352 Siswa di Lombok Tengah Diduga Keracunan Massal Usai Santap MBG

- Wartawan

Jumat, 11 September 2026 - 13:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana panik terlihat di SDN Beber, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, Jumat (11/9/2026). Sejumlah siswa diduga mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi makanan MBG.(Foto: Istimewa)

Suasana panik terlihat di SDN Beber, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, Jumat (11/9/2026). Sejumlah siswa diduga mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi makanan MBG.(Foto: Istimewa)

LOMBOK TENGAH, Halontb.com – Sebanyak 352 siswa berasal dari sejumlah sekolah di Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), diduga mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Jumat (11/9/2026). Para korban terpaksa dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

Berdasarkan laporan sementara dari Tim Surveilans Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah hingga pukul 12.30 WITA, gejala keracunan mulai muncul sekitar satu jam setelah para siswa menyantap makanan tersebut. Gejala yang dilaporkan meliputi pusing, mual, muntah, nyeri mulut dan perut, lemas, sesak napas, serta diare.

Baca juga: Kasus Aborsi Ilegal di NTB, Izin Praktik Dokter Dicabut dan Rumah Sakit Kena Sanksi

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk menampung lonjakan pasien, penanganan medis disebar ke empat fasilitas kesehatan terdekat dengan rincian sebagai berikut:

• Puskesmas Pringgarata: 142 korban
• Puskesmas Aik Darek: 124 korban
• Puskesmas Mantang: 67 korban
• Puskesmas Bagu: 17 korban

Insiden ini bermula ketika Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lombok Tengah Mekar Bersatu, yang berada di bawah naungan Yayasan Budi Sain Mangkling, mendistribusikan paket MBG ke sejumlah sekolah penerima manfaat. Pengantaran makanan dilakukan pada pukul 08.15 WITA dan dibagikan kepada siswa sekitar pukul 09.00 WITA.

Menu yang disajikan pada hari kejadian terdiri dari nasi, ayam goreng tepung, sayur, menu cacah, serta roti canai atau sejenisnya sebagai pelengkap. Rentang waktu kemunculan gejala tercatat antara pukul 09.10 hingga 12.15 WITA.

Baca juga: Polda NTB Hadirkan Solusi Cepat Krisis Air Gili Trawangan, Distribusi Kembali Normal

Kapolresta Lombok Tengah, Kombes Pol Heriyanto, mengonfirmasi bahwa setidaknya ada tiga sekolah yang terdampak dalam peristiwa ini. Saat ini, tim Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Lombok Tengah telah turun tangan untuk menyelidiki penyebab awal keracunan.

“Dari data awal ada tiga sekolah dan siswanya ini sudah dibawa ke empat puskesmas yang berbeda,” ujarnya, Jumat (11/9).

Heriyanto menekankan pentingnya kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) bagi penyedia layanan makanan. Ia mengimbau seluruh pihak SPPG di Lombok Tengah untuk memperketat pengawasan kualitas bahan baku, proses pengolahan, hingga jalur pendistribusian guna mencegah terulangnya insiden serupa.

“Dengan kejadian ini kita juga imbau yang jelas para SPPG ini menjalankan SOP dan segala aturan yang ada,” tegasnya.

Baca juga: Senator NTB Ustaz Farabi: P3K Masalah Nasional, DPD RI Kawal Penyelesaian Beban Fiskal Daerah

Investigasi Epidemiologi Berlanjut
Sementara itu, Tim Surveilans dari empat puskesmas terkait bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah masih melakukan investigasi epidemiologi mendalam. Fokus utama penyelidikan adalah mengidentifikasi komponen menu mana yang menjadi sumber kontaminasi utama.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah menyatakan bahwa angka 352 korban masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring dengan pemantauan lanjutan. Hingga berita ini diturunkan, status kesehatan sebagian besar korban terpantau stabil, meskipun beberapa masih dalam observasi ketat untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

Masyarakat dan orang tua siswa dihimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan petugas kesehatan setempat. Update terbaru mengenai hasil laboratorium dan kesimpulan akhir investigasi akan diumumkan oleh pihak berwenang dalam waktu dekat.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Erina Galery Wakili NTB di Panggung Mode Internasional, Bawa Semangat Kebangkitan Sade Pascakebakaran
MotoGP Mandalika 2026 Dimulai, Petugas Siaga Antisipasi Lonjakan Kendaraan
Kaca Truk Pecah Diduga Dilempar Petugas Jembatan Timbang Bertais, Dishub Lobar: Bukan Anggota Kami
WNA Berhasil Dievakuasi Selamat oleh Tim SAR Gabungan Usai Alami Kecelakaan di Gunung Rinjani
Kombes Agus Herli Pimpin Evakuasi Korban KM Virgo, Helikopter Dauphin Polri Diterjunkan ke Laut Kalimantan
352 Siswa Diduga Keracunan MBG di Lombok Tengah, Wakil Ketua DPR Desak Evaluasi Menyeluruh
Polda NTB Hadirkan Solusi Cepat Krisis Air Gili Trawangan, Distribusi Kembali Normal
Pencarian Hari Kedua, Nelayan Hilang di Perairan Areguling Ditemukan Meninggal Dunia

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:51 WITA

Tak Cukup Hadirkan Listrik, PLN NTB Bangun Budaya Selamat di Kalangan Pelaku UMKM Sumbawa

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:26 WITA

Setelah Delapan Tahun Absen, Bank NTB Syariah Kembali Salurkan KUR, Kuota Rp40 Miliar Disiapkan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:58 WITA

Keandalan Listrik Tak Cukup Dibangun dengan Infrastruktur, PLN Ingatkan Bahaya Aktivitas di Jalur SUTT

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:54 WITA

PLN Perkuat Infrastruktur Kelistrikan di NTB, Pengujian SLO PLTS Sengkol Jadi Langkah Jaga Pelayanan Publik

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:45 WITA

Saat Sumber Air Mengering di Lombok Utara, 90 Ribu Liter Air Bersih Mengalir Berkat Inisiatif Perempuan Desa Medana

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:49 WITA

Bank NTB Syariah dan Toko Ladang Perkuat Ekosistem Pengadaan Digital, Layanan Keuangan Terintegrasi Jadi Kunci

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:48 WITA

Keselamatan Petugas Jadi Kunci Keandalan Listrik, PLN UP3 Mataram Raih Penghargaan Nasional

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:02 WITA

Lebih dari Sekadar Terang, PLN Tegaskan Listrik Jadi Penopang Ekonomi Rakyat dan Masa Depan Generasi Bangsa

Berita Terbaru