Resmi! Kasat Narkoba Polres Bima Kota Ditetapkan sebagai Tersangka dan Dipecat Tidak Hormat

- Wartawan

Senin, 9 Februari 2026 - 15:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Muhammad Kholid menyampaikan keterangan pers terkait penetapan tersangka kasus narkotika yang melibatkan Kasat Narkoba Polres Bima Kota, di Mapolda NTB, Mataram.(Dok.istimewa)

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Muhammad Kholid menyampaikan keterangan pers terkait penetapan tersangka kasus narkotika yang melibatkan Kasat Narkoba Polres Bima Kota, di Mapolda NTB, Mataram.(Dok.istimewa)

Mataram, Halontb.com — Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi menetapkan Kepala Satuan (Kasat) Narkoba Polres Bima Kota sebagai tersangka dalam kasus penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Selain menghadapi proses pidana, perwira polisi tersebut juga dijatuhi sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) melalui sidang etik Polri.

Penetapan ini disampaikan langsung oleh Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Muhammad Kholid, dalam konferensi pers di Mataram, Senin (3/2/2026) sore. Ia menegaskan bahwa langkah tegas ini merupakan bukti komitmen Polda NTB dalam menegakkan hukum tanpa pandang bulu, termasuk terhadap anggotanya sendiri.

Kholid menjelaskan, kasus ini bermula dari pengembangan penyelidikan Ditresnarkoba Polda NTB terhadap jaringan narkotika di wilayah NTB. Dari pemeriksaan terhadap seorang bandar berinisial K-E, penyidik memperoleh informasi adanya dugaan keterlibatan oknum anggota Polri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan informasi tersebut, Bidang Propam bersama Ditresnarkoba segera memeriksa Kasat Narkoba Polres Bima Kota. Pada 3 Februari 2026, yang bersangkutan menjalani tes urine dan hasilnya positif mengandung amfetamin dan metamfetamin atau sabu.

Tidak berhenti di situ, dalam pemeriksaan lanjutan, oknum tersebut mengakui menyimpan sabu seberat 488 gram netto di rumah dinasnya di Asrama Polres Bima Kota. Barang bukti tersebut kemudian disita sebagai alat bukti utama dalam perkara ini.

Berdasarkan minimal dua alat bukti yang sah, penyidik meningkatkan status perkara ke tahap penyidikan dan menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka. Saat ini, ia telah ditahan untuk kepentingan proses hukum lebih lanjut.

Tersangka dijerat dengan pasal berlapis, antara lain:

* Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,
* Jo UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP,
* Jo UU No. 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana,
* atau Pasal 609 ayat (2) huruf a UU No. 1 Tahun 2023 jo UU No. 1 Tahun 2026.

Ancaman hukuman dalam pasal tersebut sangat berat karena menyangkut peredaran narkotika dalam jumlah besar.

Selain proses pidana, Polda NTB juga menggelar sidang kode etik terhadap tersangka. Hasilnya, ia dijatuhi sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) atau dipecat dari dinas kepolisian.

“Tidak ada toleransi terhadap anggota Polri yang terlibat narkoba, sekalipun memiliki jabatan strategis. Integritas adalah harga mati,” tegas Kombes Kholid.

Ditresnarkoba Polda NTB kini terus mengembangkan kasus ini untuk mengungkap jaringan pemasok sabu yang diduga terkait dengan tersangka. Berdasarkan keterangan awal, narkotika tersebut rencananya akan diedarkan ke wilayah Sumbawa.

Polda NTB juga mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain, termasuk isu aliran dana ke oknum tertentu. Namun, hingga saat ini belum ada tersangka tambahan.

Terkait posisi Kapolres Bima Kota, Kholid menyatakan bahwa Bidang Propam akan melakukan pemeriksaan jika diperlukan, tetapi belum ada pemanggilan resmi.

Polda NTB menegaskan bahwa penanganan kasus ini dilakukan secara profesional, transparan, dan berlandaskan asas praduga tak bersalah. Setiap perkembangan penyidikan akan disampaikan kepada publik melalui media.

Kasus ini disebut sebagai momentum bagi Polri untuk memperkuat pengawasan internal dan pembinaan integritas personel di seluruh jajaran.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Polda NTB Selamatkan Rp2,8 Miliar Uang Negara dari Korupsi Mebel SMK, Kasus Resmi Dilimpahkan ke Jaksa
Hakim Vonis Bebas Eks Pejabat BPN Lobar dalam Kasus Dugaan Korupsi Aset Pemkab
Sempat Kabur ke Bali, Tersangka Pemerkosaan di Gili Trawangan Berhasil Dibekuk Polisi
“Kado Pahit” HUT ke-68 Lombok Barat, DPP KASTA NTB Laporkan Tiga Dugaan Korupsi ke Kejati NTB
Polsek Kuripan Ringkus Pemuda Terduga Pencuri Motor Tetangga di Lombok Barat
Aksi Bejat di Lombok Barat: Remaja Jadi Korban Pemerkosaan, Identitas Pelaku Terkuak Usai Bayi Lahir
Hasil Identifikasi Polres Lombok Barat: Kematian Pria di Banyumulek Murni Bunuh Diri
Polda NTB Ungkap 3 Kasus Prostitusi di Kota Mataram Selama Operasi Pekat Rinjani 2026

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 14:17 WITA

Resmi! Gajah Muda Nusantara Akan Gelar Kongres Nasional Perdana di NTB

Sabtu, 7 Maret 2026 - 17:44 WITA

Ketua Umum Laskar Gibran Bertemu Wapres Gibran, Laporkan Program Strategis dan Penguatan Peran Pemuda

Sabtu, 7 Maret 2026 - 09:03 WITA

Safari Ramadan di Central HWM Center, Wabup Sumbawa Barat Hj. Hanipah Serahkan Bantuan untuk Petugas Kebersihan dan Ajak Warga Jaga Lingkungan

Rabu, 25 Februari 2026 - 11:15 WITA

IPR Jalan di Tempat, Koalisi Pemuda NTB Semprot Pemprov: Jangan Cuma Obral Janji Manis!

Jumat, 13 Februari 2026 - 01:21 WITA

Refleksi Setahun Kepemimpinan Amar–Hanipah: Turunkan Stunting, Perkuat KSB Maju

Rabu, 11 Februari 2026 - 00:03 WITA

Laskar Gibran Gelar Konsolidasi Nasional Daring, Ranggalawe: Perkuat Barisan Hingga Akar Rumput

Minggu, 8 Februari 2026 - 08:41 WITA

Lalu Winengan Ingatkan Pengurus DPD KNPI Melalui Pesan Menohok, Ini Isinya !

Sabtu, 7 Februari 2026 - 15:56 WITA

Potret Nakhoda Baru: Daud Gerung Resmi Dilantik Jadi Ketua DPD KNPI NTB 2025–2028

Berita Terbaru