Halontb.com – Seorang nelayan bernama Laode Sanusi (60), asal Dusun Bajo, Desa Labuan Mapin, Kecamatan Alas Barat, Kabupaten Sumbawa, dilaporkan hilang setelah pergi melaut ke perairan Pulau Panjang sejak Selasa (18/3). Hingga Jumat (21/3), ia belum kembali, membuat keluarga dan warga setempat semakin khawatir.
Tim SAR gabungan pun telah dikerahkan untuk mencari keberadaan Sanusi. Operasi pencarian yang dimulai sejak Kamis (20/3) malam melibatkan berbagai pihak, termasuk Tim Rescue Pos SAR Sumbawa, Polairud Polres Sumbawa, BPBD Sumbawa, serta para nelayan dan warga sekitar.
“Kami menerima laporan dari keluarga korban dan langsung bergerak melakukan pencarian. Hingga hari ini, tim masih menyisir perairan sekitar Pulau Panjang dan pesisir Pantai Mapin,” kata Koordinator Pos SAR Sumbawa, Lukman Hidayat, Jumat (21/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pencarian dilakukan dengan menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) yang memungkinkan tim menjangkau wilayah lebih luas dan memantau perairan dengan lebih efektif. Namun, cuaca yang berubah-ubah menjadi kendala tersendiri dalam operasi ini. Gelombang tinggi dan angin kencang kerap menghambat pergerakan tim di laut.
Tak hanya di perairan, pencarian juga diperluas ke daerah pesisir dan pulau-pulau kecil di sekitar lokasi hilangnya korban. Nelayan setempat yang biasa beraktivitas di wilayah tersebut turut membantu dengan memberikan informasi terkait kondisi arus laut dan kemungkinan lokasi keberadaan Sanusi.
“Kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat pencarian. Semakin cepat korban ditemukan, semakin besar peluangnya untuk selamat,” ujar Lukman.
Sementara itu, keluarga korban hanya bisa menunggu dengan penuh harap. Mereka berharap tim SAR segera menemukan tanda-tanda keberadaan Sanusi dan membawanya pulang dalam keadaan selamat. Doa terus dipanjatkan, sementara tim penyelamat tak kenal lelah berpacu dengan waktu dan kondisi alam.
Hingga berita ini diturunkan, pencarian masih terus berlangsung dengan harapan adanya titik terang terkait keberadaan nelayan yang hilang tersebut.







