Home / NTB

Jemaah Haji Indonesia Dibekali Gelang Identitas, ini Fungsinya!

- Wartawan

Senin, 13 Mei 2024 - 23:56 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gelang identitas jemaah haji terbuat dari logam dan berisi informasi penting seperti asal embarkasi, nomor kloter, nomor paspor, nama jemaah, tulisan

Gelang identitas jemaah haji terbuat dari logam dan berisi informasi penting seperti asal embarkasi, nomor kloter, nomor paspor, nama jemaah, tulisan "Jemaah Haji Indonesia" dalam tulisan Arab, serta bendera Indonesia. (Foto: istimewa)

Halontb.com – Secara bertahap, jemaah haji Indonesia gelombang pertama diberangkatkan ke Tanah Suci dari sejumlah embarkasi menuju Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah. Mereka akan berada di Madinah selama 9 hari. Sebelum meninggalkan hotel untuk beribadah, jemaah diimbau untuk tidak melepas gelang identitas.

Ketua Tim Umum dan Humas Kanwil Kemenag NTB, H Sukri menghimbau jemaah untuk memperhatikan sejumlah hal sebelum meninggalkan hotel di Madinah untuk beribadah di Masjid Nabawi. Jemaah haji harus memasang gelang identitas tanpa tukar-menukar dengan jemaah lainnya.

“Kenakan identitas pengenal, terutama gelang jemaah. Jangan tukar menukar gelang dengan jemaah lainnya. Pergi dan pulang secara berkelompok,” terang Sukri dalam keterangan persnya di Media Center Haji (MCH) Asrama Haji Lombok, NTB, Senin (13/5/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gelang identitas yang dibagikan kepada jemaah haji adalah gelang berbahan logam yang memuat berbagai informasi. Gelang tersebut berisikan asal embarkasi, nomor kloter, nomor paspor, tulisan Jemaah Haji Indonesia dalam tulisan Arab, nama jemaah, serta bendera Indonesia.

Gelang dirancang dengan material yang tahan air dan api serta dilengkapi dengan sistem penguncian yang aman dan kokoh. Hal ini menjamin gelang tetap utuh, tidak mudah lepas dan terbaca dengan jelas meskipun menghadapi kondisi ekstrem selama perjalanan.

Selain itu, jemaah diminta agar mencatat nama dan nomor hotel. Lalu, memberi tahu dan mencatat nomor kontak Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) yang ada di hotel.

Sukri juga mengimbau jemaah menggunakan pelembab kulit dan bibir untuk menghindari iritasi akibat cuaca panas. Selain itu, jemaah agar menggunakan alas kaki dan kaos kaki untuk menghindari kaki melepuh.

Untuk mencegah dehidrasi, kata Sukri, jemaah diimbau selalu membawa dan minum air mineral 200 ml/jam secara teratur untuk menghindari dehidrasi.

“Lalu atur irama keberangkatan dan kepulangan dari pemondokan menuju Masjid Nabawi, dan sebaliknya, untuk menghindari penumpukan antrian lift di hotel. Juga pastikan makan tepat waktu dan beristirahat yang cukup,” ujar Sukri.

Kepada jemaah, Sukri berpesan untuk tidak sungkan meminta bantuan petugas, sejak di embarkasi, selama penerbangan, hingga di Tanah Suci.

“Bila mengalami kesulitan dan membutuhkan bantuan, segera hubungi Petugas Haji Indonesia,” tandasnya.

Untuk mendukung pengetahuan jemaah tentang ibadah haji, Sukri mengatakan bahwa Kementerian Agama telah menyediakan Buku Panduan Manasik Haji, Buku Panduan Manasik Haji bagi Lansia, serta Video Manasik Haji yang dapat dilihat di aplikasi PUSAKA Kementerian Agama.

“Aplikasi PUSAKA dapat diunduh di Play Store maupun App Store. Berangkat haji, jangan lupa download PUSAKA,” pungkasnya.

Berdasarkan laporan Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, pada 12 Mei 2024 sampai dengan pukul 21.00 Waktu Arab Saudi (WAS) atau 01.00 WIB, 4.500 jemaah sudah tiba di Madinah. Mereka terbagi dalam 11 kelompok terbang.

Hari ini, terdapat 23 kloter dengan total 9.070 jemaah haji yang akan berangkat ke Madinah. Adapun rinciannya sebagai berikut:

•Embarkasi Medan (KNO) sebanyak 360 jemaah/1 kloter

•Embarkasi Batam (BTH) sebanyak 450 jemaah/1 kloter

•Embarkasi Padang (PDG) sebanyak 393 jemaah/1 kloter

•Embarkasi Palembang (PLM) sebanyak 450 jemaah/1 kloter

•Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) sebanyak 786 jemaah/2 kloter

•Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) sebanyak 1.250 jamaah/3 kloter

•Embarkasi Kertajati (KJT) sebanyak 440 jamaah/1 kloter

•Embarkasi Solo (SOC) sebanyak 1.080 jemaah/3 kloter

•Embarkasi Surabaya (SUB) sebanyak 1.855 jemaah/5 kloter

•Embarkasi Lombok (LOP) sebanyak 786/2 kloter

•Embarkasi Banjarmasin (BDJ) sebanyak 320/1 kloter

•Embarkasi Makassar (UPG) sebanyak 900 jemaah/ 2 kloter

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Izin Tambang Rakyat NTB Mandek: Benarkah Karena Gubernur Abaikan Presiden? Simak Jawaban Teknis ESDM
Sinergi FDIK UIN Mataram dan Kemenhaj: Menstandardisasi Kompetensi Pembimbing Haji di Era Baru.
Kado Terindah Awal Tahun! 2.997 Tenaga Honorer Lobar Akhirnya Resmi Berstatus ASN
Pemprov NTB dan Direktorat PPA Polda NTB Kolaborasi Berantas Kejahatan Siber Terhadap Perempuan dan Anak
VIRAL! Potret Memprihatinkan Janda Miskin Ekstrem di Kuripan Selatan, Menanti Uluran Tangan Pemerintah
Dari Bantuan Hingga Asesmen, YBM PLN Petakan Luka Banjir di Sekotong Lombok Barat
Akses Lumpuh Total, DPRD Lombok Barat Minta Perbaikan Jembatan Sedau Jadi Prioritas Utama
Sadis dan Misterius! Mr X Ditemukan Tewas Terbakar di Sekotong, Polisi Selidiki Unsur Pembunuhan

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 05:26 WITA

Digugat PMH, BTN Cabang Mataram Terancam Uji Legalitas Appraisal dan Lelang Aset

Selasa, 3 Februari 2026 - 01:21 WITA

Tragis, Ayah Tebas Anak Kandung di Lombok Barat: Polisi Naikkan Status ke Penyidikan

Jumat, 30 Januari 2026 - 07:42 WITA

Oknum Pimpinan Ponpes di Lotim Dilaporkan Atas Dugaan Persetubuhan Terhadap Santriwati

Selasa, 27 Januari 2026 - 12:50 WITA

Satu Jam Menunggu di Samping Api, Ini Pengakuan Pria yang Tega Bakar Ibu Kandungnya.

Selasa, 27 Januari 2026 - 12:27 WITA

Anak Bunuh Ibu Kandung, Jenazah Dibakar di Sekotong untuk Hilangkan Jejak

Senin, 26 Januari 2026 - 10:50 WITA

Terkuak! Kades Sekotong Barat Ungkap Teka-teki Mobil Putih di Balik Tragedi Penemuan Mayat Terbakar

Rabu, 21 Januari 2026 - 09:57 WITA

Terungkap! Bukan Korban Kejahatan, Ternyata Ini Penyebab Kematian Perempuan yang Ditemukan di Pantai Nipah Lombok Utara

Senin, 19 Januari 2026 - 16:20 WITA

Uang Negara Kembali, Pertanggungjawaban Menyusul: Kasus Samota Masuki Babak Penentuan

Berita Terbaru