HALO NTB — JAKARTA, Dari luka akibat kebakaran di Desa Adat Sade, Lombok Tengah, lahir pesan tentang keteguhan, harapan, dan semangat untuk bangkit. Pesan itu dibawa Erina Galery ke panggung peragaan busana Indonesia International Modest Fashion Festival (IN2MOTIONFEST) x Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2026 di Jakarta. Melalui koleksi Lombok Golden Heritage, jenama modest fashion asal Nusa Tenggara Barat (NTB) tersebut tidak sekadar memperkenalkan keindahan wastra Lombok, tetapi juga menyuarakan semangat masyarakat Sade untuk bangkit dan melangkah kembali setelah menghadapi musibah.
Penampilan Erina Galery dalam Fashion Parade 6, Kamis (15/10/2026), di Hall A Jakarta International Convention Centre (JICC), Senayan, Jakarta, menjadi momentum penting bagi produk kreatif NTB untuk menunjukkan potensinya di tengah perkembangan industri modest fashion yang semakin berorientasi global.
Di panggung yang mempertemukan jenama, desainer, dan pelaku industri fesyen, Erina Galery membawa identitas Lombok melalui perpaduan tradisi tekstil Sasak dan rancangan busana modern. Karya tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa di balik keindahan selembar kain tradisional, terdapat sejarah, keterampilan, dan penghidupan masyarakat yang perlu dijaga keberlanjutannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagi Erina Galery, keikutsertaan dalam ajang ini bukan sekadar kesempatan tampil di hadapan penikmat mode. Lebih dari itu, panggung tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan NTB melalui karya, mengangkat kembali perhatian terhadap Desa Adat Sade, serta menunjukkan bahwa warisan budaya daerah dapat terus berkembang mengikuti perubahan zaman.
Dari Musibah Menuju Semangat Kebangkitan
Kebakaran yang melanda Desa Adat Sade pada 22 Agustus 2026 menjadi peristiwa yang meninggalkan dampak bagi masyarakat setempat. Desa adat yang berada di Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, itu dikenal luas karena mempertahankan tradisi masyarakat Sasak, termasuk rumah adat, kehidupan budaya, dan keterampilan menenun yang diwariskan lintas generasi.
Bagi masyarakat Sade, musibah tersebut bukan hanya menyangkut kerusakan bangunan. Ada kehidupan sosial, tradisi, kegiatan pariwisata, serta mata pencaharian warga yang ikut menjadi bagian penting dari proses pemulihan.
Pemerintah melalui berbagai pihak terus memberikan perhatian terhadap rehabilitasi kawasan tersebut. Dalam kunjungan pada Oktober 2026, pemerintah menekankan bahwa pemulihan Sade tidak cukup dilakukan dengan membangun kembali bangunan yang rusak, tetapi juga harus menjaga keaslian budaya dan menghidupkan kembali kegiatan ekonomi masyarakat.
Di tengah proses itu, kehadiran pesan kebangkitan melalui karya fesyen menjadi cara lain untuk mengangkat perhatian publik terhadap Sade.
Erina Galery memilih menjadikan semangat tersebut sebagai ruh koleksi Lombok Golden Heritage. Melalui rancangan busana yang memadukan unsur tradisional dan modern, Erina ingin menyampaikan bahwa musibah tidak boleh memadamkan kreativitas, harapan, dan kebanggaan terhadap warisan leluhur.
Sade tidak hanya dihadirkan sebagai latar cerita, tetapi sebagai simbol ketangguhan masyarakat yang berupaya menjaga identitasnya sekaligus menata masa depan.
Inilah kekuatan pesan yang dibawa Erina Galery: kebangkitan tidak semata-mata berarti membangun kembali apa yang telah rusak, melainkan juga memastikan bahwa tradisi, keterampilan, dan sumber penghidupan masyarakat tetap hidup.
Lombok Golden Heritage, Ketika Wastra Menjadi Suara Kebangkitan
Koleksi Lombok Golden Heritage menghadirkan delapan tampilan busana yang mengolah kekayaan tekstil NTB ke dalam bahasa desain modest fashion kontemporer.
Rangkaian busana tersebut memadukan unsur tenun ikat Sade, songket Sukarara, serta tekstil dengan pewarna alam NTB. Unsur-unsur tradisional itu dipertemukan dengan siluet modern, permainan warna, detail dekoratif, dan karakter busana yang dirancang untuk menjangkau selera pasar yang lebih luas.
Perpaduan marun dan emas memberikan kesan kuat dan berkarakter. Sementara itu, pengolahan songket, tenun, dan material bercorak tradisional menegaskan identitas Lombok sebagai sumber inspirasi utama koleksi.
Setiap rancangan menjadi upaya menerjemahkan kekayaan budaya ke dalam produk fesyen yang memiliki nilai estetika sekaligus nilai cerita.
Wastra dalam konteks ini tidak berhenti sebagai bahan pakaian. Ia menjadi medium untuk memperkenalkan masyarakat, tradisi, dan kreativitas daerah kepada audiens yang lebih luas.
Tenun ikat Sade merepresentasikan keterampilan yang tumbuh dari kehidupan masyarakat Sasak. Songket Sukarara memperkaya narasi tentang tradisi tekstil Lombok, sedangkan pendekatan desain modern memperlihatkan kemungkinan pengembangannya menjadi produk yang relevan dengan kebutuhan industri fesyen masa kini.
Melalui koleksi tersebut, Erina Galery berupaya menunjukkan bahwa warisan budaya tidak harus terkurung dalam bentuk tradisional. Dengan pengembangan desain yang tepat, wastra dapat hadir dalam berbagai kreasi yang tetap menghormati akar budaya sekaligus memiliki daya tarik komersial.
Lebih jauh, pengangkatan semangat kebangkitan Sade memberikan dimensi sosial pada karya yang ditampilkan. Ada pesan bahwa pelestarian budaya harus berjalan beriringan dengan perhatian terhadap masyarakat yang menjaga dan mewarisinya.
Membawa Nama NTB ke Panggung yang Lebih Luar
IN2MOTIONFEST x JMFW 2026 berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di JICC Senayan, Jakarta. Festival ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem industri modest fashion Indonesia, mulai dari pengembangan produk, promosi, pameran dagang, hingga perluasan akses pasar domestik dan internasional.
Bagi pelaku usaha daerah, ajang seperti ini menyediakan ruang untuk memperkenalkan identitas produk kepada audiens yang lebih luas sekaligus membuka peluang membangun jejaring dengan pelaku industri dan calon mitra bisnis.
Keikutsertaan Erina Galery menjadi kesempatan bagi NTB untuk menunjukkan bahwa potensi fesyen daerah tidak hanya terletak pada keindahan motif dan bahan tradisional, tetapi juga pada kemampuan mengolahnya menjadi produk yang inovatif dan kompetitif.
Tantangan industri fesyen saat ini menuntut pelaku usaha untuk terus meningkatkan kualitas produk, konsistensi produksi, kekuatan merek, serta kemampuan membaca kebutuhan pasar.
Karena itu, tampil di panggung berskala internasional harus dipandang sebagai salah satu tahapan penting dalam perjalanan pengembangan usaha, bukan sebagai garis akhir.
Peluang yang terbuka perlu diikuti dengan kesiapan bisnis, penguatan kapasitas produksi, pemasaran yang terarah, dan kemampuan menjaga kualitas. Dengan demikian, perhatian yang diperoleh melalui peragaan busana dapat dikembangkan menjadi kesempatan usaha yang berkelanjutan.
Bagi Erina Galery, membawa wastra Lombok ke panggung IN2MOTIONFEST berarti mempertemukan kekayaan lokal dengan ruang promosi yang lebih luas. Bagi NTB, momentum tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi produk kreatif daerah dalam industri fesyen nasional dan membuka peluang menuju pasar dunia.
Dukungan Bank Indonesia NTB, Bagian Penting Perjalanan UMKM Naik Kelas
Di balik partisipasi Erina Galery, dukungan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB menjadi salah satu aspek penting dalam perjalanan UMKM tersebut menuju panggung nasional.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Hario K. Pamungkas, bersama Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Andhi Wahyu Riyadno, hadir memberikan dukungan langsung terhadap partisipasi Erina Galery. Keduanya didampingi tiga staf dari bidang UMKM Bank Indonesia NTB.
Kehadiran jajaran Bank Indonesia NTB memberikan dorongan bagi pelaku usaha untuk terus mengembangkan kapasitas dan memanfaatkan kesempatan promosi yang tersedia.
Bagi UMKM, pengembangan usaha tidak cukup hanya mengandalkan kreativitas. Diperlukan pula ekosistem pendukung yang memungkinkan produk lokal memperoleh ruang promosi, memperluas jaringan, meningkatkan daya saing, dan membangun kesiapan memasuki pasar yang lebih luas.
Dalam konteks tersebut, dukungan Bank Indonesia memiliki arti penting bagi pelaku UMKM yang tengah berupaya meningkatkan skala usahanya.
Erina Galery menyampaikan apresiasi kepada Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB atas dukungan yang diberikan, termasuk kesempatan untuk memperkenalkan karya berbasis wastra Lombok dalam ajang fesyen berskala nasional dengan orientasi pasar internasional.
Pemilik Erina Galery, Erina Ichwan, menegaskan bahwa kesempatan tersebut menjadi penyemangat bagi UMKM daerah untuk terus bertumbuh dan berani membawa produk lokal ke tingkat yang lebih tinggi.
“Bagi kami, ini bukan sekadar kesempatan tampil di panggung peragaan busana. Ini adalah kesempatan membawa nama NTB, memperkenalkan kekayaan wastra Lombok, sekaligus menyampaikan semangat masyarakat Sade untuk bangkit setelah musibah. Kami sangat berterima kasih kepada Bank Indonesia NTB atas dukungan yang diberikan kepada UMKM. Dukungan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas dan membawa karya daerah ke panggung yang lebih luas,” ujar Erina.
Ia berharap sinergi antara pelaku UMKM dan lembaga pendukung dapat terus diperkuat sehingga semakin banyak produk unggulan NTB yang mampu meningkatkan daya saing, memperluas pemasaran, dan membuka peluang memasuki pasar internasional.
Menurutnya, kekuatan UMKM daerah terletak pada keunikan produk, kekayaan budaya, dan kreativitas pelakunya. Apabila didukung pengembangan usaha yang tepat, potensi tersebut dapat menjadi modal penting untuk membangun jenama lokal yang memiliki daya saing lebih kuat.
Dari Sade untuk Dunia: Merawat Budaya, Menggerakkan Ekonomi
Kisah Erina Galery memperlihatkan bagaimana fesyen dapat menjadi ruang pertemuan antara budaya, kreativitas, dan pesan kemanusiaan.
Melalui Lombok Golden Heritage, tradisi tekstil Lombok dibawa ke panggung modern tanpa melepaskan akar identitasnya. Pada saat yang sama, semangat kebangkitan Sade memperoleh ruang untuk disuarakan kepada publik yang lebih luas.
Pesan tersebut juga relevan dengan cita-cita pembangunan NTB yang ingin menjadikan potensi lokal sebagai kekuatan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperluas jangkauan produk daerah.
Visi NTB Makmur Mendunia yang diusung Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, menempatkan daya saing dan peluang menuju pasar global sebagai arah penting pembangunan daerah. Dalam konteks UMKM, cita-cita itu membutuhkan kerja berkelanjutan untuk memperkuat kualitas produk, mengembangkan kreativitas, membangun jejaring bisnis, dan memperluas akses pemasaran.
Kekayaan budaya dapat menjadi pembeda yang bernilai bagi produk NTB. Namun, agar mampu bersaing secara berkelanjutan, keunikan tersebut harus ditopang kualitas, inovasi, profesionalisme, dan kesiapan memenuhi kebutuhan pasar.
Di sinilah pentingnya kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah daerah, Bank Indonesia, serta para pemangku kepentingan lainnya.
Bagi masyarakat Sade, kebangkitan berarti menjaga tradisi sekaligus memulihkan kehidupan. Bagi para perajin, kebangkitan berarti memastikan keterampilan yang diwariskan tetap memiliki ruang untuk berkembang. Sementara bagi UMKM seperti Erina Galery, kebangkitan berarti terus menciptakan karya yang mampu memperkenalkan identitas daerah dan membuka peluang ekonomi baru.
Dari sebuah desa adat di Lombok Tengah, pesan itu kini dibawa ke panggung fesyen Jakarta.
Erina Galery tidak hanya mempersembahkan delapan tampilan busana. Melalui koleksi Lombok Golden Heritage, jenama ini membawa cerita tentang ketangguhan, warisan leluhur, dan keyakinan bahwa musibah bukanlah akhir dari perjalanan.
Dari Sade, wastra Lombok melangkah ke panggung nasional. Dari panggung mode, semangat kebangkitan disuarakan kepada dunia. Dengan kreativitas, dukungan yang berkelanjutan, dan komitmen menjaga warisan budaya, UMKM NTB memiliki peluang untuk terus naik kelas dan membawa kebanggaan daerah ke pasar global.
Laporan dari Jakarta. (Red)









