Kemampuan Bilingual Masyarakat Indonesia

- Wartawan

Minggu, 21 Januari 2024 - 15:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dani Saputri , Mahasiswa Program Studi Pendidikan bahasa Inggris, UNW Mataram, 2024 . (Foto Istimewa)

Dani Saputri , Mahasiswa Program Studi Pendidikan bahasa Inggris, UNW Mataram, 2024 . (Foto Istimewa)

Mahasiswa Program Studi Pendidikan bahasa Inggris, UNW Mataram, 2024

Tugas Akhir Mata Kuliah Psycholinguistics

Dosen Pengampu Mata Kuliah: M. Rajabul Gufron, S.Pd., M.A.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Indonesia, sebagai negara yang kaya akan keberagaman budaya dan etnis, menciptakan suatu konteks di mana kemampuan bilingual menjadi semakin penting. Dalam kerangka ini, bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi diimbangi dengan bahasa daerah dan seringkali bahasa Inggris sebagai bahasa kedua, mencerminkan kemampuan bilingual yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia. Mayoritas masyarakat Indonesia adalah bilingual dan/atau multilingual, karena mereka menggunakan dua bahasa atau lebih untuk berkomunikasi. Masyarakat Indonesia memiliki bahasa ibu, yang diperoleh sejak lahir, dan bahasa Indonesia yang dipelajari di sekolah. Keragaman bahasa daerah dan bahasa asing di Indonesia, seperti bahasa Inggris, menyebabkan orang dapat menguasai lebih dari satu bahasa. Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat Indonesia yang kita temui adalah masyarakat bilingual. Misalnya, masyarakat Sasak yang menggunakan bahasa Sasak dan bahasa Indonesia, masyarakat Banjar yang menggunakan bahasa Banjar dan bahasa Indonesia, masyarakat Jawa yang menggunakan bahasa Jawa dan bahasa Indonesia, dan lain-lain.

Pentingnya kemampuan bilingual terletak pada fakta bahwa Indonesia merupakan negara dengan lebih dari 700 bahasa daerah, menciptakan tantangan komunikasi antar-etnis. Kemampuan berbicara dalam bahasa daerah memungkinkan masyarakat untuk tetap terhubung dengan akar budaya mereka dan membangun hubungan yang kuat di dalam komunitas lokal. Selain itu, dengan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi, kemampuan bilingual memfasilitasi partisipasi aktif dalam kehidupan sosial, politik, dan ekonomi di tingkat nasional.

Bahkan, pada era digital seperti sekarang ini, bahasa Inggris menjadi kunci akses untuk informasi, pengetahuan, dan peluang internasional. Masyarakat Indonesia yang memiliki kemampuan bilingual dengan bahasa Inggris dapat lebih mudah beradaptasi dengan perkembangan global dan terlibat dalam kerja sama lintas-batas. Ini menciptakan peluang untuk pertukaran budaya, investasi, dan kerjasama internasional yang lebih efektif.

Namun, tantangan juga muncul seiring dengan kemampuan bilingual ini. Terkadang, penggunaan bahasa Inggris di tengah masyarakat Indonesia memunculkan kekhawatiran akan potensi hilangnya keaslian bahasa daerah. Oleh karena itu, perlu diterapkan pendekatan yang seimbang, mendukung pengembangan kedua bahasa tanpa mengorbankan nilai-nilai kultural dan identitas lokal.

Untuk itu, kemampuan bilingual masyarakat Indonesia tidak hanya mewakili alat komunikasi yang efektif, tetapi juga sebuah jembatan untuk mengatasi perbedaan budaya dan mengakses peluang global. Pendidikan yang mempromosikan kedua bahasa, bahasa daerah dan bahasa Indonesia, serta bahasa Inggris, menjadi kunci untuk menciptakan masyarakat yang berdaya saing di tingkat nasional dan internasional.

Penulis : Dani Saputri

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Di Balik Kilau Tambang: Menakar Dampak AMNT bagi Masyarakat KSB
DPRD KSB dalam Prahara: Badai Skandal atau Sekadar Drama Penegakan Hukum?
E-Katalog dan Ilusi Transparansi Digital
Revitalisasi Bank Sampah: Kunci Keberhasilan Pengelolaan Sampah di Lombok
Hijau Bernilai: Ketika Pohon Sengon Menjadi Penyelamat Sumbawa
Menakar Peran Lembaga Nilai dalam Legislasi Daerah: Refleksi atas Perda Penyakit Masyarakat di KSB
TGB Pilih Saudara atau Sahabat?
Dukungan Penuh Rusmin Abdul Gani kepada Anindya Bakrie Sebagai Ketum Kadin Baru

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 09:19 WITA

Komisi I DPRD Lobar Apresiasi Kenaikan Penghasilan Guru PPPK Paruh Waktu, Pemkab Siapkan Rp11 Miliar

Rabu, 23 September 2026 - 05:50 WITA

MAN Lombok Barat Terobos Batas Apresiasi: Ketua dan Wakil Ketua OSIS Terpilih Raih Beasiswa Komite

Senin, 21 September 2026 - 20:19 WITA

Estafet Kepemimpinan ORSIMA MAN Lobar Berlanjut, Kepala Madrasah Tekankan Inovasi dan Aksi Nyata

Sabtu, 19 September 2026 - 08:58 WITA

MAN Lombok Barat Gelar Pesta Demokrasi, Tiga Paslon Berebut Amanah Pimpin ORSIMA

Kamis, 17 September 2026 - 05:17 WITA

Sumbangan Dipatok Rp150 Ribu Dipersoalkan Wali Murid, SMAN 1 Narmada Tegaskan Tak Ada Paksaan

Selasa, 15 September 2026 - 12:33 WITA

Guru MAN Lombok Barat Didorong Adaptif, UNRAM Dampingi Implementasi CEFR dalam Pembelajaran Bahasa Inggris

Senin, 14 September 2026 - 00:43 WITA

Dua Siswa MAN Lombok Barat Melaju ke OMI Tingkat Provinsi 2026

Minggu, 13 September 2026 - 07:16 WITA

Sisihkan 24 Sekolah, MAN Lombok Barat Juara FUTSALSIX 2026 Lewat Laga Dramatis

Berita Terbaru