Tiga Oknum Polisi di NTB Ditangkap Dugaan Kasus Narkoba, Berasal dari Polda NTB, Polres Lobar dan Bima Kota

- Wartawan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 07:49 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jajaran Polda NTB menggelar konferensi pers terkait hasil Operasi Antik Rinjani 2026 di Mapolda NTB, Selasa (11/8/2026), yang mengungkap 129 kasus narkotika sekaligus penangkapan tiga oknum anggota Polri.(Foto: Istimewa)

Jajaran Polda NTB menggelar konferensi pers terkait hasil Operasi Antik Rinjani 2026 di Mapolda NTB, Selasa (11/8/2026), yang mengungkap 129 kasus narkotika sekaligus penangkapan tiga oknum anggota Polri.(Foto: Istimewa)

MATARAM, Halontb.com — Tiga anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di Nusa Tenggara Barat (NTB) ditangkap dalam rangkaian pengungkapan kasus narkotika selama Operasi Antik Rinjani 2026. Ketiganya masing-masing merupakan personel Polda NTB, Polres Lombok Barat, dan Polres Bima Kota.

Direktur Reserse Narkoba Polda NTB Kombes Pol Roman Smaradhana Elhaj mengatakan, dua anggota yang berasal dari Ditresnarkoba Polda NTB berinisial IDMA dan Polres Lombok Barat berinisial IKM ditangkap di kawasan Sayang-Sayang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, pada 2 Agustus 2026.

“Keduanya sebelum penangkapan menggunakan sabu-sabu. Sehingga untuk dua personel, terbukti sebagai pengguna. Hasil pemeriksaan memang terbukti penyalahguna,” kata Roman dalam konferensi pers di Mapolda NTB, Selasa (11/8/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca juga: Kunjungi Pelabuhan Lembar, Komisi VII DPR RI Dorong Penguatan Keamanan dan Penambahan Dermaga

Menurut Roman, penyidik sebelumnya melakukan serangkaian penyelidikan hingga menemukan aktivitas kedua personel tersebut di wilayah Cakranegara. Dari hasil pemeriksaan, keduanya dinyatakan terbukti sebagai penyalahguna narkotika jenis sabu.

Setelah proses penyidikan, kedua anggota tersebut diserahkan kepada fungsi Propam untuk menjalani proses terkait disiplin dan kode etik profesi Polri.

Sementara itu, satu anggota lainnya berinisial A alias AB yang merupakan personel Polres Bima Kota ditangkap di Desa Rompo, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima.

Pengungkapan kasus tersebut bermula ketika Satreskrim Polres Bima Kota menangkap seorang nelayan berinisial S. Dari tangan S, polisi mengamankan 17 klip sabu dengan berat keseluruhan 1,44 gram.

“Setelah melakukan pemeriksaan, ternyata barang dari oknum anggota Polres Bima Kota inisial A. Sudah kami lakukan penyelidikan dan asal barang, masih belum tertangkap,” ujar Roman.

Baca juga: Tender Kampus 3 UIN Mataram Disorot, Dugaan Pengaturan Pemenang dan Deal-dealan Proyek Rp7,8 Miliar Mencuat

Roman menegaskan, penangkapan A alias AB tidak memiliki kaitan dengan perkara yang sebelumnya menjerat mantan Kapolres Bima Kota, Didik Putra Kuncoro.

“Jadi, sampai pemeriksaan ini, memang tidak ada kaitan dengan Pak Didik dan kawan-kawan. Lain jalur,” tegasnya.

Pengungkapan tiga anggota Polri tersebut menjadi bagian dari hasil Operasi Antik Rinjani 2026 yang digelar Polda NTB bersama jajaran satuan reserse narkoba di seluruh wilayah NTB.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Muhammad Kholid mengatakan, Operasi Antik Rinjani 2026 berlangsung selama 14 hari, mulai 27 Juli hingga 9 Agustus 2026.

Baca juga: Jelang HUT RI ke-81 dan Kunker Kapolri, Polda NTB Kerahkan Jajaran Perkuat Kamtibmas

Dalam operasi tersebut, polisi mengungkap 129 kasus narkotika. Sebanyak 27 kasus merupakan target operasi, sedangkan 102 kasus lainnya merupakan kasus non-target operasi.

Dari keseluruhan pengungkapan itu, polisi mengamankan 178 tersangka. Sebanyak 27 orang di antaranya merupakan target operasi dan 151 orang lainnya masuk kategori non-target operasi.

Selain tersangka, polisi juga menyita berbagai jenis barang bukti narkotika dan obat terlarang.

Barang bukti tersebut antara lain sabu seberat 488,530 gram, ganja seberat 5.589,440 gram, satu pohon ganja, tiga butir obat-obatan, serta magic mushroom seberat 922,86 gram.

Polisi juga mengamankan uang tunai yang diduga berkaitan dengan perkara narkotika dengan total mencapai Rp173.737.000.

Baca juga: Heboh Isu Penculikan Anak di Sekotong Ternyata Curas, Korban Dijebak Modus Bantuan Sembako

Sementara itu, Kabid Propam Polda NTB Kombes Pol Wildan Alberd menegaskan bahwa ketiga anggota Polri yang terseret kasus narkotika tersebut akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Menurut Wildan, proses terhadap ketiganya tidak hanya menyangkut aspek pidana, tetapi juga pelanggaran kode etik profesi dan disiplin anggota Polri.

“Selain sanksi dalam kode etik Polri, personel tersebut juga akan menjalani proses sesuai hukum yang berlaku,” kata Wildan.

Baca juga: DPRD Lobar Ungkap Dugaan Pola Pergeseran Anggaran, 90 Persen Proyek Temuan KPK Tak Pernah Dibahas di Paripurna

Ia menyebut ketentuan yang berlaku membuka kemungkinan pemberian sanksi berat terhadap anggota yang terbukti melakukan pelanggaran.

“Sanksi berdasarkan PP RI Nomor 1 Tahun 2023 Pasal 13 ayat (1) dan Perpol Nomor 7 Tahun 2022 huruf e bahwa personel dapat diberhentikan dengan tidak hormat (PTDH),” tegasnya.

Polda NTB menegaskan penindakan terhadap tiga anggota tersebut merupakan bagian dari komitmen pemberantasan narkotika yang dilakukan tanpa pandang bulu.

Baca juga: Jalur Administratif Buntu, DPRD dan Pemkab Lobar Tempuh Jalur Politik ke DPR RI Perjuangkan Nasib 31 Honorer

Polisi yang terbukti terlibat penyalahgunaan maupun peredaran narkotika tetap akan menjalani proses hukum dan pemeriksaan internal sesuai ketentuan yang berlaku.

Pengungkapan ratusan perkara dalam Operasi Antik Rinjani 2026 sekaligus menunjukkan bahwa peredaran narkotika masih menjadi salah satu persoalan serius yang membutuhkan penanganan berkelanjutan di NTB.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

LPA Mataram Ungkap Dugaan Modus Kekerasan Seksual di Ponpes Lombok Tengah, Korban Diduga Bertambah
Polda NTB Naikkan Kasus Dugaan Penyimpangan Anggaran PT Energi Selaparang ke Tahap Penyidikan
Lapas Lombok Barat Gandeng TNI-Polri dan BNN, Gelar Razia Gabungan dan Tes Urine
Polisi Buru Penyebar Video Hoaks Pembakaran Dapur MBG di Lombok Tengah
Bunuh Ibu Kandung dan Bakar Jasad di Sekotong, Bara Divonis 20 Tahun Penjara
Laka Lantas Turun 15 Persen, Polres Lombok Barat Perketat Penindakan dan Edukasi Pengendara
Polres Lombok Barat Amankan Pemuda Bawa Sajam dan 29 Motor Diduga untuk Balap Liar
Ditresnarkoba Polda NTB Bongkar Jaringan Narkoba Karang Bagu, Belasan Terduga Pelaku dan Barang Bukti Sabu Diamankan

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 09:19 WITA

Komisi I DPRD Lobar Apresiasi Kenaikan Penghasilan Guru PPPK Paruh Waktu, Pemkab Siapkan Rp11 Miliar

Rabu, 23 September 2026 - 05:50 WITA

MAN Lombok Barat Terobos Batas Apresiasi: Ketua dan Wakil Ketua OSIS Terpilih Raih Beasiswa Komite

Senin, 21 September 2026 - 20:19 WITA

Estafet Kepemimpinan ORSIMA MAN Lobar Berlanjut, Kepala Madrasah Tekankan Inovasi dan Aksi Nyata

Sabtu, 19 September 2026 - 08:58 WITA

MAN Lombok Barat Gelar Pesta Demokrasi, Tiga Paslon Berebut Amanah Pimpin ORSIMA

Kamis, 17 September 2026 - 05:17 WITA

Sumbangan Dipatok Rp150 Ribu Dipersoalkan Wali Murid, SMAN 1 Narmada Tegaskan Tak Ada Paksaan

Selasa, 15 September 2026 - 12:33 WITA

Guru MAN Lombok Barat Didorong Adaptif, UNRAM Dampingi Implementasi CEFR dalam Pembelajaran Bahasa Inggris

Senin, 14 September 2026 - 00:43 WITA

Dua Siswa MAN Lombok Barat Melaju ke OMI Tingkat Provinsi 2026

Minggu, 13 September 2026 - 07:16 WITA

Sisihkan 24 Sekolah, MAN Lombok Barat Juara FUTSALSIX 2026 Lewat Laga Dramatis

Berita Terbaru