BGN Hentikan Operasional SPPG di Lombok Tengah Usai 352 Siswa Diduga Keracunan MBG

- Wartawan

Sabtu, 12 September 2026 - 07:19 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana penanganan siswa SDN Beber yang diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG. Sejumlah siswa harus dibopong warga untuk mendapatkan penanganan medis, Jumat (12/9).(Foto: Istimewa)

Suasana penanganan siswa SDN Beber yang diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG. Sejumlah siswa harus dibopong warga untuk mendapatkan penanganan medis, Jumat (12/9).(Foto: Istimewa)

LOMBOK TENGAH, Halontb.com — Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), setelah ratusan siswa dari tiga sekolah di Kecamatan Batukliang diduga mengalami keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Penghentian operasional tersebut dilakukan menyusul insiden yang dikategorikan sebagai kejadian menonjol. SPPG yang menghentikan aktivitasnya merupakan SPPG Lombok Tengah Mekar Bersatu di bawah naungan Yayasan Budi Sain Mangkling.

Baca juga: 352 Siswa di Lombok Tengah Diduga Keracunan Massal Usai Santap MBG

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kasatgas Makan Bergizi Gratis (MBG) NTB, Fathul Gani, mengatakan penghentian operasional dilakukan sesuai prosedur ketika terjadi kejadian luar biasa atau insiden menonjol dalam pelaksanaan program MBG.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Provinsi NTB, Fathul Gani.

“Ini berdasarkan fakta lapangan karena selama ini kalau ada kejadian seperti ini langsung di-suspend,” kata Gani, Jumat (11/9/2026).

Menurut Gani, penghentian tersebut berlaku hingga batas waktu yang belum ditentukan. Operasional baru dapat dipertimbangkan kembali setelah dilakukan evaluasi terhadap penyebab kejadian dan aspek keamanan pangan.

Insiden tersebut melibatkan ratusan siswa dari SDN Repok Puyung, SDN Beber, dan MTs Qudwatun Hasanah di Lombok Tengah.

Baca juga: Kasus Aborsi Ilegal di NTB, Izin Praktik Dokter Dicabut dan Rumah Sakit Kena Sanksi

Berdasarkan laporan awal, makanan MBG dari SPPG Lombok Tengah Mekar Bersatu mulai didistribusikan ke sejumlah sekolah pada Jumat sekitar pukul 08.15 WITA. Makanan kemudian mulai dibagikan kepada para penerima manfaat sekitar pukul 09.00 WITA.

Keluhan kesehatan mulai muncul tidak lama setelah makanan dikonsumsi. Gejala dilaporkan muncul dalam rentang pukul 09.10 hingga 12.15 WITA.

Hingga Jumat sore, jumlah sementara penerima manfaat yang tercatat mengalami gejala mencapai 352 orang.
Para siswa kemudian mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan.

Rinciannya, Puskesmas Pringgarata menangani 144 korban, Puskesmas Aik Darek 124 korban, Puskesmas Mantang 67 korban, dan Puskesmas Bagu 17 korban.

Baca juga: 4 Saksi Absen, KPK Jadwalkan Kembali Pemanggilan dalam Kasus Bupati Lobar Nonaktif

Gani mengatakan kondisi para korban terus dipantau. Sebagian siswa telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan, sementara sebagian lainnya masih menjalani observasi.

“Observasi itu sekitar tiga jam, baru dipastikan boleh pulang atau tetap dirawat. Kita masih menunggu update-nya,” ujarnya.

Berdasarkan dokumentasi yang dihimpun, menu MBG yang dibagikan pada hari kejadian terdiri atas nasi, ayam goreng tepung, sayur, menu cacah, serta roti canai atau makanan sejenis sebagai pelengkap.

Namun, hingga kini belum dapat dipastikan komponen makanan mana yang menjadi penyebab munculnya gejala pada para siswa.

Tim investigasi epidemiologi masih melakukan penelusuran untuk mengetahui sumber kontaminasi dan memastikan penyebab kejadian.

Baca juga: Ditresnarkoba Polda NTB Bongkar Jaringan Narkoba Karang Bagu, Belasan Terduga Pelaku dan Barang Bukti Sabu Diamankan

Para korban dilaporkan mengalami sejumlah gejala, antara lain pusing, mual, muntah, nyeri pada bagian mulut atau perut, lemas, sesak napas, hingga diare.

Fathul Gani mengatakan salah satu temuan awal di lapangan mengarah pada dugaan bahwa makanan dikonsumsi melewati batas waktu ideal. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena sejumlah bahan makanan dinilai berpotensi lebih cepat mengalami penurunan kualitas apabila tidak ditangani dan dikonsumsi dalam rentang waktu yang tepat.

Meski demikian, temuan tersebut masih menjadi bagian dari evaluasi dan belum menjadi kesimpulan akhir mengenai penyebab keracunan.

“Terpenting semua pihak harus mengevaluasi bahan makanan, kan ada ahli gizi juga. Kepala dapur harus menjadi kepala rumah tangga yang memilah dan memilih bahan terbaik untuk dimasak,” kata Gani.

Ia menegaskan, kualitas bahan pangan, proses pengolahan, penyimpanan, hingga waktu distribusi dan konsumsi harus menjadi perhatian seluruh pengelola dapur MBG.

Insiden di Lombok Tengah ini sekaligus menjadi bahan evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG, khususnya dalam memastikan makanan yang diberikan kepada penerima manfaat tetap aman, layak konsumsi, dan memenuhi standar keamanan pangan.

Hingga saat ini, penanganan terhadap para siswa masih dilakukan oleh fasilitas kesehatan terkait. Sementara itu, investigasi epidemiologi dan evaluasi terhadap SPPG terus berjalan untuk memastikan sumber masalah serta mencegah kejadian serupa kembali terjadi.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Cerita Buruh Tani di NTB Antarkan Anak Raih Cita-cita Lewat Sekolah Rakyat
Gubernur Miq Iqbal Buka Sekolah Rakyat Lombok Utara, 595 Anak Raih Kesempatan Masa Depan
Munas IKA Unram Belum Digelar, Alumni Soroti Masa Jabatan Pengurus
Cegah Stunting Sejak dalam Kandungan, Ini Pesan Muazzim Akbar kepada Masyarakat
Cinta Al-Qur’an Berbuah Prestasi, Siswa MAN Lombok Barat Borong Juara MTQH Gerung 2026
Salat Istisqa di MAN Lombok Barat, TGH Taufikurrahman Ajak Jamaah Perbanyak Istigfar
Gemilang! Lima Srikandi Karate MAN Lombok Barat Borong 5 Gelar di Bupati Cup V 2026
Jelang OMI NTB, 33 Juara OMI Lombok Barat Terima Reward dari Kemenag dan BAZNAS

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:51 WITA

Tak Cukup Hadirkan Listrik, PLN NTB Bangun Budaya Selamat di Kalangan Pelaku UMKM Sumbawa

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:26 WITA

Setelah Delapan Tahun Absen, Bank NTB Syariah Kembali Salurkan KUR, Kuota Rp40 Miliar Disiapkan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:58 WITA

Keandalan Listrik Tak Cukup Dibangun dengan Infrastruktur, PLN Ingatkan Bahaya Aktivitas di Jalur SUTT

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:54 WITA

PLN Perkuat Infrastruktur Kelistrikan di NTB, Pengujian SLO PLTS Sengkol Jadi Langkah Jaga Pelayanan Publik

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:45 WITA

Saat Sumber Air Mengering di Lombok Utara, 90 Ribu Liter Air Bersih Mengalir Berkat Inisiatif Perempuan Desa Medana

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:49 WITA

Bank NTB Syariah dan Toko Ladang Perkuat Ekosistem Pengadaan Digital, Layanan Keuangan Terintegrasi Jadi Kunci

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:48 WITA

Keselamatan Petugas Jadi Kunci Keandalan Listrik, PLN UP3 Mataram Raih Penghargaan Nasional

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:02 WITA

Lebih dari Sekadar Terang, PLN Tegaskan Listrik Jadi Penopang Ekonomi Rakyat dan Masa Depan Generasi Bangsa

Berita Terbaru