Korupsi Kian Merajalela, Aliansi Pecinta Keadilan NTB Serukan Reformasi Moral bagi Aparat Hukum

- Wartawan

Kamis, 9 Oktober 2025 - 06:27 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koordinator Aliansi Masyarakat Pecinta Keadilan NTB, Herman Cemon, bersama anggota aliansi membacakan pernyataan sikap di Mataram, menuntut agar Pengadilan Tipikor menegakkan hukum secara bersih dan berkeadilan. (Foto: Istimewa)

Koordinator Aliansi Masyarakat Pecinta Keadilan NTB, Herman Cemon, bersama anggota aliansi membacakan pernyataan sikap di Mataram, menuntut agar Pengadilan Tipikor menegakkan hukum secara bersih dan berkeadilan. (Foto: Istimewa)

Halontb.com –  Kian maraknya kasus korupsi di Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali memantik keprihatinan publik. Aliansi Masyarakat Pecinta Keadilan NTB mengeluarkan pernyataan sikap tegas, menuntut aparat penegak hukum agar tidak bermain mata dengan kepentingan politik dan ekonomi para elit dalam menangani perkara tindak pidana korupsi.

Dalam surat resmi yang diterima media ini, Aliansi menilai korupsi telah menjelma menjadi “penyakit sosial” yang merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat, menghancurkan kepercayaan publik terhadap lembaga hukum, dan menghambat laju pembangunan ekonomi daerah.

“Fenomena korupsi hari ini bukan hanya persoalan hukum, tapi juga telah menjadi alat kepentingan segelintir elit. Bahkan lembaga penegak hukum pun kini tak lagi steril dari bayang-bayang kepentingan,” demikian kutipan isi pernyataan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aliansi menyebut situasi ini sebagai ancaman serius bagi keadilan dan kesejahteraan masyarakat NTB. Mereka menilai aparat hukum harus kembali pada komitmen moral penegakan hukum yang bersih, objektif, dan berpihak pada kepentingan rakyat, bukan pada kekuasaan.

Tuntutan Tegas ke Pengadilan Tipikor Mataram

Dalam butir sikap yang dibacakan di Mataram, Aliansi Masyarakat Pecinta Keadilan NTB menyampaikan lima tuntutan pokok:

1. Mendukung Pengadilan Tipikor Mataram untuk menegakkan keadilan dalam setiap perkara korupsi di NTB tanpa pandang bulu.

2. Meminta hakim Tipikor Mataram agar mempertimbangkan bukti-bukti dan fakta persidangan secara obyektif, terutama dalam kasus LCC yang sedang menjadi sorotan publik.

3. Mendorong adanya keputusan hukum yang berkeadilan, berdasarkan fakta dan bukan tekanan pihak-pihak tertentu.

4. Menuntut agar putusan pengadilan memenuhi rasa keadilan bagi semua pihak, termasuk masyarakat sebagai korban sistemik dari praktik korupsi.

5. Mengimbau agar Tipikor Mataram berhati-hati dalam memutus perkara, agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap iklim investasi di NTB yang kini sedang tumbuh pesat.

Mereka juga menekankan bahwa kesalahan dalam penegakan hukum akan berdampak luas, bukan hanya pada kredibilitas lembaga peradilan, tetapi juga pada kepercayaan investor dan stabilitas ekonomi daerah.

Seruan Moral dari Basis Akar Rumput

Kordinator Umum Aliansi, Herman Cemon, bersama Kordinator Lapangan Lukmanul Hakim dan Hendrawan Saputra, menegaskan bahwa gerakan mereka bukan sekadar reaksi emosional, tetapi seruan moral dari masyarakat yang muak melihat praktik korupsi yang terus berulang tanpa efek jera.

“Kami tidak memiliki kepentingan pribadi atau politik. Kami hanya menuntut agar keadilan ditegakkan dengan jujur. Jika korupsi dibiarkan terus berakar, maka NTB akan kehilangan masa depannya,” ujar Herman.

Aliansi juga menyerukan agar semua elemen masyarakat turut mengawasi proses hukum yang sedang berjalan, terutama terhadap kasus-kasus besar yang melibatkan pihak berpengaruh. “Jangan biarkan keadilan dibeli. Hukum harus berdiri di atas kebenaran, bukan kekuasaan,” tutupnya.

Facebook Comments Box

Editor : reza

Berita Terkait

Polisi Tetapkan Dua Tersangka Kasus Santri Tewas Terbakar di Lombok Tengah
Eksekusi Lahan Tanpa Juru Sita di Babussalam, Langkah Kades Kuripan Tuai Kecaman Ahli Waris
Kapolda NTB Beri Santunan Korban Tersulut Api di Ponpes di Lombok Tengah, Tersangka Segera Diumumkan
Brigjen LMI Jadi Tersangka Dugaan Korupsi MBG, Lurah Dasan Geres Ungkap Sosoknya yang Aktif Berkurban dan Peduli Sosial
Kejagung Tetapkan Brigjen Pol Lalu Muhammad Iwan Mahardan Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Program MBG
Polda NTB Tetapkan Pengelola LPK Ilegal jadi Tersangka TPPO, Raup Rp95 Juta dari Calon PMII
Polda NTB Ungkap 163 Kasus 3C, Ditreskrimum Kembalikan Motor Curian ke Pemilik
Diduga Peras Guru Terpencil hingga Ratusan Juta, Oknum Kabid Dikbudpora Bima Resmi Diserahkan ke Kejaksaan

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:58 WITA

Kopihyang Corner Buka Cabang Ketiga di Gerung, Rangkaian Grand Opening Diwarnai Aksi Sosial Santun Anak Yatim

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:11 WITA

Tak Sekadar Bicara Listrik, PLN UIW NTB Bangun Kesadaran Generasi Muda Lawan Kekerasan Seksual Lewat Srikandi Goes to Campus

Selasa, 30 Juni 2026 - 10:59 WITA

Edukasi Keselamatan Kelistrikan Jadi Prioritas, PLN UIW NTB Gandeng Pemkab Lombok Barat Bangun Budaya Zero Accident

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:23 WITA

PLN Percepat Ekosistem Kendaraan Listrik di NTB, 51 SPKLU Beroperasi dan Media Diajak Kawal Transformasi Energi

Senin, 22 Juni 2026 - 00:09 WITA

Sentuh Ujung Lombok Barat, Gerakan Pangan Murah Pemprov NTB Sukses Tekan Harga Sembako

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:00 WITA

Keselamatan Jadi Prioritas, PLN UP3 Selaparang Satukan Langkah Seluruh Personel Perkuat Budaya K3

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:44 WITA

Perkuat Literasi Digital Pelanggan, Srikandi PLN Selaparang Gencarkan Sosialisasi PLN Mobile di Lombok Timur

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:56 WITA

Keandalan Listrik Dimulai dari Sistem Pengawasan, PLN Rawat Peralatan Monitoring Gardu Induk Mantang

Berita Terbaru