NTB mengawal tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat melakukan penggeledahan di Kantor Bupati Lombok Barat, terkait pengumpulan barang bukti dokumen dalam kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati Lombok Barat.(Foto: Istimewa)

Personel Brimob Polda NTB mengawal tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat melakukan penggeledahan di Kantor Bupati Lombok Barat, terkait pengumpulan barang bukti dokumen dalam kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati Lombok Barat.(Foto: Istimewa)

LOMBOK BARAT, Halontb.com – Ketua Komisi III DPRD Lombok Barat dari Fraksi PKB, Fauzi, melontarkan kritik tajam terhadap kinerja Inspektorat Kabupaten Lombok Barat menyusul terungkapnya dugaan tindak pidana korupsi yang kini ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Baca juga: Usai KPK Tangkap Bupati, Izzul Islam Desak Audit PDAM, Evaluasi Total Birokrasi, dan Hentikan Praktik Jabatan Titipan

Menurut Fauzi, besarnya temuan yang diungkap KPK menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas fungsi pengawasan internal pemerintah daerah yang selama ini dijalankan oleh Inspektorat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau Inspektorat bekerja sesuai regulasi yang benar, menurut saya pribadi, tidak akan terjadi musibah besar seperti yang terjadi di Lombok Barat hari ini,” ujar Fauzi, Rabu (29/7).

Baca juga: Penyidik KPK Angkut Dua Mobil Mewah Bupati Non-Aktif Lombok Barat dari Rumah Dinas

Ia menilai, kasus yang kini menjadi perhatian nasional seharusnya mampu dideteksi lebih awal oleh aparat pengawasan internal pemerintah (APIP).

“Hari ini KPK menemukan dugaan persoalan yang begitu besar. Masa iya Inspektorat tidak punya temuan sedikit pun?” katanya.

Baca juga: KPK Periksa 13 Saksi Kasus Dugaan Korupsi Bupati Lombok Barat Nonaktif

Fauzi mengaku Komisi III DPRD Lombok Barat beberapa kali memanggil sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk membahas program Masaro. Namun, menurutnya, laporan hasil pengawasan Inspektorat tidak menunjukkan adanya temuan yang signifikan.

“Yang muncul justru temuan-temuan kecil, misalnya Rp15 juta atau Rp20 juta. Sementara persoalan yang sekarang mencuat jauh lebih besar,” ujarnya.

Atas kondisi tersebut, Fauzi menduga kinerja Inspektorat belum berjalan sebagaimana mestinya.

“Kami menduga Inspektorat bekerja tidak sesuai regulasi yang ada,” tegasnya.

Baca juga: KPK Dalami Aliran Uang dan Cawe-Cawe Proyek, Semua Kadis di Lombok Barat Berpotensi Diperiksa

Politikus PKB itu juga mempertanyakan efektivitas fungsi pencegahan korupsi yang menjadi salah satu tugas utama Inspektorat sebagai aparat pengawas internal pemerintah.

“Kasus yang terjadi di Lombok Barat ini begitu besar bahkan menghebohkan secara nasional. Tetapi catatan Inspektorat tidak menunjukkan adanya temuan. Karena itu kami mempertanyakan bagaimana sebenarnya cara kerja Inspektorat dalam melakukan pencegahan,” katanya.

Saat ditanya apakah Inspektorat dinilai menutup mata terhadap dugaan penyimpangan, Fauzi menjawab secara tegas.

“Menurut saya, tutup mata dan gagal,” ujarnya.

Baca juga: Profil dan Harta Kekayaan Bupati Nonaktif Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini, yang Terjaring OTT KPK

Ia juga menegaskan bahwa aparatur sipil negara harus bekerja secara profesional dan tidak boleh dipengaruhi kepentingan tertentu.

“Pegawai negeri sipil harus profesional, bukan bekerja atas dasar pesanan. Kalau bekerja berdasarkan pesanan, bagaimana kita berharap birokrasi bisa berjalan dengan baik,” ucapnya.

Baca juga: KPK Geledah Dua Rumah Pribadi Bupati Nonaktif Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini

Fauzi mendorong Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Inspektorat maupun OPD lain yang dinilai tidak mampu menjalankan tugas secara optimal.

“Kalau menurut saya harus dievaluasi. Tidak ada alasan mempertahankan sesuatu yang gagal,” katanya.

Menurut Fauzi, kewenangan terkait pergantian pimpinan OPD sepenuhnya berada di tangan kepala daerah. Namun, ia menilai pejabat yang dinilai gagal tetap perlu diberikan evaluasi sesuai mekanisme yang berlaku.

Baca juga: Gubernur NTB Tunjuk Wabup Lombok Barat Jalankan Tugas Bupati

“Itu memang hak kepala daerah. Tetapi OPD-OPD yang gagal perlu mendapat evaluasi. Harapan kami, pemerintahan Lombok Barat ke depan melakukan evaluasi menyeluruh agar tata kelola pemerintahan menjadi lebih baik,” ujarnya.

Ia berharap evaluasi tersebut menjadi momentum pembenahan birokrasi sehingga sistem pengawasan internal pemerintah dapat berjalan lebih efektif dalam mencegah terjadinya penyimpangan di masa mendatang.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

BKD Mataram Akui PT Tukad Mas Pernah Sewa Lahan Karang Anyar, Tetapi Kepastian Status Tanah Masih Menunggu Telaah Pimpinan
Cegah Stunting Sejak dalam Kandungan, Ini Pesan Muazzim Akbar kepada Masyarakat
Pasca-OTT KPK, Aliansi Lobar Desak Wabup UNA Bumi Hanguskan Kroni LAZ di Tubuh Pemkab
Profil Shofiul Abidin Abror, S.H., Dari Aktivis Menuju Calon Kades Bagek Payung
BPN Lombok Barat Rampungkan Pengukuran PTSL di 80 Desa, 90 Ribu Bidang Tanah Terpetakan
PDI Perjuangan NTB Tegas! Musyafirin Dipecat Setelah Polemik Jabatan Komisaris Bank NTB Syariah
HUT ke-20 Laskar NTB, Miq Tuan Dar Tegaskan Komitmen Setia Mendampingi Masyarakat
Breaking News: Zulkifli Hasan Resmi Tunjuk Budi Santoso Pimpin PAN NTB hingga 2029

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:51 WITA

Tak Cukup Hadirkan Listrik, PLN NTB Bangun Budaya Selamat di Kalangan Pelaku UMKM Sumbawa

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:26 WITA

Setelah Delapan Tahun Absen, Bank NTB Syariah Kembali Salurkan KUR, Kuota Rp40 Miliar Disiapkan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:58 WITA

Keandalan Listrik Tak Cukup Dibangun dengan Infrastruktur, PLN Ingatkan Bahaya Aktivitas di Jalur SUTT

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:54 WITA

PLN Perkuat Infrastruktur Kelistrikan di NTB, Pengujian SLO PLTS Sengkol Jadi Langkah Jaga Pelayanan Publik

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:45 WITA

Saat Sumber Air Mengering di Lombok Utara, 90 Ribu Liter Air Bersih Mengalir Berkat Inisiatif Perempuan Desa Medana

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:49 WITA

Bank NTB Syariah dan Toko Ladang Perkuat Ekosistem Pengadaan Digital, Layanan Keuangan Terintegrasi Jadi Kunci

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:48 WITA

Keselamatan Petugas Jadi Kunci Keandalan Listrik, PLN UP3 Mataram Raih Penghargaan Nasional

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:02 WITA

Lebih dari Sekadar Terang, PLN Tegaskan Listrik Jadi Penopang Ekonomi Rakyat dan Masa Depan Generasi Bangsa

Berita Terbaru