Home / NTB

10 Tahun Stagnan, LOGIS NTB Desak Revisi Gaji DPRD untuk Dorong Profesionalisme

- Wartawan

Rabu, 1 Januari 2025 - 05:41 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Logis NTB, M Fihiruddin. (Foto: istimewa)

Direktur Logis NTB, M Fihiruddin. (Foto: istimewa)

Halontb.com – Direktur Lombok Global Institut (LOGIS) NTB, M. Fihiruddin, mengangkat isu yang selama ini jarang dibahas, yakni gaji anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Menurutnya, setelah 10 tahun tanpa perubahan, sudah waktunya gaji para wakil rakyat ini disesuaikan agar selaras dengan perkembangan ekonomi dan tuntutan kerja yang semakin berat.

“Setiap tahun UMR dan UMK di NTB meningkat, tetapi gaji anggota DPRD justru stagnan selama satu dekade. Ini adalah situasi yang tidak seimbang. Bagaimana kita bisa mengharapkan kinerja terbaik dari mereka jika kebutuhan hidup mereka tidak diperhatikan?” kata Fihiruddin saat ditemui di Mataram.

Ia menjelaskan bahwa kenaikan gaji bukan hanya soal pemenuhan kebutuhan personal, tetapi juga untuk meningkatkan profesionalisme dan etos kerja para legislator. Menurutnya, dengan gaji yang layak, para anggota dewan dapat lebih fokus dalam menjalankan tugas-tugas legislasi, pengawasan, dan penganggaran, tanpa terganggu oleh kekhawatiran finansial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Membandingkan dengan NTT: Gaji Tinggi Meski PAD Rendah

Fihiruddin kemudian membandingkan situasi di NTB dengan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia mengungkapkan bahwa gaji anggota DPRD di NTT mencapai Rp70 juta per bulan, jauh lebih tinggi dibandingkan anggota DPRD NTB yang hanya menerima Rp53 juta per bulan. Padahal, Pendapatan Asli Daerah (PAD) NTT jauh lebih kecil, hanya sekitar Rp1,8 triliun, dibandingkan NTB yang mencapai lebih dari Rp2,6 triliun.

“Ini sangat kontras. PAD NTB lebih besar, tapi gaji anggota DPRD kita masih jauh tertinggal. NTT dengan PAD yang lebih kecil justru mampu memberikan kesejahteraan lebih baik kepada anggota dewan mereka,” ujarnya dengan nada kritis.

Fakta ini, menurut Fihiruddin, menunjukkan bahwa NTB sebenarnya memiliki ruang anggaran untuk menyesuaikan gaji DPRD tanpa mengganggu stabilitas keuangan daerah. Ia juga menyebut bahwa langkah ini akan menjadi investasi jangka panjang dalam memperbaiki kinerja para legislator daerah.

“Jika NTT saja mampu, maka NTB sebenarnya lebih dari mampu. Ini hanya soal keberanian pemerintah daerah untuk memprioritaskan kesejahteraan sekaligus profesionalisme para wakil rakyat,” tambahnya.

Harapan untuk Transparansi dan Akuntabilitas

Namun, Fihiruddin tidak menutup mata terhadap kritik yang mungkin muncul dari masyarakat. Menurutnya, kenaikan gaji harus diiringi dengan transparansi penggunaan anggaran serta peningkatan kinerja nyata dari para anggota DPRD.

“Rakyat harus diberi penjelasan bahwa kenaikan gaji ini bukan hanya untuk kesejahteraan anggota dewan, tetapi juga untuk mendukung kinerja yang lebih baik. Transparansi adalah kunci. Kita harus memastikan setiap rupiah dari anggaran daerah digunakan untuk kepentingan masyarakat luas,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa kenaikan gaji harus disertai dengan mekanisme evaluasi kinerja yang ketat. Hal ini penting agar masyarakat dapat melihat dampak positif dari kebijakan tersebut.

“Dengan gaji yang lebih baik, kita punya hak untuk menuntut kinerja yang lebih baik pula. Ini adalah hubungan timbal balik yang harus dijaga,” ujarnya.

Wacana kenaikan gaji DPRD NTB membuka diskusi yang lebih luas tentang bagaimana pemerintah daerah memprioritaskan pengelolaan anggaran. Perbandingan dengan NTT menjadi bukti bahwa NTB memiliki potensi besar untuk memberikan kesejahteraan yang lebih baik bagi para legislatornya.

Kini, semua mata tertuju pada pemerintah dan DPRD NTB. Akankah mereka berani mengambil langkah maju untuk memperbaiki sistem yang ada, atau justru terjebak dalam status quo? Yang jelas, publik akan terus memantau, dan tuntutan untuk transparansi dan akuntabilitas tidak akan surut.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Izin Tambang Rakyat NTB Mandek: Benarkah Karena Gubernur Abaikan Presiden? Simak Jawaban Teknis ESDM
Sinergi FDIK UIN Mataram dan Kemenhaj: Menstandardisasi Kompetensi Pembimbing Haji di Era Baru.
Kado Terindah Awal Tahun! 2.997 Tenaga Honorer Lobar Akhirnya Resmi Berstatus ASN
Pemprov NTB dan Direktorat PPA Polda NTB Kolaborasi Berantas Kejahatan Siber Terhadap Perempuan dan Anak
VIRAL! Potret Memprihatinkan Janda Miskin Ekstrem di Kuripan Selatan, Menanti Uluran Tangan Pemerintah
Dari Bantuan Hingga Asesmen, YBM PLN Petakan Luka Banjir di Sekotong Lombok Barat
Akses Lumpuh Total, DPRD Lombok Barat Minta Perbaikan Jembatan Sedau Jadi Prioritas Utama
Sadis dan Misterius! Mr X Ditemukan Tewas Terbakar di Sekotong, Polisi Selidiki Unsur Pembunuhan

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 15:22 WITA

Resmi! Kasat Narkoba Polres Bima Kota Ditetapkan sebagai Tersangka dan Dipecat Tidak Hormat

Rabu, 4 Februari 2026 - 05:26 WITA

Digugat PMH, BTN Cabang Mataram Terancam Uji Legalitas Appraisal dan Lelang Aset

Selasa, 3 Februari 2026 - 01:21 WITA

Tragis, Ayah Tebas Anak Kandung di Lombok Barat: Polisi Naikkan Status ke Penyidikan

Selasa, 3 Februari 2026 - 01:16 WITA

Berbekal Rekaman CCTV, Tim Puma Polda NTB Berhasil Tangkap Residivis Jambret Lintas Wilayah

Jumat, 30 Januari 2026 - 07:42 WITA

Oknum Pimpinan Ponpes di Lotim Dilaporkan Atas Dugaan Persetubuhan Terhadap Santriwati

Selasa, 27 Januari 2026 - 12:50 WITA

Satu Jam Menunggu di Samping Api, Ini Pengakuan Pria yang Tega Bakar Ibu Kandungnya.

Selasa, 27 Januari 2026 - 12:27 WITA

Anak Bunuh Ibu Kandung, Jenazah Dibakar di Sekotong untuk Hilangkan Jejak

Senin, 26 Januari 2026 - 10:50 WITA

Terkuak! Kades Sekotong Barat Ungkap Teka-teki Mobil Putih di Balik Tragedi Penemuan Mayat Terbakar

Berita Terbaru