Halontb.com – Hilangnya seorang pendaki muda di Gunung Slamet tidak hanya menjadi operasi pencarian, tetapi juga ujian ketahanan prosedur penyelamatan di medan ekstrem. Hingga awal Januari 2026, Syafiq Ridhan Ali Razan (18), pendaki asal Magelang, masih belum ditemukan setelah dinyatakan hilang kontak sejak pendakian akhir Desember lalu.
Upaya pencarian kini memasuki fase krusial. Basarnas bersama tim SAR gabungan kembali memperpanjang operasi pencarian selama dua hari, setelah sebelumnya dihentikan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Keputusan ini diambil menyusul belum adanya titik terang terkait keberadaan survivor.
Sebanyak 70 personel dikerahkan dan dibagi ke dalam empat tim penyisiran. Mereka berasal dari unsur Basarnas dan relawan dengan kualifikasi khusus untuk medan pegunungan. Area pencarian pun diperluas, menyesuaikan kemungkinan jalur yang dilalui korban saat turun gunung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Informasi perpanjangan operasi ini juga beredar luas di media sosial. Salah satunya disampaikan akun Instagram komunitas pendaki.
“Pencarian ananda Syafiq diperpanjang 2 hari, mohon bantuan tenaga dan doanya. Untuk yang bisa gabung, ditunggu di basecamp Dipajaya, mari dulur-dulur pendaki,” dikutip dari keterangan akun Instagram @gembelpendaki pada Selasa, 6 Januari 2026.
Di tengah upaya penyelamatan, dimensi kemanusiaan turut menguat. Ayah Syafiq, Dhani Rusman, bahkan sempat ikut naik gunung bersama relawan dari Posko Jayadipa pada Sabtu, 2 Januari 2026. Meski awalnya direncanakan mencapai pos 9, kondisi fisik dan situasi lapangan memaksanya kembali ke basecamp.
Sementara itu, dukungan juga datang dari Pemerintah Kota Magelang. Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, menegaskan bahwa pendampingan terhadap keluarga survivor terus dilakukan, meskipun SOP pencarian formal telah berakhir.
“Kami dari Pemkot Magelang terus membersamai keluarga, terus memantau perkembangan. Kami juga baru saja melakukan penggalangan dana. Ali adalah putra dari salah satu staf Pemkot Magelang,” ujarnya, dikutip dari laman resmi Pemkot Magelang pada Selasa, 6 Januari 2026.
“Kami mohon doa dari seluruh masyarakat agar diberikan yang terbaik. Walaupun SOP penyelamatan telah berakhir, kami tetap memantau,” imbuhnya.
Dana yang terkumpul, lanjut Damar, akan dialokasikan untuk kebutuhan logistik serta dukungan lain yang diperlukan selama pencarian lanjutan.
Adapun kronologi kejadian bermula pada Jumat, 27 Desember 2025. Syafiq mendaki Gunung Slamet melalui jalur Dipajaya, Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, bersama rekannya, Himawan Choidar Bahran. Keduanya berencana melakukan pendakian tektok atau tanpa menginap.
Namun di tengah perjalanan, Himawan mengalami kondisi tidak fit. Syafiq kemudian turun lebih dulu dengan tujuan mencari bantuan. Sejak saat itu, komunikasi terputus. Himawan akhirnya berhasil ditemukan oleh tim SAR pada Selasa, 30 Desember 2025, di sekitar pos 9.
Kasus ini menjadi pengingat serius tentang risiko pendakian cepat di gunung dengan karakter ekstrem seperti Slamet. Di sisi lain, perpanjangan pencarian menunjukkan bahwa upaya kemanusiaan tak selalu berhenti di batas prosedur, selama harapan masih ada dan keselamatan tetap menjadi prioritas.







