Tender Kampus 3 UIN Mataram Disorot, Dugaan Pengaturan Pemenang dan Deal-dealan Proyek Rp7,8 Miliar Mencuat

- Wartawan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 06:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papan plang penanda kepemilikan lahan Kementerian Agama RI di lokasipembangunan Kampus 3 UIN Mataram, Desa Gapuk, Kabupaten Lombok Barat.(Foto: Halo NTB)

Papan plang penanda kepemilikan lahan Kementerian Agama RI di lokasipembangunan Kampus 3 UIN Mataram, Desa Gapuk, Kabupaten Lombok Barat.(Foto: Halo NTB)

LOMBOK BARAT, Halontb.com — Proses tender proyek pembangunan Kampus 3 Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram yang berlokasi di Desa Gapuk, Kabupaten Lombok Barat, mendadak menuai sorotan tajam. Dugaan ketidaktransparanan dalam proses pengadaan melalui Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) mencuat ke permukaan setelah pengelola penimbunan melayangkan keberatan terbuka atas proses pembuktian dan penilaian peserta tender.

Sorotan ini bermula dari kejanggalan tahapan lelang, termasuk mundurnya jadwal pengumuman pemenang secara berulang kali. Kondisi tersebut memicu tanda tanya besar di kalangan pelaku jasa konstruksi lokal mengenai objektivitas di balik layar proyek strategis ini.

Salah satu narasumber berinisial SI secara blak-blakan menduga adanya pola pengaturan pemenang atau praktik deal-dealan dalam proses lelang. Praktik lancung tersebut, menurutnya, melibatkan oknum Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Kelompok Kerja (Pokja), hingga pihak-pihak berkepentingan lainnya di lingkup kampus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya menduga ada permainan dalam proses tender. Kalau memang prosesnya transparan, seluruh peserta harus mendapatkan kesempatan yang sama dan penilaiannya harus berdasarkan persyaratan serta kemampuan yang dapat dibuktikan secara nyata. Bahkan, Wakil Rektor 2 UIN Mataram diduga turut bermain dengan kontraktor,” ungkap SI, Senin (10/8/2026).

Baca juga: Kunjungi Pelabuhan Lembar, Komisi VII DPR RI Dorong Penguatan Keamanan dan Penambahan Dermaga

Berdasarkan data LPSE Kementerian Agama, proyek pengurukan lahan Kampus 3 UIN Mataram dimenangkan oleh PT Nurfita Katya Mandiri yang berbasis di Jakarta dengan nilai penawaran fantastis sekitar Rp7,8 miliar. Sementara itu, dua perusahaan lokal penantang, yakni PT Duta Cevate dan CV Jasa Famili Konstruksi, harus tersingkir dari bursa pemenang.

SI menyoroti proses pembuktian kualifikasi yang dinilai diskriminatif karena lebih berpihak pada korporasi luar daerah. Padahal, kontraktor lokal diklaim jauh lebih siap secara administrasi, memiliki legalitas galian C yang sah, serta kepemilikan alat yang dapat diverifikasi langsung di lapangan.

Lebih lanjut, SI membeberkan bahwa dirinya telah memenuhi seluruh persyaratan administratif pendaftaran tender. Ketika pihak UIN Mataram mensyaratkan dukungan alat berat, pihaknya justru memasukkan enam unit alat dari ketentuan minimal yang diminta sebagai wujud keseriusan.

“Pihak UIN Mataram meminta tiga alat. Saya justru memasukkan enam alat yang saya punya sebagai bentuk kelengkapan. Dari enam alat tersebut, empat memenuhi kebutuhan dari tiga alat yang diminta. Artinya, secara jumlah saya memiliki lebih dari yang dipersyaratkan. Namun, sekarang justru dinyatakan tidak lolos dengan alasan terkait dua unit alat tersebut,” bebernya.

Baca juga: Polres Lombok Barat Perketat Penertiban Knalpot Brong Jelang HUT RI ke-81: Edukasi dan Penindakan Jadi Prioritas

Menurutnya, kemampuan riil perusahaan lokal beserta kelengkapan legalitas material seharusnya diverifikasi secara faktual sebelum panitia mengambil keputusan final. Ia menegaskan, jika persoalan ini dibiarkan tanpa transparansi, pihaknya siap membuka dokumen dan pola-pola janggal yang selama ini terjadi ke hadapan publik.

Menanggapi polemik tersebut, Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian (AUPKK) UIN Mataram, Arya, berdalih bahwa seluruh tahapan pengadaan telah berjalan sesuai prosedur baku melalui sistem SPSE.

“Ini semua berdasarkan sistem SPSE. Tentu nanti sistem yang akan mengetahui hasilnya,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi.

Namun, dokumen dan data pendukung yang dipegang pihak SI masih menyisakan sederet pertanyaan krusial, khususnya terkait objektivitas evaluasi teknis, proses pembuktian kualifikasi, hingga alasan rasional terdepaknya perusahaan lokal.

Di sisi lain, Pengawas (Pawas) Proyek, Subuhi, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp maupun sambungan telepon memilih bungkam dan enggan memberikan keterangan mendalam.

“Saya tidak tahu, silakan langsung ke Kabiro AUPKK UIN Mataram yang lebih berwenang,” elak Subuhi.

Baca juga: Ditlantas Polda NTB Edukasi Ratusan Pelajar SMPN 1 Gerung soal Keselamatan Berlalu Lintas

Desakan Transparansi dan Kepastian Hukum
Kini, SI bersama para simpatisan mendesak adanya investigasi dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh rangkaian lelang proyek Kampus 3 UIN Mataram. Publik kini menagih komitmen moral institusi pendidikan tinggi negeri tersebut untuk membuktikan apakah proses pengadaan telah berjalan secara objektif dan akuntabel, atau justru menyisakan celah konkalikot.

Hingga berita ini diturunkan, pihak rektorat UIN Mataram belum memberikan keterangan resmi lanjutan guna meredam spekulasi liar yang kian menggelinding di tengah masyarakat Lombok Barat.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

LPA Mataram Ungkap Dugaan Modus Kekerasan Seksual di Ponpes Lombok Tengah, Korban Diduga Bertambah
Polda NTB Naikkan Kasus Dugaan Penyimpangan Anggaran PT Energi Selaparang ke Tahap Penyidikan
Lapas Lombok Barat Gandeng TNI-Polri dan BNN, Gelar Razia Gabungan dan Tes Urine
Polisi Buru Penyebar Video Hoaks Pembakaran Dapur MBG di Lombok Tengah
Bunuh Ibu Kandung dan Bakar Jasad di Sekotong, Bara Divonis 20 Tahun Penjara
Laka Lantas Turun 15 Persen, Polres Lombok Barat Perketat Penindakan dan Edukasi Pengendara
Polres Lombok Barat Amankan Pemuda Bawa Sajam dan 29 Motor Diduga untuk Balap Liar
Ditresnarkoba Polda NTB Bongkar Jaringan Narkoba Karang Bagu, Belasan Terduga Pelaku dan Barang Bukti Sabu Diamankan

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 09:19 WITA

Komisi I DPRD Lobar Apresiasi Kenaikan Penghasilan Guru PPPK Paruh Waktu, Pemkab Siapkan Rp11 Miliar

Rabu, 23 September 2026 - 05:50 WITA

MAN Lombok Barat Terobos Batas Apresiasi: Ketua dan Wakil Ketua OSIS Terpilih Raih Beasiswa Komite

Senin, 21 September 2026 - 20:19 WITA

Estafet Kepemimpinan ORSIMA MAN Lobar Berlanjut, Kepala Madrasah Tekankan Inovasi dan Aksi Nyata

Sabtu, 19 September 2026 - 08:58 WITA

MAN Lombok Barat Gelar Pesta Demokrasi, Tiga Paslon Berebut Amanah Pimpin ORSIMA

Kamis, 17 September 2026 - 05:17 WITA

Sumbangan Dipatok Rp150 Ribu Dipersoalkan Wali Murid, SMAN 1 Narmada Tegaskan Tak Ada Paksaan

Selasa, 15 September 2026 - 12:33 WITA

Guru MAN Lombok Barat Didorong Adaptif, UNRAM Dampingi Implementasi CEFR dalam Pembelajaran Bahasa Inggris

Senin, 14 September 2026 - 00:43 WITA

Dua Siswa MAN Lombok Barat Melaju ke OMI Tingkat Provinsi 2026

Minggu, 13 September 2026 - 07:16 WITA

Sisihkan 24 Sekolah, MAN Lombok Barat Juara FUTSALSIX 2026 Lewat Laga Dramatis

Berita Terbaru