LOMBOK BARAT, Halontb.com – Pelabuhan Senggigi menunjukkan performa impresif sebagai motor penggerak ekonomi baru bagi Kabupaten Lombok Barat. Hingga akhir Juni 2026, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor jasa kepelabuhanan ini telah mencapai 97,33 persen dari target tahunan yang dipatok sebesar Rp700 juta.
Lonjakan pendapatan yang signifikan ini menjadi indikator kuat bangkitnya sektor pariwisata dan konektivitas transportasi laut di Lombok Barat, seiring dengan meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Lombok Barat, M. Hendrayadi, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari pembenahan infrastruktur dermaga yang kini mampu melayani tiga kapal cepat (fast boat) bersandar secara bersamaan dengan kapasitas hingga 499 gross tonnage (GT).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dengan adanya penambahan trip kapal, lonjakan penumpang mencapai hampir 10 kali lipat dibanding tahun lalu,” ujar Hendrayadi saat ditemui di kantornya, Senin (22/6/2026).
Saat ini, Pelabuhan Senggigi melayani 11 perjalanan (trip) kapal cepat setiap harinya yang dioperasikan oleh delapan perusahaan kapal cepat. Tingginya mobilitas wisatawan asing yang memanfaatkan rute ini membuktikan bahwa Senggigi kini menjadi pintu masuk utama yang strategis bagi para pelancong.

Sejalan dengan upaya modernisasi, Pemkab Lombok Barat resmi mengimplementasikan sistem e-ticketing Easybook pada 11 Juni 2026. Langkah ini diambil untuk mentransformasi tata kelola transportasi laut yang lebih transparan dan akuntabel.
Hendrayadi menegaskan, sistem digital ini krusial untuk akurasi data. “Tujuan utamanya menghindari bias data dan memperkuat pengawasan. Kami kini bisa memantau secara presisi identitas serta asal negara wisatawan yang masuk,” jelasnya.
Selain meminimalisir kebocoran administrasi, sistem ini juga memberikan kemudahan akses bagi pengguna jasa.
Senada dengan Kepala Dinas, Kepala Bidang Pelayaran Dishub Lombok Barat, Erwin Rachman, menyampaikan rasa optimisnya terhadap capaian di akhir tahun. Berdasarkan data realisasi per Juni 2026, PAD telah mencapai angka Rp681 juta dari target Rp700 juta.
Melihat tren pertumbuhan yang konsisten, pihak Dishub Lombok Barat berencana mengusulkan revisi target PAD dalam APBD Perubahan 2026. Target baru diproyeksikan bisa menembus angka Rp1,2 miliar.
“Dengan kondisi saat ini, kami sangat optimistis target awal akan terlampaui. Bahkan, tidak menutup kemungkinan realisasi PAD bisa mencapai hingga 200 persen dari target awal yang ditetapkan,” tegas Erwin.
Keberhasilan Pelabuhan Senggigi dalam mendongkrak PAD menjadi bukti konkret bahwa integrasi infrastruktur yang memadai dan digitalisasi layanan mampu menciptakan nilai ekonomi tinggi bagi daerah.
Dengan wajah baru yang lebih modern, aman, dan berdaya saing, Pelabuhan Senggigi kini semakin mengukuhkan posisinya sebagai gerbang wisata unggulan yang tidak hanya berkontribusi pada pendapatan daerah, tetapi juga mengangkat citra pariwisata Lombok di mata dunia internasional.











