FORMAL Resmi Lahir Pasca OTT Bupati Lobar, Media Bersatu Tolak Praktik Pilih Kasih dan Pengkotakan Pers

- Wartawan

Jumat, 31 Juli 2026 - 12:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto bersama sejumlah wartawan dan pemilik media di Lombok Barat usai musyawarah pembentukan Forum Media Lombok Barat (FORMAL) yang berlangsung di Kedai Ranger.(Foto: Istimewa)

Foto bersama sejumlah wartawan dan pemilik media di Lombok Barat usai musyawarah pembentukan Forum Media Lombok Barat (FORMAL) yang berlangsung di Kedai Ranger.(Foto: Istimewa)

LOMBOK BARAT, Halontb.com – Momentum Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Lombok Barat dinilai menjadi titik balik bagi ekosistem pers di daerah tersebut. Merespons situasi tersebut, puluhan wartawan dan pemilik media lokal sepakat membentuk Forum Media Lombok Barat (FORMAL), sebuah wadah baru yang bertujuan mengakhiri praktik politik pengkotakan media dan memastikan akses informasi yang setara bagi seluruh insan pers.

Pembentukan forum ini secara resmi dikukuhkan melalui musyawarah yang berlangsung di Kedai Ranger, Lombok Barat, pada Selasa (28/7/2026). Dalam pertemuan tersebut, para peserta secara aklamasi menetapkan Muhammad Hamdani sebagai Ketua FORMAL untuk periode 2026–2029. Ia akan didampingi oleh Alhadi Muiz (Wakil Ketua), Nurdin (Sekretaris), dan Fitriah (Bendahara).

Baca juga: Sehari Sebelum OTT KPK, NasDem Terima LKPJ APBD 2025: KNPI Lobar Desak Penjelasan Terbuka

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kelahiran FORMAL tidak lepas dari kegelisahan panjang kalangan jurnalis terhadap pola hubungan antara pemerintah daerah dan media massa. Selama ini, kerap muncul persepsi adanya perlakuan berbedaatau pilih kasih terhadap media tertentu dalam hal akses informasi maupun kerja sama publikasi.

Muhammad Hamdani terpilih sebagai Ketua Forum Media Lombok Barat (FORMAL) periode 2026-2029.

Muhammad Hamdani, Ketua terpilih FORMAL, menegaskan bahwa organisasi ini lahir bukan untuk menciptakan konfrontasi, melainkan untuk menyatukan kekuatan pers demi profesionalisme.

“FORMAL tidak lahir untuk mencari lawan. Kami lahir untuk menyatukan media, memperjuangkan profesionalisme, dan memastikan seluruh insan pers memiliki ruang yang sama dalam menjalankan fungsi jurnalistik,” ujar Hamdani usai terpilih.

Baca juga: Harumkan Nama NTB, Tiga Siswa MAN Lombok Barat Raih Medali di Masmirah Championship 2026

Ia menekankan bahwa pers merupakan pilar demokrasi yang harus diperlakukan secara setara. Kemitraan dengan pemerintah, menurutnya, harus dibangun di atas fondasi keterbukaan dan kualitas karya jurnalistik, bukan berdasarkan kedekatan personal atau relasi eksklusif.

“Sudah saatnya kita meninggalkan pola-pola yang berpotensi menimbulkan kesan eksklusivitas. Pemerintah adalah milik seluruh masyarakat, sehingga akses informasi publik juga harus terbuka bagi seluruh media yang bekerja secara profesional,” tambah Hamdani.

Baca juga: Wakil Bupati Lombok Barat Tinjau MTs Nujumul Huda Terbakar, Pemda Siapkan Bantuan Rehabilitasi

Nama FORMAL dipilih sebagai akronim dari Forum Media Lombok Barat, namun juga membawa nilai filosofis yang ingin dijunjung tinggi oleh organisasi ini: Profesional, Objektif, Responsif, Mandiri, Akuntabel, dan Loyal kepada kepentingan masyarakat.

Melalui nilai-nilai tersebut, FORMAL berkomitmen untuk memperkuat kapasitas anggotanya, menegakkan Undang-Undang Pers serta Kode Etik Jurnalistik, dan membangun kolaborasi sehat tidak hanya dengan eksekutif, tetapi juga dengan DPRD, aparat penegak hukum, dunia usaha, dan elemen masyarakat lainnya.

Baca juga: Harumkan Nama NTB, Tiga Siswa MAN Lombok Barat Raih Medali di Masmirah Championship 2026

Para pendiri FORMAL memandang momen pasca-OTT KPK sebagai kesempatan emas untuk mereset hubungan antara pemangku kebijakan danFourth Estate (pers). Mereka berharap tata kelola pemerintahan yang baik ke depan dapat berjalan seiring dengan transparansi informasi.

“Dengan kepengurusan baru periode 2026–2029, FORMAL membawa harapan agar tidak ada lagi sekat yang memisahkan insan pers. Yang dikedepankan adalah integritas dan kepentingan publik, karena pers yang kuat akan melahirkan demokrasi yang sehat dan pemerintahan yang lebih akuntabel,” tutup Hamdani.

FORMAL telah menyatakan kesiapannya untuk berdialog dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat guna merumuskan mekanisme keterbukaan informasi yang lebih inklusif dan transparan.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Usai KPK Tangkap Bupati LAZ, DPRD Soroti Kinerja Inspektorat: Kok Bisa Temuan Nihil Saat Dugaan Korupsi Besar Dibongkar?
Pasca OTT Bupati Lobar, Aktivis dan LSM Bentuk FBI: Desak Bersihkan Dinasti LAZ dan Evaluasi Total Birokrasi
Miq Tuan Dar Apresiasi Langkah Humanis Kapolres Baru Lombok Barat, Siap Bersinergi Jaga Kamtibmas
Tingkatkan Standar Pelayanan, ASDP Lembar Resmi Terapkan Sistem Zonasi dan Face Recognition
Polemik Berakhir Damai, Ponpes Al-Ishlahuddiny Terima Permohonan Maaf tvOne dan Imbau Jamaah Jaga Kondusivitas
Porprov XII Resmi Dibuka, Gubernur Pacu Prestasi Atlet dan Kesiapan PON 2028
Polemik Penyetopan Truk di Lombok Barat: Fakta Mediasi Terkuak, Dana CSR Disorot, Sopir Ancam Demo
BAZNAS Lombok Barat Klarifikasi Dugaan Pungli, Tegaskan Program Edukasi dan Transformasi Mustahik

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 23:47 WITA

Warga Gerung Ditemukan Meninggal di Rumah, Polisi Lakukan Penyelidikan, Keluarga Tolak Autopsi

Kamis, 9 Juli 2026 - 16:13 WITA

Eksekusi Lahan Tanpa Juru Sita di Babussalam, Langkah Kades Kuripan Tuai Kecaman Ahli Waris

Sabtu, 30 Mei 2026 - 00:08 WITA

Dua Bocah Hilang Terseret Ombak di Ampenan, Polisi dan SAR Bergerak Melakukan Pencarian

Berita Terbaru