LOMBOK BARAT, Halontb.com – Kabupaten Lombok Barat (Lobar) mendapat tambahan kuota haji sebanyak 195 jemaah untuk tahun 2025, membawa total jemaah menjadi 837 orang. Angka ini naik signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 642 jemaah.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Kementerian Haji (Kemenhaj) Lobar, H. Suparlan S.Pd.I., M.Si., menyatakan bahwa persiapan keberangkatan tahun ini jauh lebih cepat dari biasanya.
“Alhamdulillah, bimbingan manasik di tingkat kecamatan dan kabupaten sudah kami selesaikan sebelum Ramadhan. Dulu biasanya baru dimulai setelah Lebaran,” ujarnya saat di konfirmasi Selasa (10/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Jemaah haji Lombok Barat akan berangkat dalam tiga gelombang, yaitu kloter 3, 8, dan 15. Semua persiapan administratif termasuk pengurusan visa telah rampung sebelum memasuki bulan puasa.
“Request visa kami selesaikan tanggal 8 Februari, dan tanggal 9 sudah mulai cetak visa. Ini mitigasi agar permasalahan tahun lalu tidak terulang,” jelasnya.
Percepatan ini dimungkinkan berkat sinergi yang kuat antara Kementerian Haji dan Umrah dengan Kementerian Agama di tingkat daerah. Lombok Barat bahkan tercatat sebagai kabupaten pertama yang menyelesaikan bimbingan manasik di tingkat kecamatan dan kabupaten.
Tahun ini, manasik haji mengusung tema “Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan”. Jemaah tertua berusia 89 tahun, sementara yang termuda 22 tahun.
“Yang lansia kami prioritaskan dalam segala hal ”tempat duduk, barisan, hingga pendampingan. Ketua regu dan rombongan yang muda-muda kami tugaskan khusus mendampingi yang lanjut usia,” ungkap Suparlan.
Meski berusia lanjut, semua jemaah dipastikan telah lolos pemeriksaan kesehatan ketat dari Dinas Kesehatan untuk memenuhi syarat istitha’ah (mampu secara fisik dan finansial).
Lombok Barat juga memiliki daftar tunggu cadangan mencapai 400-an jemaah yang sudah menyelesaikan proses istitha’ah. Tahun ini, 76 jemaah cadangan mendapat kesempatan naik menggantikan jemaah reguler yang berhalangan.
“Banyak yang dari daftar reguler tidak bisa melunasi atau tunda keberangkatan, jadi kesempatan naik bagi yang cadangan,” tambah Suparlan.
Kabar baik bagi calon jemaah haji: masa tunggu yang saat ini mencapai 26 tahun di NTB diprediksi bisa turun hingga 10 tahun pasca-2030. Hal ini sejalan dengan visi Muhammad bin Salman yang menargetkan peningkatan kuota hingga tiga kali lipat, ditambah komitmen Presiden Prabowo menyiapkan fasilitas khusus untuk jemaah Indonesia.
“Kami sarankan mendaftar haji sejak muda. Boleh mendaftar sejak usia 12 tahun, dan boleh berangkat mulai 18 tahun,” saran Suparlan.
Kepada seluruh jemaah, Suparlan menekankan pentingnya menjaga kesehatan hingga waktu keberangkatan. “Lakukan olahraga ringan, jalan kaki minimal 30 menit setiap hari. Tambah bertahap sampai terbiasa,” pesannya.
Ia juga mengajak jemaah memanfaatkan bulan Ramadan untuk memperdalam ilmu dan spiritual haji. “Pelaksanaan haji bukan hanya perjalanan fisik, tapi perjalanan spiritual. Anggap ini haji terakhir agar pelaksanaan ibadah benar-benar maksimal,” tutupnya.
Peningkatan kuota haji ini merupakan berkah dari pembentukan Kementerian Haji dan Umrah yang membawa tambahan 1.300-an kuota untuk NTB, memotong masa tunggu yang sebelumnya mencapai 37 tahun.
Editor : reza
Sumber Berita : Taufik Natanagara











