Dr. Syamsuriansyah Apresiasi Capacity Building Bupati LAZ, Dorong Perspektif Futuristik Kepala OPD

- Wartawan

Jumat, 13 Februari 2026 - 08:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prof. Dr. Syamsuriansyah.(Foto istimewa)

Prof. Dr. Syamsuriansyah.(Foto istimewa)

Lombok Barat, Halontb.com – Agenda ‘Capacity Building’ yang digelar Pemerintah Kabupaten Lombok Barat bagi jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mendapat apresiasi dari kalangan legislatif. Program yang diinisiasi Bupati Lombok Barat, H. Lalu Ahmad Zaini, dinilai sebagai langkah strategis dalam membangun birokrasi yang solid, visioner, dan adaptif terhadap tantangan pembangunan daerah.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari itu diikuti 75 pejabat struktural eselon II dan III A, termasuk para sekretaris dinas. Seluruh rangkaian agenda dipusatkan di Makorem 162/Wira Bhakti sebagai bagian dari pembinaan kapasitas sekaligus penguatan karakter kepemimpinan di lingkungan OPD.

Anggota DPRD Lombok Barat, Assoc. Prof. Dr. Syamsuriansyah, MM., M.Kes., CELM., CHRM., menilai program tersebut sebagai terobosan positif yang mampu membentuk perspektif futuristik para kepala OPD dalam merancang dan mengakselerasi pembangunan Lombok Barat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, percepatan pembangunan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kesamaan visi, kekompakan, dan sinergi kuat antara kepala daerah dengan seluruh perangkatnya.

“Bupati tidak bisa bekerja sendiri. Perlu keterlibatan penuh dan sinergi kuat dari para kepala OPD untuk mempercepat proses pembangunan. Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk menyamakan persepsi dan memperkuat komitmen,” ujarnya, Jumat (13/2).

Dr. Syam (sapaan akrabnya) yang juga menjabat Ketua Fraksi Perindo DPRD Lombok Barat menegaskan, peningkatan kualitas birokrasi tidak hanya menyentuh aspek administratif dan teknis, tetapi juga mentalitas, kepemimpinan, serta pola pikir progresif yang berorientasi pada hasil.

Kendati mengapresiasi program tersebut, ia mengingatkan agar capacity building tidak berhenti pada kegiatan seremonial atau rutinitas tahunan tanpa dampak nyata.

“Yang tidak boleh adalah kegiatan ini terkesan hanya menghabiskan APBD. Harus ada buahnya, ada nilai tambah setelah kegiatan ini,” tegasnya.

Ia berharap, pasca kegiatan tersebut akan lahir inovasi-inovasi konkret dari masing-masing OPD, termasuk strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai indikator penting keberhasilan kinerja pemerintah daerah.

“Harapan kami sebagai legislatif, ada peningkatan PAD dan inovasi-inovasi baru yang lahir dari kepala-kepala OPD,” katanya.

Salah satu poin utama yang disoroti adalah pentingnya kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, agenda ini menjadi momentum memperkuat harmonisasi antar-OPD guna menghindari ego sektoral dalam pelaksanaan program pembangunan.

Ia mencontohkan pentingnya koordinasi dalam penanganan bencana. Dalam kondisi darurat, OPD dituntut bergerak cepat tanpa terhambat persoalan teknis maupun administratif.

“Ketika ada bencana, mereka tidak lagi bertanya ‘anggarannya di mana’. Dinas PU, DLH, PDAM, dan lainnya harus langsung berkolaborasi dengan baik,” jelasnya.

Selain aspek manajerial, Dr. Syam juga menilai program tersebut berdampak positif terhadap kesiapan fisik dan mental para kepala OPD.

“Ini langkah baik dalam rangka menyiapkan kepala-kepala OPD yang berjiwa sehat, bermental sehat, dan memiliki psikologis yang kuat,” ucapnya.

Ia menekankan bahwa kesehatan fisik dan mental menjadi fondasi penting bagi pemimpin birokrasi dalam mengambil keputusan strategis yang berdampak luas bagi masyarakat.

Lebih jauh, ia memandang kegiatan ini dapat menjadi sarana evaluasi kinerja OPD secara konstruktif. Ia bahkan membuka wacana penataan organisasi guna meningkatkan efisiensi anggaran, termasuk kemungkinan penggabungan OPD yang memiliki fungsi serupa.

“Saya pernah menyampaikan kepada Bupati, jika ada OPD yang hampir sama kebermanfaatannya, bisa dikaji untuk merger. Efisiensi anggaran penting agar penggunaan APBD benar-benar optimal,” ujarnya.

Menurutnya, langkah tersebut harus dipandang sebagai bagian dari reformasi birokrasi demi meningkatkan efektivitas pelayanan publik dan memastikan anggaran daerah digunakan secara tepat sasaran.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengusulkan agar program serupa dapat dipertimbangkan bagi jajaran legislatif apabila kondisi anggaran memungkinkan. Ia menilai kesamaan perspektif antarfraksi penting dalam menjalankan fungsi pengawasan, legislasi, dan penganggaran.

“Kami di DPRD juga perlu sehat secara otak, fisik, dan cara berpikir agar keputusan yang diambil benar-benar mewakili rakyat, bukan kepentingan pribadi,” tegasnya.

Program pembinaan kapasitas dan penguatan karakter kepemimpinan kepala OPD ini diharapkan mampu melahirkan peningkatan kinerja, strategi pembangunan yang lebih inovatif, serta tata kelola pemerintahan yang semakin efektif dan akuntabel.

Dengan kolaborasi yang solid antara eksekutif dan legislatif, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat optimistis percepatan pembangunan dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan, sejalan dengan komitmen membangun birokrasi yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada hasil demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ketua BUMDes Giri Sasak: Sosialisasi Empat Pilar TGH Ibnu Khalil Sangat Bermanfaat bagi Warga
Pinjaman ‘Senyap’ Rp118,8 Miliar PT AMGM Disorot: KASTA NTB Ultimatum DPRD Segera Lakukan Audit Independen!
Lalu Ivan Indaryadi Apresiasi Program Irigasi Sari Yuliati di Desa Tempos, Dongkrak Produktivitas Tani
Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati Serahkan Program Irigasi di Desa Tempos, Dorong Peningkatan Produktivitas Petani
Sinergi BPKH dan Komisi VIII DPR RI, Hj. Lale Syifaun Nufus Edukasi Warga Mataram soal Pengelolaan Dana Haji
Lombok Barat Gebrak Pembangunan: Bupati LAZ Siapkan 1 Miliar Per Desa dan 100 Juta Per Dusun
Terseret Isu Dana Proyek PJU, Komisi IV DPRD NTB Siap Panggil Instansi Terkait
DPRD Soroti Ironi Kuripan: Jadi Penyangga, tapi Jalan Masih Tanah dan Puskesmas Tanpa Rawat Inap

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 15:19 WITA

Naik Drastis! Jumlah Kendaraan di Pelabuhan Lembar Melonjak Hingga 40 Persen

Sabtu, 28 Maret 2026 - 04:44 WITA

KUR Nol Persen di Depan Mata, Bank NTB Syariah Siapkan Layanan Cepat dan Terintegrasi

Jumat, 27 Maret 2026 - 04:35 WITA

NTB Terang Benderang di Hari Raya, Cadangan Listrik Aman, PLN Panen Apresiasi

Rabu, 25 Maret 2026 - 01:39 WITA

SPKLU Kian Masif, Mudik Ramah Lingkungan Jadi Tren Baru di NTB

Minggu, 22 Maret 2026 - 01:30 WITA

45 SPKLU Disiagakan PLN NTB, Mudik Kendaraan Listrik Kini Lebih Tenang dan Terjamin

Sabtu, 21 Maret 2026 - 01:23 WITA

Idulfitri Tanpa Kedip Listrik, PLN NTB Jamin Pasokan Stabil Saat Salat Id

Jumat, 20 Maret 2026 - 01:14 WITA

Takbiran Penuh Cahaya di Mataram, PLN Pastikan Listrik Stabil di Tengah Lonjakan Aktivitas

Selasa, 17 Maret 2026 - 07:06 WITA

Bank NTB Syariah, Pertumbuhan Nyata Tertutup Beban Sementara

Berita Terbaru