Dari Tanah Panas Mataloko, Kolam Lumpur Muncul: PLN dan EBTKE Lakukan Inventarisasi dan Mitigasi

- Wartawan

Kamis, 10 April 2025 - 13:08 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana rapat koordinasi antara Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, PLN, serta instansi daerah dalam rangka verifikasi lapangan dan evaluasi dokumen perizinan operasi PLTMG 10 MW Mataloko di Kabupaten Ngada. (Foto: Dok. PLN)

Suasana rapat koordinasi antara Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, PLN, serta instansi daerah dalam rangka verifikasi lapangan dan evaluasi dokumen perizinan operasi PLTMG 10 MW Mataloko di Kabupaten Ngada. (Foto: Dok. PLN)

Halontb.com – Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Mataloko di Kabupaten Ngada, NTT, kembali menjadi sorotan setelah munculnya beberapa titik manifestasi lumpur yang mengejutkan warga. Manifestasi tersebut menyerupai kolam lumpur aktif, dan muncul di lokasi yang sebagian besar berada di dalam lahan milik PLN, serta sebagian kecil menyentuh tanah masyarakat.

Menanggapi fenomena ini, Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM bersama PT PLN (Persero) menggelar inspeksi lapangan dan inventarisasi teknis pada 24-25 Maret 2025. Kegiatan ini tidak hanya untuk mengidentifikasi lokasi-lokasi manifestasi, tetapi juga menjadi bagian dari langkah mitigasi demi keselamatan warga.

Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, antara lain PLN UIP Nusra, Unit Layanan Pusat Listrik (ULPL) Mataloko, UPP Nusra 2, perangkat Desa Wogo, Divisi MPB PLN Pusat, dan ahli geothermal dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Ali Ashat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Ali Ashat, manifestasi semacam ini lazim ditemukan di wilayah geothermal dan tidak serta merta berbahaya jika dikelola dengan baik. “Kolam lumpur tersebut umumnya muncul saat musim hujan dan berpotensi berubah menjadi uap di musim kemarau. Namun perlu dicermati karena bisa mengandung gas berbahaya,” ungkapnya.

PLN melalui General Manager UIP Nusra, Yasir, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan rencana penanganan komprehensif. Mulai dari pemasangan rambu peringatan, pemagaran di area milik PLN, hingga deteksi gas H2S. “Kami juga akan berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional dan desa untuk menindaklanjuti titik pilar batas tanah yang hilang,” kata Yasir.

Selain itu, PLN juga terbuka terhadap kemungkinan pembebasan lahan atau kompensasi jika manifestasi berkembang di area milik warga. “Prinsip kami adalah menjamin keselamatan dan kenyamanan masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, Pj Kepala Desa Wogo, Kandida Longa, mendukung langkah PLN dan menyarankan agar dipasang police line di sekitar titik manifestasi baru untuk menghindari risiko terhadap ternak dan warga.

Manager ULPL Mataloko, Gabriel Gella, menambahkan bahwa sosialisasi sudah dilakukan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas di dekat lokasi kolam lumpur. Hal ini demi mencegah kecelakaan atau paparan gas berbahaya.

Kehadiran fenomena alam ini menjadi pengingat bahwa kekuatan bumi tidak bisa disepelekan. Namun dengan sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat, potensi geothermal yang terkandung di perut bumi Mataloko bisa tetap dikelola dengan aman dan memberi manfaat besar bagi masa depan energi Indonesia.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Menguatkan di Saat Terpuruk, Peran Bank NTB Syariah dalam Pemulihan Korban Kebakaran Kalimango
Naik Drastis! Jumlah Kendaraan di Pelabuhan Lembar Melonjak Hingga 40 Persen
KUR Nol Persen di Depan Mata, Bank NTB Syariah Siapkan Layanan Cepat dan Terintegrasi
NTB Terang Benderang di Hari Raya, Cadangan Listrik Aman, PLN Panen Apresiasi
SPKLU Kian Masif, Mudik Ramah Lingkungan Jadi Tren Baru di NTB
45 SPKLU Disiagakan PLN NTB, Mudik Kendaraan Listrik Kini Lebih Tenang dan Terjamin
Idulfitri Tanpa Kedip Listrik, PLN NTB Jamin Pasokan Stabil Saat Salat Id
Takbiran Penuh Cahaya di Mataram, PLN Pastikan Listrik Stabil di Tengah Lonjakan Aktivitas

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 20:06 WITA

Soroti Belanja Pegawai 34%, Lobar di Ambang Krisis Fiskal, DPRD: Jangan Sampai Nasib P3K Dikorbankan!

Rabu, 1 April 2026 - 14:31 WITA

Polemik Mesin Masaro Lobar Memanas: DPRD Endus Kejanggalan Anggaran BTT, Kasta NTB Desak APH Turun Tangan

Rabu, 1 April 2026 - 14:19 WITA

Hearing Publik: PPS Desak Kemenhaj NTB Sanksi Tegas Travel Nakal Buntut Jamaah Umrah Terlantar

Selasa, 31 Maret 2026 - 15:45 WITA

Viral Protes Pajak Parkir di Batu Bolong, Begini Penjelasan Bapenda Lobar!

Senin, 30 Maret 2026 - 05:40 WITA

Dari Desa hingga Nasional, Setahun Haerul Warisin Dinilai Sukses Ubah Wajah Lombok Timur

Minggu, 29 Maret 2026 - 07:55 WITA

Dari Ka’bah ke Ketidakpastian: Jamaah Umroh NTB Jadi Korban, Negara Ditantang Bertindak

Jumat, 27 Maret 2026 - 15:13 WITA

Arus Balik H+4 Lebaran 2026: Penumpang Lembar–Padangbai Melandai, ASDP Siaga Antisipasi Lonjakan Akhir Pekan

Senin, 23 Maret 2026 - 01:59 WITA

LPK ARK Jinzai Solusi Group Bidik 1.000 Slot ke Jepang: Tak Sekadar Kirim Kerja, Tapi Ubah Nasib Lewat Bahasa

Berita Terbaru