Kritik Aturan “Lock the Gate”, Sujirman: Siswa Terlambat Lebih Aman Dibina di Dalam Sekolah

- Wartawan

Kamis, 12 Februari 2026 - 09:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala MAN Lombok Barat, H. Kemas Burhan, M.Pd., saat memberikan klarifikasi terkait kebijakan kedisiplinan “Lock the Gate” yang tengah menjadi sorotan publik.(Foto istimewa)

Kepala MAN Lombok Barat, H. Kemas Burhan, M.Pd., saat memberikan klarifikasi terkait kebijakan kedisiplinan “Lock the Gate” yang tengah menjadi sorotan publik.(Foto istimewa)

Lombok Barat,Halontb.com– Kebijakan kedisiplinan bertajuk “Lock the Gate” yang diterapkan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Lombok Barat (Lobar), menuai kritik dari kalangan pemuda dan masyarakat. Aturan yang membatasi akses masuk bagi siswa yang terlambat ini dinilai berpotensi menyulitkan peserta didik serta menimbulkan kegaduhan publik.

Sorotan disampaikan Ketua Majelis Pemuda Indonesia (MPI) KNPI Lobar, H. Sujirman, yang menilai penggunaan istilah “Lock the Gate” yang dipersepsikan sebagai “dikunci mati” kurang tepat dan berisiko menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.

Menurutnya, menutup gerbang sekolah hanya karena keterlambatan beberapa menit tidak mencerminkan semangat pendidikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jangan sampai istilah aturan ini justru menimbulkan kegaduhan di luar. Jika gerbang benar-benar dikunci hanya karena anak terlambat beberapa menit, itu sangat disayangkan,” ujar Sujirman kepada Media Halontb.com, Selasa (11/2).

Ia menegaskan bahwa sekolah semestinya berfungsi sebagai ruang pembinaan, bukan tempat yang berpotensi “mengusir” siswa dari proses belajar. Ia menyarankan agar siswa yang terlambat tetap diizinkan masuk dengan mekanisme pembinaan di dalam sekolah.

“Kalau mereka disuruh pulang, belum tentu sampai di rumah dengan aman. Lebih baik orang tua dipanggil untuk berdiskusi mencari solusi bersama,” tambahnya.

Klarifikasi Kepala Sekolah

Menanggapi kritik tersebut, Kepala MAN Lobar, H. Kemas Burhan, M.Pd.
, menegaskan bahwa istilah “Lock the Gate” tidak dimaknai secara harfiah sebagai penguncian total terhadap siswa yang terlambat.

Menurutnya, kebijakan itu dimaksudkan sebagai bentuk pembatasan terhadap kebiasaan buruk agar berubah menjadi budaya disiplin yang lebih baik.

“Istilah lock bagi kami adalah membatasi kebiasaan buruk agar menjadi kebiasaan baik, terutama dalam hal kedisiplinan. Ini bagian dari integrasi antara perilaku kehidupan dan nilai-nilai keagamaan yang diajarkan di madrasah,” jelasnya.

Ia mengungkapkan bahwa kebijakan tersebut lahir dari meningkatnya tren keterlambatan siswa yang dinilai tidak wajar setiap harinya. Namun, ia memastikan sekolah tetap memberikan toleransi bagi siswa yang terlambat karena alasan darurat.

“Jika ada alasan darurat seperti kendaraan rusak atau kondisi kesehatan, jam 11 atau bahkan jam 12 siang pun kami tetap persilakan masuk,” tegasnya.

Kemas Burhan juga mengakui adanya perbedaan persepsi di masyarakat terkait penggunaan istilah berbahasa Inggris tersebut. Ia menyampaikan permohonan maaf apabila pilihan diksi itu menimbulkan salah paham.

Evaluasi dan Keterbukaan Sekolah

Meskipun kebijakan ini baru berjalan sekitar satu minggu, pihak MAN Lobar menyatakan terbuka terhadap masukan dari orang tua, tokoh pemuda, dan masyarakat.

Sekolah menegaskan bahwa tujuan utama aturan ini adalah membentuk karakter, akhlak, dan kedisiplinan siswa namun tetap mengedepankan komunikasi yang humanis dengan wali murid.

Pihak sekolah berkomitmen untuk terus mengevaluasi penerapan kebijakan tersebut agar selaras dengan prinsip pendidikan yang inklusif, aman, dan berorientasi pada pembinaan.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Cerita Buruh Tani di NTB Antarkan Anak Raih Cita-cita Lewat Sekolah Rakyat
Gubernur Miq Iqbal Buka Sekolah Rakyat Lombok Utara, 595 Anak Raih Kesempatan Masa Depan
Munas IKA Unram Belum Digelar, Alumni Soroti Masa Jabatan Pengurus
Cinta Al-Qur’an Berbuah Prestasi, Siswa MAN Lombok Barat Borong Juara MTQH Gerung 2026
Salat Istisqa di MAN Lombok Barat, TGH Taufikurrahman Ajak Jamaah Perbanyak Istigfar
Gemilang! Lima Srikandi Karate MAN Lombok Barat Borong 5 Gelar di Bupati Cup V 2026
Jelang OMI NTB, 33 Juara OMI Lombok Barat Terima Reward dari Kemenag dan BAZNAS
Kabar Baik, Pemkab Lobar Naikkan Kesejahteraan 1.448 PPPK Paruh Waktu, Ini Besarannya

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 01:42 WITA

Cerita Buruh Tani di NTB Antarkan Anak Raih Cita-cita Lewat Sekolah Rakyat

Senin, 2 November 2026 - 20:24 WITA

Munas IKA Unram Belum Digelar, Alumni Soroti Masa Jabatan Pengurus

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:59 WITA

Cinta Al-Qur’an Berbuah Prestasi, Siswa MAN Lombok Barat Borong Juara MTQH Gerung 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:55 WITA

Salat Istisqa di MAN Lombok Barat, TGH Taufikurrahman Ajak Jamaah Perbanyak Istigfar

Jumat, 9 Oktober 2026 - 00:00 WITA

Gemilang! Lima Srikandi Karate MAN Lombok Barat Borong 5 Gelar di Bupati Cup V 2026

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:33 WITA

Jelang OMI NTB, 33 Juara OMI Lombok Barat Terima Reward dari Kemenag dan BAZNAS

Rabu, 30 September 2026 - 09:55 WITA

Kabar Baik, Pemkab Lobar Naikkan Kesejahteraan 1.448 PPPK Paruh Waktu, Ini Besarannya

Rabu, 23 September 2026 - 13:27 WITA

Regulasi Baru Kemenag Terbit, MAN Lombok Barat Perkuat Pembatasan HP Siswa

Berita Terbaru