Home / NTB

Kemenhaj Lobar Rampungkan Manasik Lebih Awal, 837 Jemaah Siap Berangkat dalam 3 Kloter

- Wartawan

Selasa, 10 Februari 2026 - 13:25 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelaksana Tugas Kepala Kementerian Haji Lombok Barat, H. Suparlan S.Pd.I., M.Si., memberikan keterangan terkait penambahan kuota dan percepatan persiapan keberangkatan jemaah haji Lombok Barat tahun 2025.(Dok.foto istimewa)

Pelaksana Tugas Kepala Kementerian Haji Lombok Barat, H. Suparlan S.Pd.I., M.Si., memberikan keterangan terkait penambahan kuota dan percepatan persiapan keberangkatan jemaah haji Lombok Barat tahun 2025.(Dok.foto istimewa)

LOMBOK BARAT, Halontb.com Kabupaten Lombok Barat (Lobar) mendapat tambahan kuota haji sebanyak 195 jemaah untuk tahun 2025, membawa total jemaah menjadi 837 orang. Angka ini naik signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 642 jemaah.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Kementerian Haji (Kemenhaj) Lobar, H. Suparlan S.Pd.I., M.Si., menyatakan bahwa persiapan keberangkatan tahun ini jauh lebih cepat dari biasanya.

“Alhamdulillah, bimbingan manasik di tingkat kecamatan dan kabupaten sudah kami selesaikan sebelum Ramadhan. Dulu biasanya baru dimulai setelah Lebaran,” ujarnya saat di konfirmasi Selasa (10/2).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jemaah haji Lombok Barat akan berangkat dalam tiga gelombang, yaitu kloter 3, 8, dan 15. Semua persiapan administratif termasuk pengurusan visa telah rampung sebelum memasuki bulan puasa.

“Request visa kami selesaikan tanggal 8 Februari, dan tanggal 9 sudah mulai cetak visa. Ini mitigasi agar permasalahan tahun lalu tidak terulang,” jelasnya.

Percepatan ini dimungkinkan berkat sinergi yang kuat antara Kementerian Haji dan Umrah dengan Kementerian Agama di tingkat daerah. Lombok Barat bahkan tercatat sebagai kabupaten pertama yang menyelesaikan bimbingan manasik di tingkat kecamatan dan kabupaten.

Tahun ini, manasik haji mengusung tema “Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan”. Jemaah tertua berusia 89 tahun, sementara yang termuda 22 tahun.

“Yang lansia kami prioritaskan dalam segala hal ”tempat duduk, barisan, hingga pendampingan. Ketua regu dan rombongan yang muda-muda kami tugaskan khusus mendampingi yang lanjut usia,” ungkap Suparlan.

Meski berusia lanjut, semua jemaah dipastikan telah lolos pemeriksaan kesehatan ketat dari Dinas Kesehatan untuk memenuhi syarat istitha’ah (mampu secara fisik dan finansial).

Lombok Barat juga memiliki daftar tunggu cadangan mencapai 400-an jemaah yang sudah menyelesaikan proses istitha’ah. Tahun ini, 76 jemaah cadangan mendapat kesempatan naik menggantikan jemaah reguler yang berhalangan.

“Banyak yang dari daftar reguler tidak bisa melunasi atau tunda keberangkatan, jadi kesempatan naik bagi yang cadangan,” tambah Suparlan.

Kabar baik bagi calon jemaah haji: masa tunggu yang saat ini mencapai 26 tahun di NTB diprediksi bisa turun hingga 10 tahun pasca-2030. Hal ini sejalan dengan visi Muhammad bin Salman yang menargetkan peningkatan kuota hingga tiga kali lipat, ditambah komitmen Presiden Prabowo menyiapkan fasilitas khusus untuk jemaah Indonesia.

“Kami sarankan mendaftar haji sejak muda. Boleh mendaftar sejak usia 12 tahun, dan boleh berangkat mulai 18 tahun,” saran Suparlan.

Kepada seluruh jemaah, Suparlan menekankan pentingnya menjaga kesehatan hingga waktu keberangkatan. “Lakukan olahraga ringan, jalan kaki minimal 30 menit setiap hari. Tambah bertahap sampai terbiasa,” pesannya.

Ia juga mengajak jemaah memanfaatkan bulan Ramadan untuk memperdalam ilmu dan spiritual haji. “Pelaksanaan haji bukan hanya perjalanan fisik, tapi perjalanan spiritual. Anggap ini haji terakhir agar pelaksanaan ibadah benar-benar maksimal,” tutupnya.

Peningkatan kuota haji ini merupakan berkah dari pembentukan Kementerian Haji dan Umrah yang membawa tambahan 1.300-an kuota untuk NTB, memotong masa tunggu yang sebelumnya mencapai 37 tahun.

Facebook Comments Box

Editor : reza

Sumber Berita : Taufik Natanagara

Berita Terkait

Izin Tambang Rakyat NTB Mandek: Benarkah Karena Gubernur Abaikan Presiden? Simak Jawaban Teknis ESDM
Sinergi FDIK UIN Mataram dan Kemenhaj: Menstandardisasi Kompetensi Pembimbing Haji di Era Baru.
Kado Terindah Awal Tahun! 2.997 Tenaga Honorer Lobar Akhirnya Resmi Berstatus ASN
Pemprov NTB dan Direktorat PPA Polda NTB Kolaborasi Berantas Kejahatan Siber Terhadap Perempuan dan Anak
VIRAL! Potret Memprihatinkan Janda Miskin Ekstrem di Kuripan Selatan, Menanti Uluran Tangan Pemerintah
Dari Bantuan Hingga Asesmen, YBM PLN Petakan Luka Banjir di Sekotong Lombok Barat
Akses Lumpuh Total, DPRD Lombok Barat Minta Perbaikan Jembatan Sedau Jadi Prioritas Utama
Sadis dan Misterius! Mr X Ditemukan Tewas Terbakar di Sekotong, Polisi Selidiki Unsur Pembunuhan

Berita Terkait

Minggu, 8 Februari 2026 - 08:41 WITA

Lalu Winengan Ingatkan Pengurus DPD KNPI Melalui Pesan Menohok, Ini Isinya !

Jumat, 6 Februari 2026 - 11:18 WITA

Advokat Senior NTB Soroti Tim Ahli Gubernur, Dinilai Melampaui Kewenangan OPD

Sabtu, 31 Januari 2026 - 05:29 WITA

DPRD NTB Tegaskan Sikap: Polri Harus Tetap di Bawah Komando Presiden

Jumat, 30 Januari 2026 - 11:10 WITA

Proses Izin Tambang Rakyat Lamban, Asosiasi Pemuda Koperasi Laporkan Pemprov NTB ke Ombudsman

Senin, 26 Januari 2026 - 14:07 WITA

Laskar Gibran Tegaskan Komitmen Kawal Pemerintahan Prabowo–Gibran, Bantah Isu Perpecahan

Sabtu, 24 Januari 2026 - 15:31 WITA

Ketua Umum Laskar Gibran Pusat dan Daerah Tegaskan Konsistensi Dukungan terhadap Pemerintahan Prabowo–Gibran

Rabu, 31 Desember 2025 - 06:10 WITA

Reformasi Birokrasi Berlanjut, Pemkab Lombok Barat Segarkan OPD dan Lantik Pejabat Strategis

Jumat, 8 Agustus 2025 - 15:53 WITA

Lalu Winengan Luncurkan “ABG – Abangnya Bang Gibran”: Sinyal Dukungan Total untuk Sang Wapres, Lawan Politik Mulai Resah ?

Berita Terbaru