Polisi Buru Penyebar Video Hoaks Pembakaran Dapur MBG di Lombok Tengah

- Wartawan

Rabu, 16 September 2026 - 08:53 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Video yang menampilkan kerumunan dan kepulan asap beredar dengan narasi pembakaran dapur MBG di Lombok Tengah, NTB. Polisi memastikan informasi tersebut hoaks dan tengah menelusuri penyebarnya.(Foto: Istimewa)

Video yang menampilkan kerumunan dan kepulan asap beredar dengan narasi pembakaran dapur MBG di Lombok Tengah, NTB. Polisi memastikan informasi tersebut hoaks dan tengah menelusuri penyebarnya.(Foto: Istimewa)

LOMBOK TENGAH, HaloNTB.com — Kepolisian Resor Kota (Polresta) Lombok Tengah bergerak cepat memburu penyebar video hoaks yang menarasikan aksi pembakaran dapur penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Pringgarata. Video itu beredar di tengah keresahan warga buntut kasus keracunan 333 siswa di wilayah tersebut beberapa waktu lalu.

Kasi Humas Polresta Lombok Tengah, IPTU Lalu Brata Kusnadi, memastikan tidak ada aksi anarkis seperti yang ditampilkan dalam video viral tersebut. Menurutnya, kondisi di lapangan hingga saat ini tetap aman dan kondusif.

“Sampai hari ini kondisi di lokasi kejadian masih aman dan kondusif,” ujar IPTU Brata saat ditemui, Selasa (15/9/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca juga: 352 Siswa Diduga Keracunan MBG di Lombok Tengah, Wakil Ketua DPR Desak Evaluasi Menyeluruh

Ia menjelaskan, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Lombok Tengah tengah melakukan penelusuran untuk memburu pelaku penyebar video hoaks. Polisi juga mengedepankan langkah preventif demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

“Jadi ini perlu disampaikan menindaklanjuti hal-hal yang demikian. Kepolisian tentunya di dalam menjaga situasi Kamtibmas kita memang secara rutin melaksanakan kegiatan-kegiatan preventif melalui patroli. Kemudian kita kedepankan Bhabin juga untuk langsung ke masyarakat untuk menyerap informasi-informasi terkait dengan situasi yang ada di wilayah tersebut,” ujarnya.

IPTU Brata menambahkan, informasi dari lapangan mengonfirmasi warga tidak terpengaruh oleh isu hoaks tersebut. Ia pun mengapresiasi masyarakat yang telah bekerja sama menjaga ketenangan lingkungan.

Baca juga: 352 Siswa di Lombok Tengah Diduga Keracunan Massal Usai Santap MBG

Terkait penegakan hukum, ia menyatakan Satreskrim akan menindaklanjuti penyebar konten palsu. Warga diimbau lebih bijak dalam bermedia sosial.

“Pasti itu nanti kita akan telusuri, mungkin dari Reskrim untuk penyebar video. Kami juga berharap kepada warga masyarakat agar bijak di dalam bermedia sosial. Bila memposting pemberitaan atau konten-konten lain yang belum kita pahami kebenaran isinya, mungkin jangan diposting sehingga tidak menimbulkan keresahan maupun gangguan situasi Kamtibmas,” tegasnya.

Di tempat terpisah, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) NTB, Eko Prasetyo, memberikan klarifikasi terkait asal-usul video yang sempat meresahkan publik. Ia menegaskan rekaman dalam video viral itu merupakan disinformasi murni.

“Video tersebut sebenarnya merupakan rekaman unjuk rasa di PT Timah, Bangka Belitung, yang secara kebetulan memiliki warna bangunan yang serupa,” kata Eko.

Baca juga: BGN Hentikan Operasional SPPG di Lombok Tengah Usai 352 Siswa Diduga Keracunan MBG

Ia berharap masyarakat menyaring setiap informasi sebelum menyebarkannya ke media sosial. Menurutnya, warga juga diminta tidak mudah terprovokasi dan bersabar menunggu hasil investigasi serta uji laboratorium sampel yang sedang ditangani pihak terkait.

“Cari tahu dulu kebenaran video, data, dan informasi. Kami juga berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi, kejadian kemarin sedang ditangani oleh pihak terkait dan dapat bersabar menunggu hasil investigasi serta hasil lab dari sampel yang diuji,” tandasnya.

Saat ini, Polresta Lombok Tengah melalui jajaran Polsek setempat terus melakukan monitoring dan patroli berkala di kawasan Pringgarata guna memastikan situasi tetap aman dan terkendali. Masyarakat diminta tidak menyebarkan konten yang belum terverifikasi kebenarannya.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Geger! Jenazah Tanpa Identitas Ditemukan di Bukit Lendang Luar, Basarnas Evakuasi Korban
Polisi Tetapkan Pimpinan Ponpes di Lombok Barat sebagai Tersangka Dugaan Pencabulan Santriwati
Dua Pria Diduga Pengedar Sabu Ditangkap di Gerung, 72,42 Gram Disita
Jelang MotoGP Mandalika, Polisi Patroli Jalur Logistik di Pelabuhan Lembar
LPA Mataram Ungkap Dugaan Modus Kekerasan Seksual di Ponpes Lombok Tengah, Korban Diduga Bertambah
Polda NTB Naikkan Kasus Dugaan Penyimpangan Anggaran PT Energi Selaparang ke Tahap Penyidikan
Lapas Lombok Barat Gandeng TNI-Polri dan BNN, Gelar Razia Gabungan dan Tes Urine
Bunuh Ibu Kandung dan Bakar Jasad di Sekotong, Bara Divonis 20 Tahun Penjara

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:51 WITA

Tak Cukup Hadirkan Listrik, PLN NTB Bangun Budaya Selamat di Kalangan Pelaku UMKM Sumbawa

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:26 WITA

Setelah Delapan Tahun Absen, Bank NTB Syariah Kembali Salurkan KUR, Kuota Rp40 Miliar Disiapkan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:58 WITA

Keandalan Listrik Tak Cukup Dibangun dengan Infrastruktur, PLN Ingatkan Bahaya Aktivitas di Jalur SUTT

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:54 WITA

PLN Perkuat Infrastruktur Kelistrikan di NTB, Pengujian SLO PLTS Sengkol Jadi Langkah Jaga Pelayanan Publik

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:45 WITA

Saat Sumber Air Mengering di Lombok Utara, 90 Ribu Liter Air Bersih Mengalir Berkat Inisiatif Perempuan Desa Medana

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:49 WITA

Bank NTB Syariah dan Toko Ladang Perkuat Ekosistem Pengadaan Digital, Layanan Keuangan Terintegrasi Jadi Kunci

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:48 WITA

Keselamatan Petugas Jadi Kunci Keandalan Listrik, PLN UP3 Mataram Raih Penghargaan Nasional

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:02 WITA

Lebih dari Sekadar Terang, PLN Tegaskan Listrik Jadi Penopang Ekonomi Rakyat dan Masa Depan Generasi Bangsa

Berita Terbaru