NTT Menuju Kemandirian Energi: Geothermal sebagai Simfoni Harmoni Alam, Teknologi, dan Masyarakat

- Wartawan

Rabu, 30 April 2025 - 01:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, memimpin audiensi pengembangan energi panas bumi bersama PLN, ESDM, dan masyarakat di Kupang. (Foto: Dok. PLN)

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, memimpin audiensi pengembangan energi panas bumi bersama PLN, ESDM, dan masyarakat di Kupang. (Foto: Dok. PLN)

Halontb.com – Di tengah gugusan pulau yang terpencil dan kontur alam yang menantang, energi selama ini selalu menjadi barang mahal di NTT. Namun situasi itu bisa segera berubah. Dari kedalaman bumi Flores dan pulau-pulau sekitarnya, energi panas bumi kini muncul sebagai jawaban atas kerinduan panjang akan kemandirian energi yang berkelanjutan dan merata.

Senin, 28 April 2025, menjadi momentum penting. Dalam sebuah audiensi strategis di Kupang, pemerintah pusat, PLN, pemerintah daerah, pengembang panas bumi, dan kelompok-kelompok masyarakat berdiskusi terbuka mengenai arah pengembangan PLTP di Mataloko, Ulumbu, Atadei, dan WKP lainnya.

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, membuka audiensi dengan pesan bernas: “Kita harus mengelola geothermal sebagai rahmat Tuhan, bukan sekadar proyek. Ini harus memberi kesejahteraan bagi rakyat, bukan menambah masalah sosial.”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Audiensi ini sekaligus merespons berbagai isu sosial yang berkembang di sekitar proyek geothermal. Mulai dari keresahan akan dampak lingkungan hingga aspirasi masyarakat yang meminta perlindungan hak atas tanah dan pengelolaan lokal. Maka, sebagai solusi, dibentuklah tim kerja terpadu yang melibatkan semua pihak dari pemerintah, PLN, hingga tokoh gereja dan LSM agar pembangunan PLTP tidak berjalan sepihak.

Dirjen EBTKE, Eniya Listiani Dewi, menyatakan bahwa pemerintah siap mengambil langkah progresif, termasuk mempercepat regulasi pemanfaatan langsung semburan panas bumi. “Kita bisa kembangkan jadi geopark, jadi atraksi wisata. Tapi yang paling penting: tidak boleh ada yang merasa dikorbankan,” ucapnya.

General Manager PLN UIP Nusra, Yasir, menambahkan bahwa proyek geothermal ini bukan hanya tentang pembangkit, tapi tentang menjawab krisis energi yang mulai mengancam Flores. Dengan beban hampir menembus batas kapasitas, PLN kini mengandalkan sumber daya fosil yang tidak ramah lingkungan dan makin mahal. Geothermal adalah solusi yang tidak bisa ditunda.

Di sisi akademik, pakar geothermal dari UGM, Pri Utami, membawa perspektif sejarah dan lingkungan dalam dialog. Ia menjelaskan bahwa sumber panas bumi telah terbentuk selama ribuan tahun dan dikelola dengan prinsip keberlanjutan, bukan eksploitasi.

“Ini bukan tambang. Ini adalah energi kehidupan yang terbarukan. Harus kita syukuri, kelola, dan wariskan,” katanya.

NTT kini di persimpangan jalan sejarah: melanjutkan ketergantungan pada energi fosil yang usang, atau mengambil lompatan menuju masa depan lewat geothermal. Dengan semangat kolaboratif dan kesadaran lingkungan, PLTP di NTT bisa menjadi model nasional bahwa membangun energi bersih tidak harus merusak, dan kemajuan tak harus datang dengan pengorbanan yang tak perlu.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Danantara Dorong BUMN Utamakan Pelanggan, PLN Masuk Dua Besar Layanan Terbaik
Efek MotoGP Mandalika, Pelindo Catat Lonjakan Penumpang 40 Persen dan Kendaraan 32 Persen
Bukan Hanya Balapan, Keandalan Listrik PLN Jadi Penopang Citra Mandalika di Panggung Dunia
Mandalika Menuju Destinasi Wisata Berkelanjutan, PLN Hadirkan SPKLU Fast Charging Saat MotoGP 2026
Di Balik Gemuruh MotoGP Mandalika, Keandalan Listrik Jadi Penopang Penting Suksesnya Balapan
Raul Fernandez Tercepat di Free Practice MotoGP Mandalika, PLN Siaga Kawal Kelistrikan Sirkuit
Beasiswa Bank NTB Syariah untuk 15 Mahasiswa Unram Disiapkan Berkelanjutan, Seleksi dan Evaluasi Jadi Perhatian
Bank NTB Syariah dan PDAM Lombok Timur Buka Ruang Inovasi, Kemitraan Strategis Disiapkan untuk Jangka Panjang

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:00 WITA

Polisi Tetapkan Pimpinan Ponpes di Lombok Barat sebagai Tersangka Dugaan Pencabulan Santriwati

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:18 WITA

Dua Pria Diduga Pengedar Sabu Ditangkap di Gerung, 72,42 Gram Disita

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 18:22 WITA

Jelang MotoGP Mandalika, Polisi Patroli Jalur Logistik di Pelabuhan Lembar

Rabu, 23 September 2026 - 06:47 WITA

LPA Mataram Ungkap Dugaan Modus Kekerasan Seksual di Ponpes Lombok Tengah, Korban Diduga Bertambah

Jumat, 18 September 2026 - 11:42 WITA

Polda NTB Naikkan Kasus Dugaan Penyimpangan Anggaran PT Energi Selaparang ke Tahap Penyidikan

Kamis, 17 September 2026 - 12:26 WITA

Lapas Lombok Barat Gandeng TNI-Polri dan BNN, Gelar Razia Gabungan dan Tes Urine

Rabu, 16 September 2026 - 08:53 WITA

Polisi Buru Penyebar Video Hoaks Pembakaran Dapur MBG di Lombok Tengah

Senin, 14 September 2026 - 15:49 WITA

Bunuh Ibu Kandung dan Bakar Jasad di Sekotong, Bara Divonis 20 Tahun Penjara

Berita Terbaru