HALO NTB — LOMBOK BARAT, Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Lombok Barat mulai mematangkan persiapan pemberangkatan calon jemaah haji tahun 2027. Berdasarkan data sementara, sebanyak 811 orang calon jemaah haji (CJH) Lombok Barat diperkirakan akan berangkat pada tahun tersebut.
“Untuk Lombok Barat, yang akan berangkat pada 2027 itu 811 orang. Ini masih kuota sementara dan belum final,” kata Kepala Kantor Kemenhaj Lombok Barat, Hj. Rina Margasari, dalam wawancara di Lombok Barat.
Baca juga: PDI Perjuangan NTB Tegas! Musyafirin Dipecat Setelah Polemik Jabatan Komisaris Bank NTB Syariah
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Jumlah itu lebih sedikit dibandingkan tahun 2026 yang disebut sekitar 860 orang. Meski demikian, Rina menegaskan pihaknya tetap mengoptimalkan seluruh tahapan persiapan, terutama dokumen paspor dan pemeriksaan kesehatan atau istithaah.
Dari sisi kesehatan, Rina menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat. Hingga kini, sebanyak 708 calon jemaah telah menjalani pemeriksaan kesehatan, sedangkan 103 orang lainnya belum melakukannya.
“Alhamdulillah sudah 708 jemaah yang sudah periksa, dan yang belum 103 orang. Untuk status istithaah-nya belum dirilis,” ujarnya.
Baca juga: Cinta Al-Qur’an Berbuah Prestasi, Siswa MAN Lombok Barat Borong Juara MTQH Gerung 2026
Sementara untuk dokumen paspor, Kemenhaj Lombok Barat mencatat 688 calon jemaah sudah memiliki paspor dan 123 orang belum. Guna menuntaskan kekurangan tersebut, tim Kemenhaj melakukan pendekatan “jemput bola” langsung ke rumah calon jemaah.
“Kami jemput bola langsung ke jemaah. Ada yang informasinya kurang, ada juga yang masih menunda-nunda membuat paspor. Tim kami turun ke lapangan sesuai PIC di masing-masing kecamatan,” jelas Rina.
Ia menargetkan seluruh paspor calon jemaah dapat tuntas sebelum status istithaah kesehatan keluar. “Kalau bisa dalam waktu satu minggu ini bisa selesai, selesai saja. Kita maunya cepat,” tegasnya.
Baca juga: Polres Lombok Barat Siagakan 300 Personel Amankan Pilkades Serentak di 77 Desa
Selain paspor dan kesehatan, Kemenhaj Lombok Barat juga gencar melakukan sosialisasi persiapan istithaah melalui media sosial, khususnya Instagram. Konten edukasi dibuat agar calon jemaah memahami hal-hal yang perlu dipersiapkan sejak dini.
Rina pun mengimbau calon jemaah menjaga kesehatan menjelang keberangkatan. Menurutnya, olahraga, tidur cukup, pola makan teratur, serta kontrol rutin bagi jemaah dengan penyakit bawaan atau komorbid menjadi kunci agar tetap sehat dan memenuhi syarat istithaah.
“Ini masih sekitar enam bulan lagi. Harus benar-benar jaga kesehatan, olahraga, tidur cukup, makanan diatur. Yang punya penyakit bawaan harus kontrol ke dokter,” pesannya.
Baca juga: Polisi Tetapkan Pimpinan Ponpes di Lombok Barat sebagai Tersangka Dugaan Pencabulan Santriwati
Kasubbag TU Kemenhaj Lombok Barat, H. Sukri, menambahkan pihaknya terus memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan. Sejak awal bertugas, jajaran Kemenhaj Lombok Barat telah melakukan koordinasi dengan Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Mataram di Labuapi, Imigrasi, Dukcapil, Dinas Kesehatan, Polres, Baznas, serta pemerintah daerah.
“Haji ini adalah gawe bersama, bukan hanya tugas Kementerian Haji dan Umrah, tetapi tugas negara yang membutuhkan keterlibatan semua stakeholder, terutama pimpinan daerah,” kata Sukri.
Ia menyebut penguatan sinergi dilakukan untuk optimalisasi persiapan agar pelaksanaan haji 2027 di Lombok Barat lebih baik dari tahun sebelumnya. Layanan konsultasi dan pengaduan bagi calon jemaah juga difasilitasi melalui petugas PIC di kecamatan serta kanal media sosial Kemenhaj Lombok Barat.
“Masing-masing petugas kami menangani dua kecamatan. Selain mempersiapkan dokumen keimigrasian, mereka juga memfasilitasi konsultasi calon jemaah,” ujarnya.







