Home / NTB

DPRD Lobar Murka, Proyek Jalan Lendang Re–Menjot Mangkrak: Blacklist Kontraktor Tak Becus!

- Wartawan

Selasa, 28 April 2026 - 15:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah kendaraan mengalami kecelakaan di ruas jalan Lendang Re–Menjot, Sekotong, Lombok Barat, akibat kondisi jalan yang masih berupa kerikil dan belum beraspal, sementara DPRD setempat mendesak percepatan penyelesaian proyek demi keselamatan pengguna jalan.
(Foto: Istimewa)

Sejumlah kendaraan mengalami kecelakaan di ruas jalan Lendang Re–Menjot, Sekotong, Lombok Barat, akibat kondisi jalan yang masih berupa kerikil dan belum beraspal, sementara DPRD setempat mendesak percepatan penyelesaian proyek demi keselamatan pengguna jalan. (Foto: Istimewa)

LOMBOK BARAT, Halontb.com — Proyek pembangunan jalan Lendang Re–Menjot di Kecamatan Sekotong, Lombok Barat, kembali menuai sorotan tajam. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat mendesak pemerintah daerah agar segera menuntaskan pengerjaan proyek yang hingga kini belum memasuki tahap pengaspalan dan dinilai membahayakan keselamatan masyarakat.

Ketua Komisi III DPRD Lombok Barat, Fauzi, menyayangkan proyek senilai sekitar Rp6,5 miliar tersebut belum rampung meski telah berjalan cukup lama. Ia menegaskan, persoalan ini harus menjadi evaluasi serius bagi pemerintah daerah, khususnya dalam proses seleksi kontraktor pelaksana.

“Kami dari Komisi III sangat menyesali kondisi ini. Mungkin ini menjadi peringatan bagi pihak eksekutif agar lebih cermat dalam memilih kontraktor yang benar-benar memiliki kapasitas dan rekam jejak baik,” ujarnya, Senin (27/4/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Fauzi, proyek infrastruktur tidak cukup hanya diselesaikan secara administratif, tetapi harus tuntas secara fisik, tepat waktu, dan memenuhi standar kualitas. Ia bahkan mendorong penerapan sanksi tegas terhadap kontraktor yang dinilai tidak mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak.

“Kalau perlu di blacklist. Terlepas dari denda yang dibayarkan, kami tidak bisa mentoleransi jika proyeknya masih belum selesai dan berdampak pada masyarakat,” tegasnya.

Selain kinerja kontraktor, DPRD juga menyoroti pola penganggaran dan proses tender proyek yang kerap dilakukan menjelang akhir tahun anggaran. Menurut Fauzi, hal ini menjadi salah satu faktor utama molornya pekerjaan, terutama karena kondisi cuaca yang tidak mendukung.

“Ini juga menjadi pembelajaran bagi pemerintah daerah agar tidak lagi menenderkan proyek besar di akhir tahun. Kita sudah tahu, kondisi cuaca di periode tersebut sering kali buruk dan berisiko menghambat pekerjaan,” katanya.

Desakan serupa disampaikan anggota DPRD Lombok Barat dari Daerah Pemilihan Sekotong Tengah, TGH. Hamdi. Ia meminta pemerintah segera mempercepat proses pengaspalan guna mencegah jatuhnya korban lebih banyak di lapangan.

“Kalau bisa segera diselesaikan pengaspalannya supaya tidak lagi mendatangkan korban,” ujarnya.

TGH. Hamdi menjelaskan, kondisi jalan saat ini masih berupa pengerasan dengan material kerikil yang mudah berserakan, terutama setelah diguyur hujan. Situasi ini membuat permukaan jalan licin dan berbahaya bagi pengendara, khususnya kendaraan roda dua.

“Curah hujan cukup tinggi, sehingga materialnya kembali berhamburan. Ini sangat membahayakan pengguna jalan,” tambahnya.

Keluhan serupa juga disampaikan warga sekitar. Mereka mengaku proyek jalan tersebut kerap memicu kecelakaan hampir setiap hari. Jalan yang belum beraspal dan dipenuhi kerikil lepas menyebabkan banyak pengendara kehilangan kendali dan terjatuh.

Sebelumnya, pemerintah daerah melalui Dinas PUPRPKP Lombok Barat menyebut keterlambatan proyek dipengaruhi oleh faktor cuaca ekstrem serta kelangkaan aspal di wilayah Nusa Tenggara Barat.

Namun DPRD menegaskan bahwa alasan tersebut tidak dapat dijadikan pembenaran atas lambannya penyelesaian proyek, terlebih menyangkut keselamatan masyarakat.

Para legislator menekankan pentingnya langkah konkret dan percepatan penyelesaian proyek, termasuk evaluasi menyeluruh terhadap sistem perencanaan, penganggaran, hingga pengawasan pelaksanaan di lapangan.

Dengan kondisi jalan yang masih jauh dari kata layak, DPRD meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat dan terukur agar proyek jalan Lendang Re–Menjot dapat segera difungsikan secara optimal.

Selain untuk meningkatkan konektivitas wilayah Sekotong, percepatan penyelesaian proyek ini juga dinilai krusial guna menekan angka kecelakaan serta menjamin keselamatan pengguna jalan.

Publik kini menunggu komitmen nyata pemerintah daerah dalam menyelesaikan proyek strategis tersebut bukan sekadar penjelasan, tetapi tindakan konkret di lapangan.

Facebook Comments Box

Editor : Reza

Sumber Berita : Taufik Natanagara

Berita Terkait

FORMAL Resmi Lahir Pasca OTT Bupati Lobar, Media Bersatu Tolak Praktik Pilih Kasih dan Pengkotakan Pers
Bulog NTB Terima Aspirasi Massa, Tegaskan Transparansi serta Dukung Penegakan Hukum Kasus Beras Oplosan
BPS Catat NTP NTB Naik Jadi 130,44, Daya Beli Petani Menguat
Detik-detik Mencekam Atap SMAN 7 Mataram Roboh: Siswa Panik Berhamburan, 5 Orang Terluka
Sukses Gelar Pelepasan 203 Siswa Terbaiknya di UIN Mataram, MAN Lobar Buktikan Kualitas Madrasah Unggulan
Jalan Rusak di Teluk Gok Tak Kunjung Diperbaiki: Anak Sekolah Kesulitan, Jenazah Ditandu hingga Warga Sakit Harus Naik Perahu
Sentuhan Kasih PLN untuk Anak Negeri, 56 Anak Yatim Desa Teros Terima Santunan Penuh Haru
Hingga Hari ke-17, 4.709 Jemaah dan Petugas Haji NTB Telah Tiba di Arab Saudi

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 04:58 WITA

Dicecar Puluhan Pertanyaan KPK Selama Dua Jam, Wabup UNA: Syukurnya Tak Pernah Dilibatkan Proyek

Kamis, 13 Agustus 2026 - 04:03 WITA

Wabup UNA dan Sejumlah Pejabat Lombok Barat Diperiksa KPK Terkait Kasus OTT Bupati LAZ

Selasa, 11 Agustus 2026 - 06:57 WITA

Tender Kampus 3 UIN Mataram Disorot, Dugaan Pengaturan Pemenang dan Deal-dealan Proyek Rp7,8 Miliar Mencuat

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:40 WITA

Polres Lombok Barat Perketat Penertiban Knalpot Brong Jelang HUT RI ke-81: Edukasi dan Penindakan Jadi Prioritas

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:43 WITA

Heboh Isu Penculikan Anak di Sekotong Ternyata Curas, Korban Dijebak Modus Bantuan Sembako

Kamis, 6 Agustus 2026 - 00:24 WITA

Tiga Anggota DPRD NTB Divonis Bebas dalam Kasus Dugaan Korupsi Dana Siluman

Senin, 3 Agustus 2026 - 09:41 WITA

Polresta Mataram Gelar 44 Adegan Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Mahasiswi Unram

Jumat, 31 Juli 2026 - 09:44 WITA

Polresta Mataram Ringkus Terduga Pembunuh Mahasiswi Unram Saat Hendak Kabur ke Malaysia

Berita Terbaru