Gubernur Iqbal Pastikan Penyaluran Bantuan Desa Berdaya Tepat Sasaran di Lombok Barat

- Wartawan

Kamis, 25 Juni 2026 - 11:51 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, tampak berbincang hangat dengan warga Desa Mekarsari penerima bantuan bedah rumah dan modal usaha.(Foto: Diskominfotik NTB)

Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, tampak berbincang hangat dengan warga Desa Mekarsari penerima bantuan bedah rumah dan modal usaha.(Foto: Diskominfotik NTB)

Lombok Barat, Halontb.com — Gubernur Nusa Tenggara Barat, H. Lalu Muhamad Iqbal, turun langsung menyisir Desa Mekarsari, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, Kamis (25/6/2026), untuk memastikan Program Desa Berdaya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat miskin ekstrem. Peninjauan itu sekaligus menjadi evaluasi lapangan guna mengidentifikasi hambatan yang masih perlu diintervensi agar program pemberdayaan berjalan secara utuh dan berkelanjutan.

Program Desa Berdaya merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi NTB yang dirancang untuk mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem melalui bantuan modal usaha, pendampingan ekonomi keluarga, dan intervensi sosial yang terintegrasi.

“Melalui kunjungan seperti ini kita tahu kondisi yang sebenarnya. Sehingga ada saja tambahan program yang harus kita lakukan untuk memastikan seluruh ekosistem pemberdayaan ekonomi yang kita harapkan bisa selesai,” ujar Gubernur Miq Iqbal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di Desa Mekarsari, program tersebut telah menjangkau 115 kepala keluarga miskin ekstrem yang masing-masing menerima bantuan modal usaha sebesar Rp7 juta. Selain itu, 19 kepala keluarga memperoleh bantuan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), sehingga total penerima manfaat mencapai 134 kepala keluarga.

Gubernur juga menyambangi rumah Maas dan Maskiah, pasangan suami istri lanjut usia berusia sekitar 70 tahun yang menerima bantuan bedah rumah sekaligus modal usaha. Kunjungan tersebut menjadi simbol bahwa pemerintah ingin memastikan setiap bantuan benar-benar diterima dan dirasakan oleh masyarakat yang paling membutuhkan.

Di hadapan warga, Miq Iqbal menegaskan bahwa Desa Berdaya bukan sekadar janji, melainkan program yang telah berjalan dan terus dikawal implementasinya.

“Ini bukan janji. Kita sudah turun dan programnya sudah berjalan. Salah satunya Desa Berdaya, di mana 115 KK langsung mendapatkan dukungan modal dan pendampingan agar setiap keluarga memiliki sumber penghasilan,” tegasnya.

Namun, hasil peninjauan di lapangan juga mengungkap tantangan penting yang harus segera diselesaikan. Kondisi jalan menuju Desa Mekarsari, khususnya akses ke Dusun Malaka, masih rusak, sempit, dan sulit dilalui sehingga menjadi hambatan bagi aktivitas ekonomi masyarakat.

Untuk mencapai SDN 4 Mekarsari, warga bahkan harus melewati ruas jalan dengan kondisi yang terjal dan rusak berat. Menurut Gubernur, persoalan tersebut tidak hanya menghambat mobilitas masyarakat, tetapi juga memengaruhi distribusi hasil pertanian, akses pendidikan, hingga efektivitas berbagai program pelayanan pemerintah.

“Jalan di Mekarsari, terutama menuju Dusun Malaka, memang menjadi salah satu kendala utama. Karena itu, salah satu intervensi yang perlu kita selesaikan adalah akses jalannya,” ujarnya.

Miq Iqbal menegaskan bahwa pemberdayaan ekonomi tidak akan optimal apabila infrastruktur dasar sebagai urat nadi aktivitas masyarakat belum memadai. Bantuan modal usaha harus didukung akses transportasi yang layak agar hasil produksi warga dapat dipasarkan dengan mudah dan memberikan nilai ekonomi yang maksimal.

Karena itu, Pemerintah Provinsi NTB berkomitmen mencari solusi melalui kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan pemerintah pusat dan berbagai sumber pendanaan yang memungkinkan.

“Yang jelas ini akan kita keroyok bersama-sama sampai selesai. Kita carikan sumber pendanaan yang memungkinkan agar persoalan jalan ini bisa segera ditangani,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Mekarsari, Faizul Bayani, mengungkapkan sedikitnya terdapat tiga titik jalan prioritas yang membutuhkan penanganan segera, meliputi sekitar 950 meter ruas jalan utama dan 1,5 kilometer akses menuju kawasan permukiman warga. Menurutnya, keterbatasan anggaran desa membuat dukungan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat menjadi sangat dibutuhkan.

Kunjungan Gubernur ke Desa Mekarsari menunjukkan bahwa keberhasilan pengentasan kemiskinan tidak cukup hanya dengan menyalurkan bantuan. Pemerintah Provinsi NTB terus memastikan setiap program dievaluasi secara langsung di lapangan sehingga intervensi yang diberikan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Dengan memadukan bantuan modal, perbaikan rumah, pendampingan usaha, dan pembenahan infrastruktur dasar, Program Desa Berdaya diharapkan mampu menciptakan perubahan yang berkelanjutan dan menghadirkan kesejahteraan yang nyata bagi masyarakat hingga ke pelosok desa.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Peringati Bulan Bung Karno, PDI Perjuangan Lombok Barat Hijaukan Desa Lewat Aksi Tanam Pohon Alpukat
Peduli Pejuang NGO, BAZNAS NTB Hadir Ringankan Beban dan Rajut Solidaritas Sesama

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 09:46 WITA

Viral Gedung Nifas RSUD Tripat Disorot Netizen, Begini Klarifikasi dan Langkah Manajemen

Selasa, 16 Juni 2026 - 05:07 WITA

Lombok Tengah Sabet Juara Umum MTQ XXXI NTB 2026

Senin, 15 Juni 2026 - 06:26 WITA

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia: Pemprov NTB Salurkan Dana Kompensasi 8 Desa Lingkar TPA

Minggu, 14 Juni 2026 - 07:54 WITA

Kabar Gembira! Pemprov NTB Hapuskan Denda Pajak Kendaraan dan Putihkan Tunggakan di Atas 5 Tahun

Jumat, 12 Juni 2026 - 12:48 WITA

Polri-TVRI Gelar Nobar Piala Dunia 2026 di NTB, Ini Imbauan Polda NTB

Kamis, 11 Juni 2026 - 00:45 WITA

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda NTB Gelar Lomba Satpam Teladan

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:00 WITA

Kantor Kemenag NTB Dikepung Massa Saat Rakor Pencegahan Kekerasan, BARA Desak Audit Total Ponpes

Senin, 8 Juni 2026 - 10:53 WITA

Pemkab Lombok Barat Perketat Izin Ritel Modern, Libatkan Pemdes demi Lindungi UMKM

Berita Terbaru