LOMBOK BARAT, HaloNTB.com — Upaya meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Inggris di madrasah terus dilakukan MAN Lombok Barat. Melalui kegiatan Pendampingan Implementasi CEFR (Common European Framework of Reference for Languages) dalam Pembelajaran Bahasa Inggris, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) Universitas Mataram (UNRAM) hadir langsung ke madrasah untuk memperkuat kompetensi para guru.
Kegiatan yang berlangsung di Laboratorium Komputer (Labkom) MAN Lombok Barat, Selasa (15/9/2026), diikuti 15 guru Bahasa Inggris. Pendampingan dikemas secara interaktif dan aplikatif, tidak sekadar penguatan konseptual, tetapi juga praktik penerapan pembelajaran mendalam (deep learning) di kelas.
Baca juga: Dua Siswa MAN Lombok Barat Melaju ke OMI Tingkat Provinsi 2026
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tim Abdimas UNRAM yang hadir terdiri atas Prof. Kamaludin Tusra, M.A., Ph.D. selaku ketua tim, serta Yuni Budi Lestari, S.Pd., M.A., Ph.D. dan Ni Wayan Mira Susanti, S.Pd., M.App.Ling. sebagai anggota. Kehadiran mereka disambut positif oleh keluarga besar MAN Lombok Barat.
Sesi pertama diisi Prof. Kamaludin Tusra dengan materi bertajuk “Mastering Hortatory Exposition With Deep Learning.” Ia mengajak guru melihat teks hortatory exposition tidak sebatas materi teoretis, melainkan bagian dari proses pembelajaran yang melatih peserta didik berpikir kritis, menyusun argumentasi, dan menyampaikan gagasan secara sistematis.
“Pembelajaran Bahasa Inggris tidak berhenti pada kemampuan peserta didik mengenali struktur teks atau menghafalkan unsur kebahasaan. Lebih dari itu, peserta didik diarahkan memahami makna, menghubungkan materi dengan konteks kehidupan, dan menghasilkan gagasan yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Prof. Kamaludin.
Baca juga: Sisihkan 24 Sekolah, MAN Lombok Barat Juara FUTSALSIX 2026 Lewat Laga Dramatis
Sesi dilanjutkan Yuni Budi Lestari dengan materi “Pendampingan Implementasi CEFR dalam Pembelajaran Bahasa Inggris.” CEFR dinilai penting karena memberikan gambaran terukur mengenai tingkat kemampuan berbahasa seseorang berdasarkan kompetensi yang dimilikinya.
Guru diajak mengeksplorasi penerapan CEFR dalam kegiatan pembelajaran, mulai dari merancang aktivitas berbahasa, menentukan tingkat kemampuan yang hendak dicapai, hingga menciptakan pembelajaran yang memberi kesempatan peserta didik menggunakan Bahasa Inggris secara bermakna.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Diskusi berlangsung dua arah. Sejumlah guru menyampaikan pertanyaan dan pengalaman pembelajaran di kelas, yang kemudian menjadi bahan diskusi bersama untuk menemukan alternatif strategi yang lebih sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Salah seorang peserta, Mita Febriasanti, S.Pd., menyampaikan apresiasinya. Menurutnya, kehadiran akademisi langsung ke madrasah memberikan pengalaman berbeda bagi guru.
“Kegiatan ini sangat menarik karena kami mendapatkan wawasan baru, terutama tentang implementasi CEFR dan bagaimana pembelajaran Bahasa Inggris dapat dikembangkan dengan pendekatan yang lebih mendalam. Diskusinya juga sangat interaktif sehingga kami bisa menghubungkan materi dengan pengalaman mengajar di kelas,” ujar Mita.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai ruang bagi guru untuk mengembangkan kompetensi profesional.
Kepala MAN Lombok Barat, H. Kemas Burhan, S.Pd., M.Pd., menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, kerja sama antara perguruan tinggi dan madrasah memiliki nilai strategis. Madrasah mendapatkan penguatan keilmuan, sementara perguruan tinggi berkontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas pendidikan masyarakat.
“Kami sangat menyambut dan mengapresiasi kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan UNRAM. Alhamdulillah, setiap tahun kami dijadikan titik lokasi pengabdian masyarakat. Bagi kami ini merupakan kehormatan sekaligus kesempatan untuk terus meningkatkan kualitas guru dan pembelajaran,” ungkapnya.
Baca juga: MAN Lombok Barat Jadi Tuan Rumah Pembukaan OMI 2026, 755 Siswa Berkompetisi
Ia berharap kolaborasi tidak berhenti pada satu kegiatan. Hubungan MAN Lombok Barat dan UNRAM diharapkan terus berkembang dalam berbagai bidang, terutama peningkatan kompetensi guru, inovasi pembelajaran, penelitian, dan pengembangan pendidikan.
Pendampingan ini bukan sekadar transfer pengetahuan. Lebih jauh, kegiatan menjadi ruang perjumpaan antara dunia akademik dan praktik pendidikan di madrasah. Materi *deep learning* memberikan penguatan bagaimana pembelajaran Bahasa Inggris diarahkan pada pemahaman mendalam, sementara implementasi CEFR memberi perspektif pengembangan kemampuan berbahasa yang lebih terstruktur dan terarah.
Di tengah tuntutan kompetensi abad ke-21, guru dituntut terus bergerak. Pembelajaran Bahasa Inggris tidak lagi cukup berorientasi pada penguasaan tata bahasa dan kosakata. Peserta didik membutuhkan pengalaman belajar yang memungkinkan mereka berpikir, berkomunikasi, berkolaborasi, memecahkan masalah, dan menggunakan bahasa dalam konteks nyata.
Dari Labkom MAN Lombok Barat, semangat itu kembali ditegaskan. Guru belajar, berkolaborasi, dan bertransformasi agar pembelajaran Bahasa Inggris semakin bermakna bagi peserta didik. Bagi MAN Lombok Barat, kehadiran Tim Abdimas UNRAM menjadi bagian dari perjalanan panjang membangun ekosistem pendidikan yang terbuka terhadap ilmu pengetahuan, inovasi, dan kolaborasi.








