LOMBOK TENGAH, HaloNTB.com — Kepolisian Resor Kota (Polresta) Lombok Tengah bergerak cepat memburu penyebar video hoaks yang menarasikan aksi pembakaran dapur penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Pringgarata. Video itu beredar di tengah keresahan warga buntut kasus keracunan 333 siswa di wilayah tersebut beberapa waktu lalu.
Kasi Humas Polresta Lombok Tengah, IPTU Lalu Brata Kusnadi, memastikan tidak ada aksi anarkis seperti yang ditampilkan dalam video viral tersebut. Menurutnya, kondisi di lapangan hingga saat ini tetap aman dan kondusif.
“Sampai hari ini kondisi di lokasi kejadian masih aman dan kondusif,” ujar IPTU Brata saat ditemui, Selasa (15/9/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca juga: 352 Siswa Diduga Keracunan MBG di Lombok Tengah, Wakil Ketua DPR Desak Evaluasi Menyeluruh
Ia menjelaskan, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Lombok Tengah tengah melakukan penelusuran untuk memburu pelaku penyebar video hoaks. Polisi juga mengedepankan langkah preventif demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
“Jadi ini perlu disampaikan menindaklanjuti hal-hal yang demikian. Kepolisian tentunya di dalam menjaga situasi Kamtibmas kita memang secara rutin melaksanakan kegiatan-kegiatan preventif melalui patroli. Kemudian kita kedepankan Bhabin juga untuk langsung ke masyarakat untuk menyerap informasi-informasi terkait dengan situasi yang ada di wilayah tersebut,” ujarnya.
IPTU Brata menambahkan, informasi dari lapangan mengonfirmasi warga tidak terpengaruh oleh isu hoaks tersebut. Ia pun mengapresiasi masyarakat yang telah bekerja sama menjaga ketenangan lingkungan.
Baca juga: 352 Siswa di Lombok Tengah Diduga Keracunan Massal Usai Santap MBG
Terkait penegakan hukum, ia menyatakan Satreskrim akan menindaklanjuti penyebar konten palsu. Warga diimbau lebih bijak dalam bermedia sosial.
“Pasti itu nanti kita akan telusuri, mungkin dari Reskrim untuk penyebar video. Kami juga berharap kepada warga masyarakat agar bijak di dalam bermedia sosial. Bila memposting pemberitaan atau konten-konten lain yang belum kita pahami kebenaran isinya, mungkin jangan diposting sehingga tidak menimbulkan keresahan maupun gangguan situasi Kamtibmas,” tegasnya.
Di tempat terpisah, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) NTB, Eko Prasetyo, memberikan klarifikasi terkait asal-usul video yang sempat meresahkan publik. Ia menegaskan rekaman dalam video viral itu merupakan disinformasi murni.
“Video tersebut sebenarnya merupakan rekaman unjuk rasa di PT Timah, Bangka Belitung, yang secara kebetulan memiliki warna bangunan yang serupa,” kata Eko.
Baca juga: BGN Hentikan Operasional SPPG di Lombok Tengah Usai 352 Siswa Diduga Keracunan MBG
Ia berharap masyarakat menyaring setiap informasi sebelum menyebarkannya ke media sosial. Menurutnya, warga juga diminta tidak mudah terprovokasi dan bersabar menunggu hasil investigasi serta uji laboratorium sampel yang sedang ditangani pihak terkait.
“Cari tahu dulu kebenaran video, data, dan informasi. Kami juga berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi, kejadian kemarin sedang ditangani oleh pihak terkait dan dapat bersabar menunggu hasil investigasi serta hasil lab dari sampel yang diuji,” tandasnya.
Saat ini, Polresta Lombok Tengah melalui jajaran Polsek setempat terus melakukan monitoring dan patroli berkala di kawasan Pringgarata guna memastikan situasi tetap aman dan terkendali. Masyarakat diminta tidak menyebarkan konten yang belum terverifikasi kebenarannya.








