Tahun lalu, PLN telah membangun pembangkit EBT sebesar 623 megawatt (MW) yang mayoritas adalah pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Menurut Darmawan, pada 2022 PLN akan menambah kapasitas terpasang pembangkit EBT sebesar 228 MW.
Adapun rinciannya yakni, pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) akan beroperasi 45 MW, PLTA dan pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTM) akan bertambah 178 MW, dan pembangkit listrik tenaga bioenergi sebesar 5 MW.
“Tak hanya menggencarkan pembangunan pembangkit EBT, PLN juga secara paralel menjalankan skenario mempensiunkan lebih awal (early retirement) pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) secara bertahap hingga 2056 mendatang,” tegas Darmawan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain mempensiunkan PLTU, PLN juga menggunakan teknologi “ultra-supercritical” dan “co-firing” pada PLTU yang saat ini masih beroperasi. Adapun, “co-firing” ini akan diterapkan di 52 PLTU.
Darmawan mengatakan, PLN juga menjalankan program dieselisasi melalui konversi pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) di daerah remote
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya







