Laporan Kebakaran Palsu Tak Hentikan Gerak Cepat Damkarmat Lobar, PLH Sekda Turun Soroti Kesiapsiagaan

- Wartawan

Sabtu, 5 September 2026 - 03:18 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PLH Sekda Lombok Barat H. Saiful Ahkam berfoto bersama Kepala Dinas Damkarmat H. Suherman dan jajaran usai meninjau kesiapsiagaan personel Damkarmat di tengah respons cepat terhadap laporan kebakaran yang ternyata prank, Jumat (4/9/2026).

PLH Sekda Lombok Barat H. Saiful Ahkam berfoto bersama Kepala Dinas Damkarmat H. Suherman dan jajaran usai meninjau kesiapsiagaan personel Damkarmat di tengah respons cepat terhadap laporan kebakaran yang ternyata prank, Jumat (4/9/2026).

LOMBOK BARAT, Halontb.com — Telepon laporan kebakaran pada Jumat malam membuat personel Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Lombok Barat langsung bergerak. Namun, setibanya di lokasi, api yang dilaporkan ternyata tidak ada. Laporan tersebut diduga merupakan prank.

Meski berakhir tanpa kejadian kebakaran, respons cepat petugas itu justru menjadi perhatian Pelaksana Harian (PLH) Sekretaris Daerah Lombok Barat, H. Saiful Ahkam, yang malam itu mengunjungi jajaran Damkarmat untuk melihat langsung kesiapsiagaan personel sekaligus mendengar berbagai kebutuhan mereka.

Laporan awal menyebutkan adanya kebakaran di wilayah Lamper, Kecamatan Kuripan. Petugas yang menerima informasi langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan. Setelah tiba dan memastikan kondisi di lapangan, tidak ditemukan adanya kebakaran sebagaimana laporan yang diterima.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca juga: Ngaku Pejabat Polda NTB, Pria 29 Tahun Tipu Pengusaha Lewat Modus Donasi Korban Kebakaran Sade

Bagi Damkarmat, setiap laporan tetap harus ditindaklanjuti karena keterlambatan beberapa menit saja dapat berdampak besar ketika kejadian yang dilaporkan benar-benar terjadi. Karena itu, kesiapsiagaan personel menjadi tuntutan yang tidak mengenal waktu.

Dalam kunjungannya, Saiful Ahkam mendorong agar kesiapsiagaan Damkarmat tidak hanya bertumpu pada personel pemerintah. Peran masyarakat juga perlu diperkuat melalui pembentukan kelompok peduli kebakaran yang dapat membantu melakukan pencegahan, mitigasi, hingga penanganan awal sebelum petugas tiba.

Menurutnya, pola tersebut telah diterapkan di sejumlah daerah dan terbukti dapat menjadi kekuatan tambahan dalam menghadapi ancaman kebakaran.

“Bisa tiru daerah lain, adanya Balakar sangat membantu mengantisipasi, mencegah, serta melakukan penanganan awal kebakaran,” tegasnya.

Baca juga: Lombok Barat Siapkan Big Data, Menuju Pemerintahan Berbasis Data

Keterlibatan masyarakat dinilai penting mengingat warga biasanya menjadi pihak pertama yang mengetahui ketika kebakaran mulai terjadi. Dengan pembekalan dan pelatihan yang tepat, masyarakat dapat membantu melakukan tindakan awal sekaligus mempercepat penyampaian informasi kepada petugas.

Di sisi lain, kecepatan menuju lokasi juga menjadi perhatian. Kendaraan operasional Damkarmat dituntut memiliki mobilitas yang memadai agar personel dapat bergerak cepat dan bermanuver, terutama ketika harus menjangkau lokasi kejadian melalui kondisi jalan yang sulit.

Kepala Dinas Damkarmat Lombok Barat, H. Suherman, dalam kesempatan tersebut menyampaikan wacana penambahan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Damkarmat di Narmada dan Sekotong. Penambahan UPT dinilai penting untuk memperluas jangkauan pelayanan sekaligus memperpendek waktu tempuh petugas ketika terjadi kebakaran maupun kondisi darurat lainnya.

Baca juga: Kekeringan Ancam Pertanian Lobar, Hampir 150 Hektare Lahan Tempos Terdampak

Masing-masing UPT diproyeksikan membutuhkan sekitar 20 personel yang memiliki kemampuan terlatih. Saiful Ahkam merespons positif rencana tersebut dan meminta agar kebutuhan personel nantinya dikoordinasikan dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

Ia menekankan agar penambahan personel tidak sekadar mengejar jumlah, tetapi juga memperhatikan kompetensi. Personel yang ditempatkan di UPT baru harus memiliki kemampuan sesuai kebutuhan dan segera mendapatkan pelatihan.

“Personel yang nantinya ditempatkan juga harus langsung mendapatkan pelatihan,” ujarnya.

Baca juga: Jelang Pilkades 2026, Asisten I Lobar: Konsistensi Bekerja adalah Kampanye Terbaik Incumbent

Penguatan kemampuan petugas juga menjadi perhatian, terutama dalam penggunaan Self-Contained Breathing Apparatus (SCBA), perangkat yang sangat penting ketika petugas harus melakukan penyelamatan atau pemadaman di lingkungan yang dipenuhi asap dan memiliki risiko tinggi terhadap pernapasan.

Risiko pekerjaan yang dihadapi petugas Damkarmat turut menjadi pembahasan. Mereka bekerja dalam situasi yang penuh ketidakpastian, berhadapan dengan api, asap, bangunan yang berpotensi runtuh, hingga kondisi lapangan yang dapat berubah sewaktu-waktu. Persoalan kelebihan jam kerja juga masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi personel.

“Petugas Damkarmat ini memiliki risiko sangat tinggi,” ucap Syahabudin.

Baca juga: Selamat Datang Putri Mahkota Victoria di NTB, Menguatkan Komitmen Pembangunan Berkelanjutan

H. Suherman menambahkan, kesiapsiagaan Damkarmat mengharuskan setiap personel selalu dapat dihubungi. Karena itu, anggota tidak diperkenankan mematikan telepon agar sewaktu-waktu dapat segera bergabung ketika terjadi kejadian.

“Ketika terjadi kejadian, seluruh anggota harus siap bergabung untuk memperkuat tim di lapangan,” jelasnya.

Laporan kebakaran yang ternyata hanya prank tersebut akhirnya tidak menemukan api. Namun, kejadian itu justru memperlihatkan bahwa bagi Damkarmat, satu panggilan telepon tetap harus diperlakukan sebagai keadaan darurat sampai terbukti sebaliknya.

Karena itu, penguatan personel, sarana operasional, peningkatan kompetensi, serta keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting untuk memastikan Damkarmat Lombok Barat mampu memberikan respons yang semakin cepat dan pelayanan penyelamatan yang semakin optimal.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pensiunan PDAM Giri Menang Muhammad Sa’i Resmi Maju Pilkades Lembar, Bawa Misi Perubahan
Tiga Besar Calon Sekda Lombok Barat Segera Dipanggil Wabup UNA
Komisi I DPRD Lobar Apresiasi Kenaikan Penghasilan Guru PPPK Paruh Waktu, Pemkab Siapkan Rp11 Miliar
Sepanjang 2026, Satpol PP Lombok Barat Tertibkan Lebih dari 500 Rombong PKL
NTB Raih Tiga Apresiasi Kemendagri, Kebijakan Publik Mulai Berdampak
DPRD-Pemprov NTB Sepakati Perubahan APBD 2026, Belanja Tembus Rp6,05 Triliun di Tengah Tekanan Fiskal
PPK UIN Mataram Tegaskan Proyek Laboratorium Kedokteran Tetap Berjalan, “Tidak Ada Subkon”
Kapolda NTB Terima Audiensi Dirut PT TCN Gili Trawangan

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 01:57 WITA

Kuta Jangan Hanya Dijual sebagai Surga Wisata, Sistem Perlindungan Wisatawan Harus Naik Kelas

Senin, 21 September 2026 - 11:50 WITA

Khairunnisa Qariah Asal Bima Juara 1 MTQ Nasional XXXI, NTB Naik ke Peringkat 9

Kamis, 17 September 2026 - 06:08 WITA

PPK UIN Mataram Tegaskan Proyek Laboratorium Kedokteran Tetap Berjalan, “Tidak Ada Subkon”

Sabtu, 12 September 2026 - 23:02 WITA

Ribuan Jamaah Tumpah Ruah di Alun-Alun Giri Menang, Muhasabah Akbar Bersama UAS Getarkan Lobar

Kamis, 10 September 2026 - 22:51 WITA

Polda NTB Hadirkan Solusi Cepat Krisis Air Gili Trawangan, Distribusi Kembali Normal

Rabu, 9 September 2026 - 06:23 WITA

Lapas Lobar Dorong Ketahanan Pangan Lewat Panen Raya Padi 1,3 Hektare, Libatkan Warga Binaan

Minggu, 6 September 2026 - 04:30 WITA

Pemprov NTB Cari Jalan Keluar Krisis Air Bersih Gili

Rabu, 2 September 2026 - 17:30 WITA

Warga Labuapi Tolak Pembangunan Akses Jalan Perumahan, Petani Persoalkan Pemindahan Saluran Irigasi

Berita Terbaru