Duka SMKN 1 Gerung, Siswi Baru Meninggal Terseret Ombak di Pantai Semeti, Sekolah Gelar Doa Bersama dan Beri Santunan

- Wartawan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 08:41 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan siswa siswi SMKN 1 Gerung mengikuti doa bersama di halaman sekolah, sebagai ungkapan duka atas meninggalnya salah satu siswi akibat terseret ombak saat berada di Pantai Semeti.(Foto: Istimewa)

Ratusan siswa siswi SMKN 1 Gerung mengikuti doa bersama di halaman sekolah, sebagai ungkapan duka atas meninggalnya salah satu siswi akibat terseret ombak saat berada di Pantai Semeti.(Foto: Istimewa)

LOMBOK BARAT, Halontb.com – Suasana duka menyelimuti keluarga besar SMKN 1 Gerung, Kabupaten Lombok Barat, setelah salah seorang siswinya, Putri Salsabila (16), meninggal dunia akibat terseret ombak saat berada di kawasan Pantai Semeti, Desa Mekar Sari, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, Minggu (2/8/2026).

Korban yang merupakan siswi kelas X Program Keahlian Desain Produksi Busana (DPB) itu dilaporkan terseret ombak ketika berada di atas tebing pantai untuk berswafoto. Peristiwa tragis tersebut meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi seluruh civitas akademika SMKN 1 Gerung.

Baca juga: Tragedi Selfie di Pantai Semeti: Empat Wisatawan Terjatuh dari Tebing, Satu Tewas Terseret Ombak

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhumah, pihak sekolah langsung menggelar doa bersama pada Senin (3/8/2026) pagi. Kegiatan diawali dengan pelaksanaan upacara bendera yang kemudian dilanjutkan doa bersama untuk mendoakan almarhumah sekaligus memohon keselamatan seluruh peserta didik.

Kepala SMKN 1 Gerung melalui Wakil Kepala SMKN 1 Gerung Bidang Hubungan Masyarakat (Waka Humas), Novan Hardi, mengatakan pihak sekolah sangat terpukul atas musibah yang menimpa salah seorang siswanya.

“Kami sangat prihatin dan berduka cita sedalam-dalamnya atas meninggalnya siswi kami. Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Novan, Selasa (4/8).

Baca juga: Tenggang Waktu Menipis, DPRD Lombok Barat Desak Pemda Tuntaskan Status 31 Honorer Sebelum Desember

Menurut Novan, begitu menerima informasi dari Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan mengenai kabar duka tersebut, Kepala SMKN 1 Gerung langsung menginstruksikan seluruh jajaran sekolah untuk melakukan kunjungan belasungkawa ke rumah keluarga korban.

Rombongan yang terdiri atas Kepala Sekolah, tenaga kependidikan, Komite Sekolah, perwakilan guru, serta pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) berangkat menggunakan bus sekolah menuju rumah duka di Dusun Kambeng, Desa Sekotong Timur, Kabupaten Lombok Barat.

Baca juga: Polresta Mataram Gelar 44 Adegan Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Mahasiswi Unram

Namun perjalanan tidak berlangsung mudah. Akses menuju rumah korban terputus sehingga rombongan harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki hingga tiba di lokasi.

“Saat sampai di rumah duka, kami bertemu kedua orang tua almarhumah. Kebetulan ibunya yang bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita sedang berada di rumah. Kami kemudian ikut menyalatkan jenazah bersama warga sebelum prosesi pemakaman berlangsung,” tutur Novan.

Kepala SMKN 1 Gerung menyerahkan bantuan santunan kepada orang tua siswi korban musibah terseret ombak di Pantai Semeti, sebagai wujud kepedulian dan dukungan moral bagi keluarga yang ditinggalkan.

Dalam kesempatan tersebut, pihak sekolah juga menyerahkan santunan kepada keluarga korban sebagai bentuk kepedulian. Bantuan berasal dari dana sekolah dan Komite Sekolah, serta sumbangan sukarela dari para siswa kelas X dan XI yang terkumpul lebih dari Rp1 juta.

Baca juga: Gedung SMKN 1 Gerung Kritis: 5 Kelas Terancam Ambruk, Siswa Terpaksa Belajar di Parkir Bersekat Triplek

Novan menjelaskan, siswa kelas XII tidak ikut dalam penggalangan dana karena sedang menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di berbagai perusahaan dan instansi.

Pihak sekolah mengungkapkan bahwa Putri Salsabila merupakan peserta didik baru yang belum lama bergabung di SMKN 1 Gerung. Ia baru menyelesaikan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada pertengahan Juli 2026 dan mulai mengikuti kegiatan belajar mengajar secara reguler sejak 21 Juli 2026.

“Baru sekitar dua hingga tiga minggu almarhumah aktif belajar di sekolah. Karena masih baru, kami belum begitu mengenal kesehariannya. Namun kesan awal yang kami tangkap, Putri adalah anak yang baik,” kata Novan.

Baca juga: Kembalikan Figur Ayah di Sekolah, SMKN 1 Gerung Jadi Pelopor Gerakan GEMAR di NTB

Putri diketahui merupakan warga Dusun Kambeng, Desa Sekotong Timur, Lombok Barat. Selama menempuh pendidikan di SMKN 1 Gerung, ia tinggal bersama neneknya di Kecamatan Kuripan agar lebih dekat dengan lokasi sekolah.

Teman-teman sekelas Putri Salsabila di SMKN 1 Gerung, siswi korban musibah terseret ombak di Pantai Semeti, saat memberikan keterangan terkait kenangan mereka tentang almarhumah.

Kepergian Putri juga menyisakan kesedihan bagi teman-teman sekelasnya. Salah seorang rekan sekelas di kelas X DPB, Adelia, mengenang almarhumah sebagai pribadi yang pendiam namun ramah dan mudah bergaul.

Baca juga: Maknai Kemerdekaan dengan Aksi Nyata, PLN UIW NTB Bangun Masa Depan Anak Bangsa Lewat Bantuan Pendidikan YBM PLN

Menurut Adelia, sebelum kejadian tidak ada tanda-tanda yang mengarah pada musibah tersebut. Putri hanya sempat bercerita bahwa dirinya akan pergi ke Pantai Semeti bersama bibinya dan pasangan bibinya.

“Dia bilang mau ke pantai sama bibinya bertiga saja. Tidak ada rencana mengajak teman-teman sekolah,” ujar Adelia.

Baca juga: Disorot Pungli, SMKN 3 Mataram Tunjukkan Transparansi: Dana Sumbangan Sukarela, Bukan Iuran Wajib

Ia juga masih mengingat pertemuan terakhir mereka pada Sabtu (1/8/2026), sehari sebelum peristiwa nahas terjadi. Saat itu Putri tampak seperti biasa, tetap ceria meski tidak banyak berbicara.

“Hari itu wajahnya terlihat sangat bersih dan bersinar. Dia memang pendiam, tapi tetap tertawa bersama teman-teman. Tidak ada pesan terakhir atau tanda-tanda yang berbeda melalui chat WhatsApp,” kenangnya.

Baca juga: Harumkan Nama NTB, Tiga Siswa MAN Lombok Barat Raih Medali di Masmirah Championship 2026

Peristiwa tersebut menjadi pengingat penting akan besarnya risiko keselamatan di kawasan wisata alam, khususnya pantai dengan karakter ombak besar dan tebing curam.

Menyikapi kejadian itu, SMKN 1 Gerung kembali mengimbau seluruh peserta didik agar selalu mengutamakan aspek keselamatan saat berwisata maupun melakukan aktivitas di alam terbuka.

Baca juga: Wakil Bupati Lombok Barat Tinjau MTs Nujumul Huda Terbakar, Pemda Siapkan Bantuan Rehabilitasi

Pihak sekolah berharap tragedi yang menimpa Putri Salsabila dapat menjadi pelajaran bagi seluruh pelajar dan masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi bahaya di kawasan wisata, sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang.

Jenazah Putri Salsabila telah dimakamkan secara Islam di kampung halamannya di Dusun Kambeng, Desa Sekotong Timur. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, para guru, dan seluruh keluarga besar SMKN 1 Gerung yang baru saja menyambutnya sebagai bagian dari sekolah.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

BPN Lombok Barat Rampungkan Pengukuran PTSL di 80 Desa, 90 Ribu Bidang Tanah Terpetakan
HUT ke-20 Laskar NTB, Miq Tuan Dar Tegaskan Komitmen Setia Mendampingi Masyarakat
Kaca Truk Pecah Diduga Dilempar Petugas Jembatan Timbang Bertais, Dishub Lobar: Bukan Anggota Kami
Khairunnisa Qariah Asal Bima Juara 1 MTQ Nasional XXXI, NTB Naik ke Peringkat 9
WNA Berhasil Dievakuasi Selamat oleh Tim SAR Gabungan Usai Alami Kecelakaan di Gunung Rinjani
Ribuan Jamaah Tumpah Ruah di Alun-Alun Giri Menang, Muhasabah Akbar Bersama UAS Getarkan Lobar
352 Siswa di Lombok Tengah Diduga Keracunan Massal Usai Santap MBG
Polda NTB Hadirkan Solusi Cepat Krisis Air Gili Trawangan, Distribusi Kembali Normal

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 01:42 WITA

Cerita Buruh Tani di NTB Antarkan Anak Raih Cita-cita Lewat Sekolah Rakyat

Senin, 2 November 2026 - 20:24 WITA

Munas IKA Unram Belum Digelar, Alumni Soroti Masa Jabatan Pengurus

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:59 WITA

Cinta Al-Qur’an Berbuah Prestasi, Siswa MAN Lombok Barat Borong Juara MTQH Gerung 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:55 WITA

Salat Istisqa di MAN Lombok Barat, TGH Taufikurrahman Ajak Jamaah Perbanyak Istigfar

Jumat, 9 Oktober 2026 - 00:00 WITA

Gemilang! Lima Srikandi Karate MAN Lombok Barat Borong 5 Gelar di Bupati Cup V 2026

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:33 WITA

Jelang OMI NTB, 33 Juara OMI Lombok Barat Terima Reward dari Kemenag dan BAZNAS

Rabu, 30 September 2026 - 09:55 WITA

Kabar Baik, Pemkab Lobar Naikkan Kesejahteraan 1.448 PPPK Paruh Waktu, Ini Besarannya

Rabu, 23 September 2026 - 13:27 WITA

Regulasi Baru Kemenag Terbit, MAN Lombok Barat Perkuat Pembatasan HP Siswa

Berita Terbaru