Sempat Jadi Sorotan Publik, Ini Penjelasan Kepala MAN Lobar Soal Aturan ‘Lock the Gate’

- Wartawan

Jumat, 13 Februari 2026 - 01:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala MAN Lombok Barat H. Kemas Burhan saat memberikan klarifikasi terkait kebijakan “Lock the Gate” di lingkungan madrasah.(Foto istimewa)

Kepala MAN Lombok Barat H. Kemas Burhan saat memberikan klarifikasi terkait kebijakan “Lock the Gate” di lingkungan madrasah.(Foto istimewa)

Lombok Barat, Halontb.com – Penerapan aturan disiplin “Lock the Gate” di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Lombok Barat tengah menjadi sorotan publik. Kebijakan yang mengatur pembatasan akses masuk bagi siswa yang datang terlambat itu memicu respons dari sejumlah elemen pemuda dan masyarakat.

Sebagai bentuk klarifikasi, beberapa perwakilan masyarakat mendatangi pihak madrasah untuk bersilaturahmi sekaligus berdialog secara langsung. Pertemuan tersebut dilakukan guna mendapatkan penjelasan menyeluruh terkait tujuan dan mekanisme penerapan kebijakan, sekaligus meluruskan berbagai persepsi yang berkembang di tengah publik.

Menanggapi hal itu, Kepala MAN Lombok Barat, H. Kemas Burhan, M.Pd., memberikan klarifikasi bahwa kebijakan tersebut murni bertujuan memperkuat pembinaan karakter dan kedisiplinan siswa, bukan untuk menutup akses pendidikan bagi peserta didik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami ingin anak-anak tertata dalam pola hidup disiplin. Di madrasah, bukan hanya transfer knowledge yang kami utamakan, tetapi bagaimana perilaku kehidupan mereka terintegrasi dengan ilmu yang diberikan,” ujarnya saat ditemui awak media, Kamis (12/2).

H. Kemas mengakui penggunaan istilah “lock the gate” sempat menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa istilah tersebut tidak dimaksudkan sebagai penguncian gerbang secara permanen.

“Lock itu bukan berarti digembok dan dikunci. Gerbang tetap dibuka dan ditutup seperti biasa. Maksudnya adalah pembatasan sebagai bagian dari pembiasaan disiplin, agar kebiasaan datang terlambat bisa diperbaiki,” jelasnya.

Program tersebut, lanjutnya, baru berjalan sekitar satu minggu dan masih dalam tahap sosialisasi serta evaluasi. Pihak madrasah sengaja membuka ruang respons publik sebagai bagian dari proses penyempurnaan kebijakan.

Kebijakan ini lahir dari hasil pemantauan internal terhadap meningkatnya angka keterlambatan siswa. Dari total sekitar 600–700 siswa, jumlah yang datang terlambat dinilai sudah melampaui batas kewajaran.

“Kalau hanya belasan siswa, mungkin masih bisa dimaklumi karena alasan darurat. Namun ketika jumlahnya puluhan bahkan mendekati ratusan, tentu perlu ada langkah pembenahan,” ungkapnya.

Meski demikian, madrasah tetap memberikan toleransi bagi siswa yang mengalami kondisi darurat, seperti kendala kendaraan atau keperluan keluarga yang mendesak. Mereka tetap diperkenankan mengikuti pembelajaran setelah melalui pendekatan yang komunikatif.

Namun untuk keterlambatan yang telah melewati batas tertentu, misalnya mendekati satu jam, pihak madrasah melakukan pembatasan demi menjaga ketertiban proses belajar mengajar dan memberikan keadilan bagi siswa yang sudah disiplin sejak awal.

“Kami tidak pernah menghardik atau menghakimi. Pendekatannya tetap persuasif dan edukatif,” tegas H. Kemas.

Sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas, kebijakan tersebut telah dievaluasi melalui rapat bersama komite madrasah, dewan guru, dan staf. Setidaknya dua kali rapat evaluasi telah digelar untuk memetakan berbagai masukan, termasuk soal penggunaan istilah yang dianggap kurang tepat.

“Reaksi yang muncul menjadi bahan evaluasi untuk kita sempurnakan. Niat kami murni bagaimana madrasah semakin maju dan anak-anak tumbuh disiplin serta berakhlak,” katanya.

Ia juga mengajak peran aktif orang tua dalam mendampingi anak, mengingat usia remaja membutuhkan perhatian dan pendekatan emosional yang tepat.

“Anak-anak ini tidak bisa di-judge dengan kata-kata yang menjatuhkan. Mereka perlu dibimbing dengan bahasa yang mendidik dan penuh kedekatan,” ujarnya.

Menurut H. Kemas, pembiasaan disiplin sejak dini merupakan investasi karakter bagi masa depan siswa. Ia menekankan bahwa pendidikan tidak hanya soal capaian akademik, tetapi juga pembentukan tanggung jawab dan etika kehidupan.

“Usia terus berjalan. Jangan sampai di kemudian hari muncul penyesalan karena tidak dibiasakan disiplin sejak sekarang. Kami ingin anak-anak ini kelak hidup bahagia, mandiri, dan bertanggung jawab,” tuturnya.

Ia berharap masyarakat dapat memandang kebijakan tersebut secara proporsional dan memahami semangat pembinaan yang mendasarinya.

“Perlu dicatat, ini murni kesungguhan kami sebagai pendidik. Target kami jelas: madrasah maju, siswa disiplin, dan berakhlak,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

MAN Lombok Barat Ukir Prestasi Gemilang: 8 Siswa Tembus PTN Jalur SNBP 2026, Satu Lolos Kedokteran Unram
Tembus Kedokteran Unram Jalur SNBP 2026, Jasmine Elmira Hakim Harumkan Nama MAN Lombok Barat
Dari SMAN 1 Lembar Ke Mataram: Pameran Seni Rupa siap di Gelar Di taman Budaya NTB
Manfaatkan Momentum Ramadhan, MAN Lombok Barat Gelar Panen Berkah Hidroponik di Greenhouse Madrasah
Refleksi Nuzulul Qur’an MAN Lobar: Luncurkan Ramadhan Camp Full Day hingga Panen Berkah Hidroponik
Gaji PPPK PW Cuma Rp250 Ribu, Komisi I DPRD Lobar Panggil OPD untuk Evaluasi Kebijakan
Peringati Nuzulul Qur’an 1447 H, SMAN 1 Gerung Gelar Bedah Buku dan Buka Puasa Bersama
Proyek Renovasi 11 Madrasah di Pulau Sumbawa Senilai Rp61 Miliar Mulai Bergulir, MIN 1 Sumbawa Barat Capai Progres Awal

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 20:06 WITA

Soroti Belanja Pegawai 34%, Lobar di Ambang Krisis Fiskal, DPRD: Jangan Sampai Nasib P3K Dikorbankan!

Rabu, 1 April 2026 - 14:31 WITA

Polemik Mesin Masaro Lobar Memanas: DPRD Endus Kejanggalan Anggaran BTT, Kasta NTB Desak APH Turun Tangan

Rabu, 1 April 2026 - 14:19 WITA

Hearing Publik: PPS Desak Kemenhaj NTB Sanksi Tegas Travel Nakal Buntut Jamaah Umrah Terlantar

Selasa, 31 Maret 2026 - 15:45 WITA

Viral Protes Pajak Parkir di Batu Bolong, Begini Penjelasan Bapenda Lobar!

Senin, 30 Maret 2026 - 05:40 WITA

Dari Desa hingga Nasional, Setahun Haerul Warisin Dinilai Sukses Ubah Wajah Lombok Timur

Minggu, 29 Maret 2026 - 07:55 WITA

Dari Ka’bah ke Ketidakpastian: Jamaah Umroh NTB Jadi Korban, Negara Ditantang Bertindak

Jumat, 27 Maret 2026 - 15:13 WITA

Arus Balik H+4 Lebaran 2026: Penumpang Lembar–Padangbai Melandai, ASDP Siaga Antisipasi Lonjakan Akhir Pekan

Senin, 23 Maret 2026 - 01:59 WITA

LPK ARK Jinzai Solusi Group Bidik 1.000 Slot ke Jepang: Tak Sekadar Kirim Kerja, Tapi Ubah Nasib Lewat Bahasa

Berita Terbaru