Krisis Air Bersih 4 Hari, Lurah Gerung Selatan Soroti Buruknya Komunikasi PDAM

- Wartawan

Kamis, 2 Juli 2026 - 09:41 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret warga saat mengantre air bersih di sebuah sumur warga di desa sebelah, karena sudah 4 hari aliran air di rumahnya mereka tak kunjung mengalir.(Foto: Istimewa)

Potret warga saat mengantre air bersih di sebuah sumur warga di desa sebelah, karena sudah 4 hari aliran air di rumahnya mereka tak kunjung mengalir.(Foto: Istimewa)

LOMBOK BARAT, Halontb.com – Masyarakat di Kelurahan Gerung Selatan, Kabupaten Lombok Barat, khususnya warga di kawasan BTN Reyan Baru, akhirnya bisa bernapas lega setelah distribusi air bersih dari PDAM mulai kembali mengalir. Namun, pemulihan layanan yang sempat mati total selama empat hari ini menyisakan catatan kritis bagi pihak penyedia layanan.

Lurah Gerung Selatan, Akhwan Mashudi, menegaskan bahwa krisis air yang melumpuhkan aktivitas warga tersebut harus menjadi pelajaran penting bagi PDAM dalam mengelola sistem distribusi dan komunikasi.

Baca juga: Lombok Barat Tetapkan Status Siaga Kekeringan, 124 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Air adalah kebutuhan paling mendasar. Ketika aliran mati total hingga empat hari, masyarakat tentu panik karena kebutuhan minum, memasak, hingga sanitasi terganggu. Kejadian ini harus menjadi evaluasi serius bagi semua pihak,” ujar Akhwan saat dikonfirmasi, Kamis (2/7/2026).

Lurah Gerung Selatan, Akhwan Mashudi

Akhwan menyoroti minimnya koordinasi dari pihak PDAM selama proses perbaikan jaringan berlangsung. Ia mengungkapkan bahwa pihak kelurahan tidak mendapatkan informasi yang memadai mengenai jadwal perbaikan maupun estimasi waktu pengerjaan.

“Kami tidak menerima koordinasi maksimal. Bahkan melalui media massa pun, kami tidak tahu kapan perbaikan dimulai dan kapan normal kembali. Tiba-tiba masyarakat sudah mengeluh air mati,” keluhnya.

Baca juga: Pelabuhan Senggigi Melejit: PAD Tembus 97 Persen, Wisatawan Naik 10 Kali Lipat

Oleh karena itu, ia mendesak agar PDAM segera menyusun dan menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang transparan. Menurutnya, pemberitahuan lebih awal kepada pelanggan melalui kanal resmi, media sosial, atau berkoordinasi langsung dengan pemerintah wilayah adalah langkah wajib agar mitigasi dapat dilakukan lebih dini.

“Jika ada pemberitahuan lebih awal, kami di kelurahan bisa segera berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menyiapkan bantuan mobil tangki air. Dengan begitu, pelayanan kepada masyarakat tetap bisa berjalan selama proses perbaikan berlangsung,” tegasnya.

Baca juga: Targetkan Nol Kemiskinan Ekstrem, Pemprov NTB Evaluasi Total Pola Kerja OPD

Krisis ini memukul keras warga di kawasan perumahan seperti BTN Reyan Baru yang selama ini menggantungkan diri sepenuhnya pada jaringan PDAM. Berbeda dengan permukiman lama yang sebagian masih memiliki akses sumur bor, warga perumahan praktis tidak memiliki sumber air alternatif.

Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kelurahan Gerung Selatan berencana melakukan langkah preventif ke depan. Akhwan berencana mengajak pengurus masjid dan musala setempat untuk menginisiasi pembangunan sumur bor sebagai cadangan darurat.

“Harapannya, jika kejadian serupa terulang, masyarakat masih memiliki akses air melalui fasilitas umum. Kami juga akan memperkuat solidaritas warga agar saling berbagi jika ada tetangga yang memiliki akses sumur bor,” jelasnya.

Baca juga: Gubernur Iqbal Pastikan Penyaluran Bantuan Desa Berdaya Tepat Sasaran di Lombok Barat

Berdasarkan pantauan lapangan hingga hari keempat, distribusi air memang telah kembali ke beberapa titik. Namun, Akhwan mencatat bahwa pemulihan belum merata. Di beberapa wilayah dataran tinggi, air hanya mengalir tipis pada dini hari atau pagi hari.

Kantor Kelurahan Gerung Selatan sendiri juga terdampak, namun berkat ketersediaan tandon air, pelayanan publik di kantor tersebut tetap berjalan normal.

“Kami berharap PDAM meningkatkan kualitas pelayanannya dengan komunikasi yang lebih terbuka. Kami meminta warga untuk tetap bersabar karena meski sudah mengalir, kondisinya belum pulih sepenuhnya. Kami akan terus memantau hingga distribusi kembali normal bagi seluruh pelanggan,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Hari Ketiga Pencarian KMP Putri Yasmin, Satu Penumpang Selamat, 4 Orang Masih Dicari
Wabup UNA Bersama Menhub dan Gubernur NTB Jenguk Korban KMP Putri Yasmin di RSUD Tripat
Jelang Maulid, Disdag Lobar Intensifkan Sidak Harga dan Siapkan Pasar Murah Antisipasi Lonjakan Sembako
Setahun Lebih Rusak Parah Tanpa Perbaikan, Warga Terpaksa Melintas di Jembatan Bakong
Asak Datu Desak Pemkab Lombok Barat Bekukan Aplikasi BANTU-IN, Soroti Serapan Anggaran dan Dasar Hukumnya
Duka SMKN 1 Gerung, Siswi Baru Meninggal Terseret Ombak di Pantai Semeti, Sekolah Gelar Doa Bersama dan Beri Santunan
FORMAL Resmi Lahir Pasca OTT Bupati Lobar, Media Bersatu Tolak Praktik Pilih Kasih dan Pengkotakan Pers
Usai KPK Tangkap Bupati LAZ, DPRD Soroti Kinerja Inspektorat: Kok Bisa Temuan Nihil Saat Dugaan Korupsi Besar Dibongkar?

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 06:16 WITA

3.170 Warga Binaan di NTB Terima Remisi HUT ke-81 RI, 26 Orang Langsung Bebas

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 23:32 WITA

Polda NTB Bongkar Jaringan Curanmor di Sekotong, Tiga Unit Motor Diamankan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 03:15 WITA

Perkuat Toleransi di NTB, PMB LP2M UIN Mataram Gelar Moderation Connect Ke-3

Kamis, 13 Agustus 2026 - 04:58 WITA

Dicecar Puluhan Pertanyaan KPK Selama Dua Jam, Wabup UNA: Syukurnya Tak Pernah Dilibatkan Proyek

Kamis, 13 Agustus 2026 - 04:03 WITA

Wabup UNA dan Sejumlah Pejabat Lombok Barat Diperiksa KPK Terkait Kasus OTT Bupati LAZ

Selasa, 11 Agustus 2026 - 08:03 WITA

SK Tahunan Dipersoalkan, Ribuan Guru PPPK Lombok Barat Desak Kepastian Masa Kerja

Selasa, 11 Agustus 2026 - 07:49 WITA

Tiga Oknum Polisi di NTB Ditangkap Dugaan Kasus Narkoba, Berasal dari Polda NTB, Polres Lobar dan Bima Kota

Selasa, 11 Agustus 2026 - 06:57 WITA

Tender Kampus 3 UIN Mataram Disorot, Dugaan Pengaturan Pemenang dan Deal-dealan Proyek Rp7,8 Miliar Mencuat

Berita Terbaru