Bimtek Kurikulum Berbasis Cinta, MAN Lombok Barat Dorong Guru Jadi Penggerak Transformasi Pembelajaran

- Wartawan

Sabtu, 12 September 2026 - 14:18 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dari kiri ke kanan: Ketua Pokjawas Kanwil Kemenag NTB Dr. Abdul Hamid, Kepala MAN Lombok Barat H. Kemas Burhan, dan Waka Humas MAN Lombok Barat Sahimi saat mengikuti Bimtek Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di MAN Lombok Barat, Sabtu (12/9/2026).(Foto: Istimewa)

Dari kiri ke kanan: Ketua Pokjawas Kanwil Kemenag NTB Dr. Abdul Hamid, Kepala MAN Lombok Barat H. Kemas Burhan, dan Waka Humas MAN Lombok Barat Sahimi saat mengikuti Bimtek Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di MAN Lombok Barat, Sabtu (12/9/2026).(Foto: Istimewa)

LOMBOK BARAT, Halontb.com – Di tengah gempuran tantangan pendidikan global yang sering kali terlalu fokus pada pencapaian akademik kognitif, MAN Lombok Barat mengambil langkah berbeda. Madrasah ini secara serius mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai fondasi transformasi pembelajaran, menempatkan nilai spiritual dan personal sebagai ruh utama dalam proses pendidikan.

Langkah strategis ini dikukuhkan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) bertajuk “Transformasi Pembelajaran MAN Lombok Barat melalui Implementasi KBC untuk Mewujudkan Madrasah Unggul, Religius, Berprestasi, dan Mendunia”, yang digelar di aula setempat, Sabtu (12/9/2026).

Baca juga: MAN Lombok Barat Jadi Tuan Rumah Pembukaan OMI 2026, 755 Siswa Berkompetisi

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan yang dihadiri oleh seluruh guru ini menghadirkan Dr. Abdul Hamid, S.Pd.I., M.Pd.I., Pengawas Bina MAN Lombok Barat sekaligus Ketua Pokjawas Kanwil Kemenag NTB, sebagai narasumber kunci. Kehadirannya membawa perspektif baru: bahwa cinta bukan sekadar slogan, melainkan metodologi pedagogis yang efektif.

Kepala MAN Lombok Barat, H. Kemas Burhan, S.Pd., M.Pd., dalam sambutan pembukaannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Pengawas Bina yang diharapkan mampu memberi pencerahan sekaligus penguatan bagi para guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.

Wakil Kepala Madrasah Bidang Hubungan Masyarakat (Waka Humas), Sahimi, M.Pd.

Ia menegaskan bahwa implementasi KBC tidak cukup dipahami sekadar sebagai konsep atau kebijakan kurikulum semata, melainkan harus terwujud dalam sikap, perilaku, dan proses pembelajaran sehari-hari.

“Kami berharap kehadiran Bapak Pengawas Bina, Dr. Abdul Hamid, dapat memberikan pencerahan kepada seluruh guru MAN Lombok Barat, khususnya dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran. Nilai spiritual dan nilai personal dalam KBC harus kita pahami secara utuh agar dapat kita implementasikan dalam pembelajaran dan kehidupan di madrasah,” ujar Kemas Burhan.

Baca juga: Ratusan Wali Murid Sepakati Kolaborasi Pendidikan, MAN Lombok Barat Tegaskan Rumah dan Madrasah Satu Irama

Menurutnya, transformasi pembelajaran di madrasah menuntut perubahan cara pandang guru. Guru tidak hanya berperan menyampaikan materi, tetapi juga dituntut menjadi teladan dalam menanamkan nilai, membangun hubungan positif dengan peserta didik, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman dan bermakna.

“Madrasah unggul tidak hanya diukur dari prestasi akademiknya, tetapi juga dari karakter, akhlak, kedisiplinan, kepedulian, dan kualitas hubungan antarseluruh warga madrasah. Karena itu, implementasi KBC menjadi bagian penting dari ikhtiar kita untuk mewujudkan MAN Lombok Barat yang unggul, religius, berprestasi, dan mendunia,” lanjutnya.

Suasana peserta tampak antusias mengikuti Bimtek Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di MAN Lombok Barat.

Menariknya, sesi bimtek tidak berjalan satu arah. Dr. Abdul Hamid menggunakan pendekatan ARKA (Aktivitas, Refleksi, Konsepsi, dan Aplikasi) yang membuat suasana kelas menjadi dialogis dan reflektif. Melalui teknik brainstorming, para guru diajak menggali pengalaman nyata mereka di lapangan.

Dr. Abdul Hamid menjelaskan dua pilar utama dalam KBC:
1. Nilai Spiritual: Hubungan vertikal manusia dengan Allah SWT dan Rasulullah SAW.
2. Nilai Personal: Hubungan horizontal berupa kecintaan terhadap diri sendiri, sesama manusia, dan lingkungan.

“Kurikulum Berbasis Cinta bukan sekadar menambahkan kata cinta dalam perangkat pembelajaran. Yang lebih penting adalah bagaimana cinta itu menjadi ruh dalam proses pendidikan. Guru mengajar dengan cinta, peserta didik belajar dalam suasana yang penuh penghargaan, dan seluruh warga madrasah membangun hubungan yang saling memanusiakan,” tegas Dr. Abdul Hamid.

Baca juga: Harumkan Nama NTB, Tiga Siswa MAN Lombok Barat Raih Medali di Masmirah Championship 2026

Ia menekankan bahwa keteladanan guru adalah instrumen pendidikan paling kuat.

“Anak-anak kita datang ke madrasah dengan latar belakang, karakter, dan pengalaman yang berbeda. Karena itu, pendekatan kita juga tidak bisa seragam. KBC mengajarkan kepada kita untuk melihat peserta didik sebagai manusia yang memiliki potensi, perasaan, kebutuhan, dan martabat yang harus dihargai,” katanya.

Respons positif datang dari para peserta. Lalu Hamidi, SS, salah seorang guru MAN Lombok Barat, mengakui bahwa pola bimtek yang interaktif mengajak guru berpikir dan merefleksikan praktik pembelajarannya, bukan sekadar menerima materi.

“Bimtek ini memberikan perspektif baru bagi kami sebagai guru. Selama ini nilai spiritual dan nilai personal sebenarnya sudah kita lakukan dalam pembelajaran, tetapi melalui kegiatan ini kami diajak untuk lebih sadar, terarah, dan sistematis dalam mengimplementasikannya sebagai bagian dari Kurikulum Berbasis Cinta,” ungkap Lalu Hamidi.

Menurutnya, pendekatan diskusi dan brainstorming dari narasumber membuat peserta lebih berani menyampaikan pengalaman dan persoalan di kelas.

“Yang menarik adalah kami tidak hanya diberi teori. Kami diajak mengungkapkan pengalaman, berdiskusi, kemudian mencari bagaimana nilai cinta itu dapat benar-benar hadir dalam pembelajaran. Ini sangat relevan dengan kebutuhan guru saat ini,” tambahnya.

Baca juga: Haniy, Siswi MAN Lombok Barat Raih Medali Perak pada Kejuaraan Pencak Silat Nasional 2026

Implementasi KBC di MAN Lombok Barat bukan tanpa tantangan. Namun, komitmen manajemen madrasah untuk menjadikan nilai-nilai spiritual dan personal sebagai budaya harian menunjukkan keseriusan institusi ini dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual.

Dengan guru yang kompeten secara pedagogik sekaligus kaya secara spiritual, MAN Lombok Barat berharap dapat melahirkan lulusan yang siap bersaing di kancah global tanpa kehilangan jati diri religiusnya.

Sebagaimana ditegaskan dalam tema kegiatan, tujuan akhirnya jelas: mewujudkan madrasah yang unggul, religius, berprestasi, dan mendunia. Dan semua itu dimulai dari ruang kelas, di mana cinta menjadi bahasa pengantar utama pembelajaran.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

BGN Hentikan Operasional SPPG di Lombok Tengah Usai 352 Siswa Diduga Keracunan MBG
MAN Lombok Barat Jadi Tuan Rumah Pembukaan OMI 2026, 755 Siswa Berkompetisi
MAN Lombok Barat Gelar Maulid Nabi dan Tasyakkuran Milad, Teguhkan Semangat Meneladani Rasulullah
Dikbud Lobar Klarifikasi Temuan BPK soal Dana BOS, Sebut Pengembalian Sudah Capai 60 Persen
BPK Ungkap Modus Pinjam Nama di 11 Sekolah Lombok Barat, Temukan Imbalan dan Kelebihan Bayar Rp1,4 Miliar
Perkuat Toleransi di NTB, PMB LP2M UIN Mataram Gelar Moderation Connect Ke-3
SK Tahunan Dipersoalkan, Ribuan Guru PPPK Lombok Barat Desak Kepastian Masa Kerja
Ditlantas Polda NTB Edukasi Ratusan Pelajar SMPN 1 Gerung soal Keselamatan Berlalu Lintas

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 05:40 WITA

Polres Lombok Barat Amankan Pemuda Bawa Sajam dan 29 Motor Diduga untuk Balap Liar

Jumat, 11 September 2026 - 14:24 WITA

Ditresnarkoba Polda NTB Bongkar Jaringan Narkoba Karang Bagu, Belasan Terduga Pelaku dan Barang Bukti Sabu Diamankan

Rabu, 9 September 2026 - 16:57 WITA

Kejari Mataram Terima Pengembalian Uang Pengganti Rp452 Juta dari Kasus Korupsi Pokir DPRD Lombok Barat

Rabu, 9 September 2026 - 02:10 WITA

4 Saksi Absen, KPK Jadwalkan Kembali Pemanggilan dalam Kasus Bupati Lobar Nonaktif

Senin, 7 September 2026 - 23:48 WITA

Kejati Periksa Anak Eks Gubernur NTB dalam Kasus Kredit Bank NTB Syariah Rp 11 Miliar

Senin, 7 September 2026 - 13:30 WITA

Giliran Ketua KPU Lombok Barat Dipanggil KPK dalam Penyidikan Kasus Bupati Nonaktif LAZ

Minggu, 6 September 2026 - 05:31 WITA

Polda NTB Olah TKP Kematian 3 Penambang di Lantung Sumbawa, Penyebab Masih Diselidiki

Sabtu, 5 September 2026 - 06:42 WITA

Kades Labuan Tereng Kecam Dugaan Pengeroyokan Ketua KNPI Lobar, Desak Polisi Ungkap Pelaku

Berita Terbaru