Apa Kabar Tom Lembong? Inilah Fakta Terkini Kasus Korupsi Impor Gula yang Kini Bikin Geger

- Wartawan

Rabu, 15 Januari 2025 - 09:50 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tom Lembong, mantan Menteri Perdagangan RI, yang terlibat dalam kasus impor gula pada periode Kemendag 2015-2016. (Dok. Kejaksaan RI)

Tom Lembong, mantan Menteri Perdagangan RI, yang terlibat dalam kasus impor gula pada periode Kemendag 2015-2016. (Dok. Kejaksaan RI)

Halontb.com – Kejaksaan Agung (Kejagung) tengah menuntaskan penyidikan terkait kasus dugaan korupsi impor gula di Kementerian Perdagangan pada periode 2015-2016, yang melibatkan Tom Lembong sebagai tersangka.

Kapuspenkum Kejagung, Harli Siregar, mengungkapkan bahwa penyidikan atas kasus tersebut kini telah berada di tahap akhir.

Ada dua orang yang menjadi tersangka dalam perkara ini, yaitu Tom Lembong, yang menjabat sebagai Menteri Perdagangan (Mendag) pada periode tersebut, serta Charles Sitorus, mantan Direktur Pengembangan Bisnis PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PT PPI).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Harli Siregar juga mengungkapkan bahwa kedua tersangka saat ini tengah menjalani pemeriksaan sebagai saksi mahkota, yang berarti Tom Lembong diperiksa untuk memberi keterangan terkait Charles, dan sebaliknya, Charles untuk memberikan keterangan terkait Tom Lembong.

“Jadi namanya saksi mahkota,” jelas Harli pada wartawan di Hotel Sultan, Jakarta, pada Selasa, 14 Januari 2025.

Harli menambahkan bahwa penyidikan dalam kasus ini sudah memasuki puncaknya dan akan segera selesai.

“Tapi yang pasti, biasanya kalau TTL (Tom Lembong) sudah diperiksa untuk tersangka ini (Charles), tersangka ini (Charles) sudah diperiksa untuk TTL,” tuturnya.

“Berarti penyidikan ini sudah tinggal di puncak nih dalam konteks penyelesaiannya,” imbuhnya.

Kejagung Tegaskan Tidak Ada yang Main-Main dalam Penyidikan

Harli juga menegaskan bahwa pihak Kejagung tidak main-main dalam menangani kasus Tom Lembong.

“Saya sudah sampaikan, penyidik tidak akan main-main, siang malam fokus bagaimana menyelesaikan perkara-perkara semua, termasuk TTL. Itu komitmen kita,” tegas Harli.

Sehubungan dengan perkara ini, Harli menjelaskan beberapa istilah penting, seperti gula kristal mentah (GKM), gula kristal rafinasi (GKR), dan gula kristal putih (GKP). GKM dan GKR digunakan dalam proses produksi, sementara GKP siap konsumsi.

Aturan yang berlaku saat itu menyatakan bahwa hanya BUMN yang boleh mengimpor GKP, dan impor tersebut harus disesuaikan dengan kebutuhan dalam negeri serta tujuan untuk menjaga ketersediaan dan kestabilan harga GKP.

Namun, pada 2016, Indonesia mengalami kekurangan stok GKP, yang seharusnya dapat diimpor oleh BUMN. Menurut Direktur Penyidik Kejagung, Abdul Qohar, Tom Lembong memberikan izin kepada perusahaan swasta untuk mengimpor GKM yang kemudian diproses menjadi GKP.

“Atas sepengetahuan dan persetujuan tersangka TTL (Thomas Trikasih Lembong), persetujuan impor GKM ditandatangani untuk sembilan perusahaan swasta,” ujar Qohar pada 29 Oktober 2024.

“Seharusnya, untuk pemenuhan stok dan stabilisasi harga, yang diimpor adalah GKP secara langsung,” tambahnya.

Pemeriksaan Saksi dari Kalangan Mantan Staf Khusus dan Sekretaris Tom Lembong

Harli juga mengungkapkan bahwa Kejagung telah memeriksa sejumlah saksi dalam kasus ini, termasuk mantan Staf Khusus (Stafsus) Menteri Perdagangan yang diperiksa pada Rabu, 8 Januari 2025, dan mantan Sekretaris Tom Lembong pada Senin, 6 Januari 2025.

“Pemeriksaan saksi ini untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam perkara tersebut,” jelas Harli.

Istri Tom Lembong Harap Proses Hukum Adil

Sementara itu, istri Tom Lembong, Franciska Wihardja, berharap agar proses persidangan suaminya menghasilkan keputusan yang adil dari majelis hakim.

“Kami berharap dari keluarga sangat berharap, Pak Tom akan mendapatkan hakim yang adil dalam persidangan,” ungkap Franciska saat audiensi dengan Komisi Yudisial (KY) di Jakarta pada 12 Desember 2024.

Franciska juga menekankan pentingnya transparansi dalam proses hukum yang sedang dijalani Tom Lembong.

“Harapannya, semua bisa lebih transparan, karena kami sangat mematuhi dan mengikuti hukum di Indonesia,” tutupnya.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

KMP Putri Yasmin Terbakar, Direktur RSUD Tripat Turun Langsung Pantau Penanganan Korban
Iwan Slenk Tegaskan Gubernur NTB Tak Terkait Unsur Gratifikasi, Desakan Pemanggilan Dinilai Prematur
Jelang Ramadan, PLN Perkuat Sistem Kelistrikan Sumbawa dan Siagakan Ratusan Personel
Vonis 8 Tahun untuk Rosiady, Penasihat Hukum: “Tidak Ada Satu Rupiah Pun Uang Negara Keluar”
Gibran ke Lombok Tengah: Sambangi Pesantren, Nikmati Makan Siang Bareng Santri dan Tuan Guru
Ketua Liga NWDI: Indonesia Jangan Bungkam, Saatnya Prabowo Pimpin Gerakan Perdamaian Global
Swasembada Pangan Prioritas Pembangunan Nasional
Disangka Sarang Narkoba, Wisma NTB Justru Tunjukkan Keteladanan: Kooperatif, Transparan, dan Bebas dari Pelanggaran

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 04:58 WITA

Dicecar Puluhan Pertanyaan KPK Selama Dua Jam, Wabup UNA: Syukurnya Tak Pernah Dilibatkan Proyek

Kamis, 13 Agustus 2026 - 04:03 WITA

Wabup UNA dan Sejumlah Pejabat Lombok Barat Diperiksa KPK Terkait Kasus OTT Bupati LAZ

Selasa, 11 Agustus 2026 - 06:57 WITA

Tender Kampus 3 UIN Mataram Disorot, Dugaan Pengaturan Pemenang dan Deal-dealan Proyek Rp7,8 Miliar Mencuat

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:40 WITA

Polres Lombok Barat Perketat Penertiban Knalpot Brong Jelang HUT RI ke-81: Edukasi dan Penindakan Jadi Prioritas

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:43 WITA

Heboh Isu Penculikan Anak di Sekotong Ternyata Curas, Korban Dijebak Modus Bantuan Sembako

Kamis, 6 Agustus 2026 - 00:24 WITA

Tiga Anggota DPRD NTB Divonis Bebas dalam Kasus Dugaan Korupsi Dana Siluman

Senin, 3 Agustus 2026 - 09:41 WITA

Polresta Mataram Gelar 44 Adegan Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Mahasiswi Unram

Jumat, 31 Juli 2026 - 09:44 WITA

Polresta Mataram Ringkus Terduga Pembunuh Mahasiswi Unram Saat Hendak Kabur ke Malaysia

Berita Terbaru