Selain kemah di Kantor Gubernur NTB, Fathurrahman menerangkan bahwa pihaknya juga telah menyiapkan langkah lain. Jika tuntutan tetap tak digubris, mereka akan menyegel kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).
“Langkah berikutnya kami para kontraktor akan menyegel kantor BPKAD,” ucap Fathurrahman dengan tegas.
Di tempat yang sama, Ahmad Amrullah kontraktor asal Lombok Barat mengkritisi alibi yang selama ini sering disampaikan pihak pemprov NTB. Terutama berkaitan dengan musabab belum terbayarnya proyek tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Alasan adanya wabah covid-19 dan bencana alam dinilai sudah tidak bisa diterima. Jika covid-19 jadi alasan, mengapa event internasional seperti Motocross Grand Prix (MXGP) tetap ngotot dilaksanakan.
“Kami menyayangkan pernyataan gubernur yang menyebut covid sebagai kambing hitam. Kalau alasannya covid, kok event-event internasional di NTB seperti MXGP tetap jalan? Coba uang itu dipakai bayar utang,” bebernya.







