LOMBOK BARAT, Halontb.com – Dinamika menjelang Kongres VII Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) semakin menghangat. Salah satu agenda penting yang telah berlangsung adalah debat kandidat calon Ketua Umum BM PAN masa bakti 2026–2031 yang digelar pada Ahad (21/6/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Debat tersebut menjadi bagian dari rangkaian menuju Kongres VII BM PAN yang dijadwalkan berlangsung di Banten pada 10–12 Juli 2026. Forum itu dimanfaatkan para kandidat untuk memaparkan visi, misi, serta gagasan strategis dalam membawa organisasi kepemudaan sayap Partai Amanat Nasional (PAN) ke arah yang lebih progresif.
Enam kandidat tercatat bersaing dalam kontestasi pemilihan Ketua Umum BM PAN periode 2026–2031. Mereka adalah Slamet Ariyadi, Mora Harahap, Mitra Fakhruddin, Maulana Muhammad, Riyan Hidayat, dan Husmaluddin.
Di tengah persaingan tersebut, Ketua BM PAN Lombok Barat, Fatur Rahman, menyatakan dukungannya kepada Mitra Fakhruddin. Menurutnya, sosok Mitra memiliki gagasan yang relevan dengan tantangan organisasi kepemudaan di era saat ini.
Fatur menilai kongres mendatang harus menjadi momentum regenerasi kepemimpinan yang mampu menghadirkan energi baru bagi organisasi. Ia berharap BM PAN dapat melahirkan pemimpin yang inovatif dan mampu meningkatkan partisipasi generasi muda dalam perjuangan politik PAN.
“Kami berharap Kongres nanti menjadi wadah regenerasi di tingkat DPP, melahirkan pemimpin baru yang mampu menciptakan inovasi dan kreasi sesuai perkembangan zaman guna meningkatkan partisipasi pemuda dalam memenangkan Partai Amanat Nasional. Menurut saya, sosok yang paling tepat adalah Saudara Mitra Fakhruddin,” ujar Fatur.
Menurutnya, visi yang disampaikan Mitra Fakhruddin dalam debat kandidat menunjukkan arah yang jelas mengenai masa depan BM PAN. Salah satu gagasan utama yang disoroti adalah menjadikan BM PAN sebagai episentrum pergerakan pemuda Indonesia sekaligus katalisator kemenangan PAN di era kolaborasi.
Selain itu, Mitra juga menawarkan konsep penguatan organisasi melalui inkubasi ide yang responsif terhadap berbagai isu strategis nasional. Gagasan tersebut dipadukan dengan program pemberdayaan ekonomi dan kewirausahaan pemuda melalui jejaring lintas sektor.
Fatur menilai pendekatan tersebut penting untuk memastikan organisasi tidak hanya aktif dalam aktivitas politik, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi kader, khususnya dalam penguatan kapasitas dan kemandirian ekonomi.
Dalam sesi debat, Mitra Fakhruddin juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap kader-kader BM PAN yang selama ini telah berjuang membesarkan partai. Ia mempertanyakan mekanisme distribusi kader agar dapat memperoleh ruang dan posisi strategis sesuai kapasitas serta pengabdiannya.
Bagi Fatur, pertanyaan tersebut mencerminkan kepedulian Mitra terhadap masa depan kader muda PAN. Ia menilai keberpihakan kepada kader merupakan salah satu aspek penting yang harus dimiliki oleh pemimpin BM PAN ke depan.
“Kalimat itu menunjukkan betapa pedulinya Saudara Mitra terhadap kader-kader BM PAN agar mampu berdaya dan berkembang, termasuk dari sisi ekonomi dan penguatan peran di partai,” katanya.
Menjelang berakhirnya debat kandidat, Mitra Fakhruddin menyampaikan pernyataan yang mendapat perhatian peserta forum. Ia meminta ruang yang lebih besar bagi BM PAN untuk berkontribusi dalam perjuangan partai.
“Izinkan Mas Viva, berikan ruang kepada BM PAN, berikan panggung kepada BM PAN, dan Insya Allah BM PAN akan main penuh untuk Partai Amanat Nasional yang kita cintai,” ujar Mitra dalam pernyataan penutupnya.
Kongres VII BM PAN di Banten nantinya akan menjadi penentu arah kepemimpinan organisasi selama lima tahun ke depan. Siapa pun yang terpilih, kader berharap BM PAN semakin solid, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu menjadi wadah strategis dalam membangun peran generasi muda bagi kemajuan PAN dan bangsa.











