HALO NTB — LOMBOK BARAT, Gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadis (MTQH) ke-32 tingkat Kecamatan Gerung tahun 2026 menjadi panggung pembuktian bagi siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Lombok Barat. Tidak sekadar berpartisipasi, delegasi madrasah ini sukses memborong sejumlah piala bergengsi di berbagai cabang lomba, menegaskan posisi madrasah sebagai kawah candradimuka dalam membentuk karakter generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, namun juga unggul secara spiritual.
Puncak kompetisi yang berlangsung di Kecamatan Gerung, Lombok Barat, Jumat (16/10/2026), mencatatkan nama-nama siswa MAN Lombok Barat sebagai yang terbaik. Dominasi ini terlihat dari raihan juara pada cabang-cabang strategis, mulai dari tilawah, hafalan, hingga pemahaman isi kandungan Al-Qur’an.
Baca juga: Polres Lombok Barat Siagakan 300 Personel Amankan Pilkades Serentak di 77 Desa
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Julia Safitri tampil memukau dengan menyabet Juara I cabang Qira’at Murottal Remaja Putri. Sementara itu, Izratul Zaskia mengikuti jejak seniornya dengan meraih Juara II pada cabang 5 Juz dan Tilawah Putri.
Tidak hanya pada kemampuan individu, kekompakan tim juga teruji. Kaila Fatimatuzzahra beserta timnya berhasil membawa pulang piala Juara II cabang Fahmil Qur’an Putri, sebuah lomba yang menuntut kecepatan dan ketepatan pemahaman ayat.
Di bidang seni Islami, Zahranis Azyanil membuktikan ketangguhannya dengan meraih Juara II Kaligrafi Kontemporer Putri, sementara Muhammad Sulhan melengkapi daftar prestasi dengan menjadi Juara III Tilawah Remaja Putra.
Kepala MAN Lombok Barat, H. Kemas Burhan, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi capaian anak didiknya. Menurutnya, deretan prestasi ini adalah indikator valid bahwa ekosistem pendidikan di madrasah mampu menyeimbangkan kurikulum akademik dengan penguatan nilai-nilai keislaman.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur. Capaian di MTQH ke-32 ini bukan sekadar tentang mengumpulkan piala. Ini adalah bukti bahwa pembinaan yang terarah, disiplin, dan istiqamah mampu melahirkan generasi yang mencintai Al-Qur’an,” ujar Kemas Burhan.
Baca juga: Polisi Tetapkan Pimpinan Ponpes di Lombok Barat sebagai Tersangka Dugaan Pencabulan Santriwati
Kemas menekankan bahwa madrasah memiliki komitmen kuat untuk tidak hanya mencetak lulusan yang siap kuliah atau bekerja, tetapi juga individu yang berakhlak mulia.
“Kami memberikan ruang seluas-luasnya bagi siswa untuk mengembangkan bakat. Tujuannya agar nilai-nilai Qur’ani tidak hanya berhenti di lisan saat lomba, tapi meresap menjadi pedoman hidup sehari-hari,” tambahnya.
Di balik gemerlap piala yang dibawa pulang, terdapat proses pembinaan yang intens dan tidak instan. Pembina Ekstrakurikuler Tahfidz, Ust. Muhammad Hanafi, S.Pd.I., mengungkapkan bahwa kunci keberhasilan siswa terletak pada konsistensi dan penanaman mindset bahwa menghafal Al-Qur’an adalah bentuk kedekatan dengan Sang Pencipta, bukan sekadar ambisi kompetisi.
“Kami menanamkan kesadaran bahwa setiap ayat yang dihafal adalah amanah. Pembinaan kami lakukan dengan pendekatan personal karena setiap anak memiliki kecepatan belajar yang berbeda. Prestasi ini adalah buah dari kesabaran dan kedisiplinan mereka,” ungkap Hanafi.
Baca juga: ASDP Catat Lonjakan Arus Balik MotoGP Mandalika, Penumpang Naik 326 Persen dan Motor 205 Persen
Senada dengan itu, Pembina Tilawah, Ustazah Aflahul Ma’wa, S.Pd., menyoroti aspek teknis dan rasa dalam membaca Al-Qur’an. Menurutnya, juara yang diraih Julia Safitri dan Muhammad Sulhan adalah hasil dari latihan berulang kali untuk menyempurnakan makharijul huruf dan penghayatan makna.
“Kami berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi siswa lain. Madrasah harus menjadi rumah yang nyaman bagi siapa saja yang ingin dekat dengan Al-Qur’an, baik melalui hafalan, tilawah, maupun seni kaligrafi,” tuturnya.
Keberhasilan MAN Lombok Barat di MTQH Gerung 2026 ini diharapkan menjadi sinyal positif bagi dunia pendidikan di Nusa Tenggara Barat, khususnya Lombok Barat. Prestasi ini membuktikan bahwa dengan dukungan guru, pembina, dan orang tua, potensi siswa madrasah mampu bersaing di level tertinggi.
Kemas Burhan menutup pernyataannya dengan harapan agar prestasi ini menjadi batu loncatan menuju jenjang yang lebih tinggi. “Ini baru di tingkat kecamatan. Target kami selanjutnya adalah kabupaten, provinsi, hingga nasional. Semoga cinta mereka pada Al-Qur’an menjadi bekal utama menghadapi tantangan zaman,” pungkasnya.









