LOMBOK BARAT, Halontb.com – Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Muazzim Akbar, mengungkap fakta baru terkait mantan Ketua DPW PAN NTB, Lalu Ahmad Zaini (LAZ), yang sebelumnya diberhentikan dari jabatannya usai terjerat operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Menurut Muazzim, sebelum terjerat perkara hukum, LAZ diduga sempat melakukan pendekatan politik dengan jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra untuk memperoleh posisi sebagai Ketua DPD Partai Gerindra NTB. Saat itu, LAZ masih menjabat sebagai Ketua DPW PAN NTB.
Baca juga: Gaspol Jelang 2029, PAN NTB Kukuhkan 1.500 Relawan dan Siapkan 12 Ribu Pasukan di Lombok
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pernyataan tersebut disampaikan Muazzim usai menghadiri Pelantikan Relawan dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) PAN NTB di Gor Tripat Gerung, Lombok Barat, Sabtu (1/8/2026).
“Saya harus sampaikan kepada media, ternyata yang bersangkutan saat masih menjabat Ketua DPW PAN pernah diam-diam menawarkan dirinya menjadi Ketua DPD Gerindra. Bahkan sudah bertemu berkali-kali, termasuk dengan Pak Dasco,” ujarnya.
Muazzim menilai langkah tersebut bertentangan dengan etika politik karena dilakukan ketika LAZ masih memegang amanah sebagai pimpinan PAN di tingkat provinsi.
“Nah ini orang tidak paham etika berpolitik. Saat masih menjadi Ketua DPW PAN, malah diam-diam melamar ingin menjadi Ketua DPD Gerindra di NTB,” katanya.
Baca juga: Sehari Sebelum OTT KPK, NasDem Terima LKPJ APBD 2025: KNPI Lobar Desak Penjelasan Terbuka
Muazzim mengaku informasi mengenai manuver politik tersebut diperoleh langsung dari Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan. Ia menyebut persoalan itu telah diketahui oleh pimpinan pusat partai.
“Justru Ketua Umum sendiri yang menyampaikan informasi ini langsung kepada saya. Bagaimana bisa saat masih menjabat ketua di DPW PAN, malah melamar ingin menjadi ketua partai lain,” ujarnya.
Meski demikian, Muazzim mengaku tidak mengetahui secara pasti motif di balik upaya LAZ mendekati Gerindra. Ia enggan berspekulasi apakah langkah tersebut berkaitan dengan persiapan menghadapi kontestasi politik mendatang, termasuk kemungkinan Pemilihan Gubernur NTB.
“Itu saya tidak tahu, apakah targetnya ingin maju sebagai calon gubernur atau ada kepentingan politik lainnya. Yang jelas, menurut saya itu tidak mencerminkan komitmen terhadap partai yang dipimpinnya saat itu,” ucapnya.
Muazzim menegaskan dinamika internal tersebut tidak memengaruhi soliditas PAN di NTB. Menurutnya, setelah dilakukan pembenahan organisasi, konsolidasi partai justru berjalan semakin baik di seluruh daerah.
“Apakah berpengaruh? Sama sekali tidak ada. PAN justru semakin solid. Kami sekarang terus melakukan konsolidasi di seluruh kabupaten dan kota di NTB,” katanya.
Baca juga: KPK Periksa 13 Saksi Kasus Dugaan Korupsi Bupati Lombok Barat Nonaktif
Ia juga menargetkan PAN menjadi partai pemenang pada Pemilu 2029 di Provinsi NTB melalui penguatan struktur partai dan kerja politik yang lebih intensif di tengah masyarakat.
“Insyaallah kami akan terus turun ke masyarakat. Target kami bukan hanya menjadi pemenang kedua atau ketiga, tetapi menjadi partai nomor satu di Nusa Tenggara Barat pada Pemilu 2029. Mohon doa dan dukungannya,” pungkas Muazzim.










