Komisi IV Desak Pemkab Lobar Segera Revitalisasi Sekolah Terdampak Banjir Demi Selamatkan IPM

- Wartawan

Jumat, 6 Februari 2026 - 00:03 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Lombok Barat, Dr. Syamsuriansyah, saat menyampaikan sorotan terkait kondisi infrastruktur pendidikan dan dampaknya terhadap penurunan IPM Lombok Barat.(Foto: Dok. Taufik Natanagara)

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Lombok Barat, Dr. Syamsuriansyah, saat menyampaikan sorotan terkait kondisi infrastruktur pendidikan dan dampaknya terhadap penurunan IPM Lombok Barat.(Foto: Dok. Taufik Natanagara)

Halontb.com — Kondisi infrastruktur pendidikan di Kabupaten Lombok Barat (Lobar) kini menjadi sorotan tajam. Ancaman bencana alam yang kerap merendam fasilitas sekolah dinilai telah melumpuhkan aktivitas belajar mengajar secara signifikan dan berdampak pada penurunan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) daerah.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Lombok Barat, Dr. Syamsuriansyah, mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi sekolah yang rentan terdampak bencana. Ia mencontohkan SMP 2 Labuapi dan sejumlah sekolah di wilayah Sekotong yang kerap terpaksa meliburkan siswa akibat banjir yang merendam bangunan hingga berminggu-minggu.

“Bencana tidak hanya melumpuhkan ekonomi, tetapi menghantam keras fondasi masa depan kita. Kami mendesak Pemerintah Daerah agar pembangunan fisik ke depan diarahkan pada revitalisasi bangunan pendidikan yang sudah tidak layak,” tegasnya, Rabu (4/2).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Politisi Perindo ini menyentil prioritas anggaran Pemkab Lobar yang dinilai masih terlalu fokus pada pembangunan fisik jalan dan irigasi. Padahal, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) seharusnya menjadi prioritas utama.

Berdasarkan data yang dipaparkannya, IPM Lombok Barat mengalami penurunan posisi dari peringkat keempat menjadi peringkat kelima pada tahun 2025-2026. Menurutnya, hal ini adalah alarm keras bahwa pengembangan SDM di Lombok Barat sedang mandek.

“Bagaimana kita bisa meningkatkan SDM jika fasilitas pengembangannya bermasalah? Penurunan peringkat IPM ini menunjukkan ada proses yang tidak berjalan sebagaimana mestinya,” tambahnya.

Sebagai strategi peningkatan IPM, Komisi IV mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) untuk menghidupkan kembali peran Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Dr. Syam (sapaan akrabnya) berharap PKBM tidak lagi sekadar formalitas, tetapi menjadi solusi konkret bagi anak putus sekolah melalui program Paket A (SD), Paket B (SMP), dan Paket C (SMA).

“Fungsi PKBM harus dievaluasi agar memiliki output nyata dalam mendongkrak Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS). Selain itu, akses Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) juga harus diperluas secara merata,” jelasnya.

Dr. Syam, menyatakan bahwa penggunaan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk perbaikan fasilitas pendidikan terdampak bencana sangat dimungkinkan. Namun, ia menekankan bahwa langkah tersebut sepenuhnya bergantung pada kebijakan Bupati dan wajib melalui mekanisme pergeseran anggaran yang melibatkan koordinasi antara eksekutif dan legislatif.

“BTT bisa saja digunakan, tetapi harus ada mekanisme yang jelas serta koordinasi dengan tim anggaran dan pimpinan DPRD agar prosesnya transparan dan akuntabel,” tegasnya.

Menutup pernyatannya, ketua fraksi Partai Perindo ini meminta Bupati Lombok Barat untuk konsisten dengan jargon “Based on Performance” atau basis kinerja dalam mengevaluasi jajarannya.

“Kami mengapresiasi langkah Bupati yang menekankan kompetensi. Namun, dengan adanya penurunan IPM ini, kami berharap pemerintah daerah melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap kinerja di lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Harus ada tindakan tegas agar kualitas pendidikan kita membaik,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Editor : reza

Sumber Berita : Taufik Natanagara

Berita Terkait

Kabar Baik, Pemkab Lobar Naikkan Kesejahteraan 1.448 PPPK Paruh Waktu, Ini Besarannya
Regulasi Baru Kemenag Terbit, MAN Lombok Barat Perkuat Pembatasan HP Siswa
Komisi I DPRD Lobar Apresiasi Kenaikan Penghasilan Guru PPPK Paruh Waktu, Pemkab Siapkan Rp11 Miliar
MAN Lombok Barat Terobos Batas Apresiasi: Ketua dan Wakil Ketua OSIS Terpilih Raih Beasiswa Komite
Estafet Kepemimpinan ORSIMA MAN Lobar Berlanjut, Kepala Madrasah Tekankan Inovasi dan Aksi Nyata
MAN Lombok Barat Gelar Pesta Demokrasi, Tiga Paslon Berebut Amanah Pimpin ORSIMA
Sumbangan Dipatok Rp150 Ribu Dipersoalkan Wali Murid, SMAN 1 Narmada Tegaskan Tak Ada Paksaan
Guru MAN Lombok Barat Didorong Adaptif, UNRAM Dampingi Implementasi CEFR dalam Pembelajaran Bahasa Inggris

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 13:27 WITA

Regulasi Baru Kemenag Terbit, MAN Lombok Barat Perkuat Pembatasan HP Siswa

Rabu, 23 September 2026 - 09:19 WITA

Komisi I DPRD Lobar Apresiasi Kenaikan Penghasilan Guru PPPK Paruh Waktu, Pemkab Siapkan Rp11 Miliar

Rabu, 23 September 2026 - 05:50 WITA

MAN Lombok Barat Terobos Batas Apresiasi: Ketua dan Wakil Ketua OSIS Terpilih Raih Beasiswa Komite

Senin, 21 September 2026 - 20:19 WITA

Estafet Kepemimpinan ORSIMA MAN Lobar Berlanjut, Kepala Madrasah Tekankan Inovasi dan Aksi Nyata

Sabtu, 19 September 2026 - 08:58 WITA

MAN Lombok Barat Gelar Pesta Demokrasi, Tiga Paslon Berebut Amanah Pimpin ORSIMA

Kamis, 17 September 2026 - 05:17 WITA

Sumbangan Dipatok Rp150 Ribu Dipersoalkan Wali Murid, SMAN 1 Narmada Tegaskan Tak Ada Paksaan

Selasa, 15 September 2026 - 12:33 WITA

Guru MAN Lombok Barat Didorong Adaptif, UNRAM Dampingi Implementasi CEFR dalam Pembelajaran Bahasa Inggris

Senin, 14 September 2026 - 00:43 WITA

Dua Siswa MAN Lombok Barat Melaju ke OMI Tingkat Provinsi 2026

Berita Terbaru

Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Nurul Adha (UNA), memberikan keterangan kepada sejumlah awak media seusai menghadiri rapat paripurna di DPRD Lombok Barat, Selasa (29/9/2026).(Foto: Halo NTB/Taufik).

Pemerintahan

Tiga Besar Calon Sekda Lombok Barat Segera Dipanggil Wabup UNA

Rabu, 30 Sep 2026 - 10:12 WITA